“dear diary…
sepulangnya dari rapat ini, mas mendatangiku dengan raut wajah yang agak marah. ternyata dia marah, kukira tadi dia bisa memaklumi tingkahku. di depan kamar hotel, mas menarik tanganku agar aku mengikuti langkahnya.
kami tiba di balkon. di depanku terhampar lampu kota moskow yang menurutku sangat indah.
“kamu tau gak sih etika rapat di depan pemimpin negara?“
mas memulai percakapan dengan nada yang menurutku, tegas? dia berusaha mengendalikan amarahnya sekuat tenaga, aku tahu itu.
“iya mas, aku tau.”
“menurutmu, apa yang kamu lakuin tadi salah nggak, hm?”
aku menundukkan kepalaku, tak berani menatap mata sang tuan. aku mempersiapkan diri untuk menerima amarah atau mungkin sanksi tegas dari mas, namun tiba-tiba kurasakan sebuah tangan besar melingkari pundakku.
“its okay, mas tau kamu tadi bosan banget, ya? next time jangan gitu lagi ya. walaupun kamu bosan setengah mati, tolong kamu kendaliin sebentar. kalo gak gitu, kamu lihat aja ke arah mas. biar gak bosen.”
mas tersenyum lebar sambil mengeratkan pelukannya. kami berdiam cukup lama dalam posisi ini, nyaman sekali rasanya berada di pelukan lelaki ini.
“mas sayang banget sama kamu, tapi mas gak bisa nemenin kamu setiap saat. jadi tolong lindungi diri kamu sendiri, selalu waspada dimanapun kamu berada. mas gak mau kamu terluka gara-gara melakukan hal konyol.”
aku mengangguk, kesedihan memenuhi dadaku. mas benar-benar mempedulikanku segenap jiwanya bahkan dia tak segan mengorbankan dirinya sendiri.
mas mendongakkan kepalaku dan kurasakan bibirnya menempel di dahiku
“i love u.”
“dear diary
tentunya kedatangan kami ke rusia bukan semata-mata karena permintaanku, ada agenda bersama presiden putin di sini. yeah walaupun 80% nya karena aku merengek ke mas wowo soal ketakutanku kena dampak karhutla, tetapi mas wowo dengan cerdiknya mengatur agenda sedemikian rupa agar kami bisa mengecoh rakyat-rakyat itu. aku pun akan ikut rapat sebagai ajudan yang setia, supaya wibawa lelakiku tetap terjaga.
tetapi kalau boleh jujur, aku lebih suka jalan berdua saja dengan mas wowo. menikmati atmosfer kota moskow, mencoba makanan yang belum pernah kita makan.
ruangan ini sangat menyesakkan. selain karena aku memang tidak suka, kurasa presiden putin ini sangat menyeramkan. beliau hampir tidak pernah tersenyum dan selalu serius. jadi aku sangat bosan, aku memainkan pulpenku selama presiden putin memberikan pidato.
tetapi tiba-tiba tatapan orang nomor satu di rusia itu jatuh tepat ke arahku bersamaan dengan terhentinya pidato beliau. aku tertegun. apakah aku berbuat salah? apakah aku telah menyinggung perasaannya?
aku menoleh ke arah mas wowo yang duduk agak jauh dariku. “mas?” panggilku tanpa suara. dia tau aku cemas. dia tau aku ketakutan.
mas wowo menggeleng pelan. samar-samar aku bisa mendengarkan suaranya, “jangan takut, sayang. aku di sini.”
aku mengangguk, tersenyum singkat. benar, ada mas wowo di sini. selama ada dia, ribuan musuh pun akan ku hadapi.”
–buna’s diary, 3 september 2026
Waktu itu aku pernah stay di presidential suite fairmont hotel jakarta (senayan) aku check in jam 2 siang terus aku males jadi aku langsung check out jam 2 siang itu juga #bisa
Sekelompok orang melakukan eksperimen pada goa terdalam di bumi, goa veryovkina di Georgia, dengan melemparkan bongkahan batu besar ke dasar goa.
Suara gema aneh (seperti teriakan manusia) yg dihasilkan ketika batu menghantam permukaan membuat mereka semua panik.
Sound on 🎧