@choiseungcheolv Yuk! Tapi kali ini Kak Gavan yang ambilkan minumannya ya," sahut Lana penuh kemenangan sambil berjalan bersama Gavan meninggalkan area pesta.
@choiseungcheolv Lana merapikan gaunnya sejenak setelah melakukan curtsy, lalu menepuk pelan lengan Gavan yang merangkul bahunya. Ia berjalan beriringan di samping kakak lelakinya itu menuju tepi lantai dansa.
@choiseungcheolv "Ya iyalah, adiknya siapa dulu!" jawab Lana percaya diri sambil tersenyum lebar. Ia menatap Gavan dengan binar jenaka. "Tapi tetep aja, guru dansaku kan bukan cuma Kak Gavan."
@choiseungcheolv Lana berputar dengan mulus di bawah lengan sebelum kembali mendarat di posisi dansa awal mereka. Mendengar pujian tipis dari Gavan, hati Lana terasa hangat. Ia tahu di balik sifat jahilnya, Gavan adalah sosok kakak yang selalu menjaga dan membanggakannya.
@choiseungcheolv "Gerakan Kak Gavan aja tuh yang agak kaku kayak kanebo kering," sanggah Lana sambil tertawa kecil, membalas dengan senggolan ringan di bahunya saat mereka berputar pelan mengikuti irama.
@choiseungcheolv Lana mengikuti irama langkah tanpa ragu. Sebagai adik, ia sudah sangat paham tabiat gavan yang suka memancing emosi di waktu-waktu acak seperti ini. Lana meletakkan tangan kirinya di bahu gavan, menyesuaikan tempo sambil mempertahankan keseimbangan tubuhnya.
@choiseungcheolv "Siapa juga yang melamun," balas Lana terkekeh. Ia menaruh gelas minumannya di meja terdekat, lalu menyambut uluran tangan Gavan dengan mantap. "Awas ya kalau sampai kakiku terinjak, Kak!"
@choiseungcheolv Lana mendongak saat mendengar suara. Ia memutar bola matanya pelan mendengar selentingan kakak lelakinya itu, namun sebuah sunggingan senyum gembira tak bisa disembunyikan dari wajahnya.