@Pamankarta@tbhajel Engga... sekarang semua pelajar berkewarganegaraan Malaysia dapat bantuan itu sampai selesai sekolah wajib. Siswa dari keluarga kurang mampu ya dapat tambahan lagi mereka selain bantuan per tahun itu
@Pamankarta@tbhajel RM100 itu bantuan sosial golongan tertentu, ga semua WNM. Makanya aku bahas cuma siswa aja. Itu juga sekali untuk setahun. Ada di web gov nya https://t.co/O0ACPfuVAT
Perhitungannya tentu mempertimbangkan harga beli di negara tsb. Kalau Indo mau nerapin, kayaknya bisa
kalau ada yg g suka anaknya @aniesbaswedan dan maudy ayunda, dapat LPDP. karna mereka anak horang kaya.
ya minimal baca dulu aturan beasiswa LPDP. . .
saya 100% ga suka dg eksistensi LPDP yang habiskan ratusan juta hingga milyar rupiah, per orang.
uang yg sama, bisa dipakai untuk beasiswa anak2 di kabupaten rejang lebong, bisa gratis 1 angkatan sampai lulus di IAIN.
tapi saya tdk akan mempermasalahkan,
orang2 yg scr fair ikut seleksinya.
inikan masalah sistemikh,
kok mau ditabrakan ke personal.
aduh.. jangan mau dibodoh2i deh.
saya tau presiden kita g kuliah, wapresnya juga simpang siur. tapi c'mon dudes.
Pak Prabowo mending km bikin program kayak negaraku, setiap IC (KTP) dpt uang sekitar RM100 untuk beli bahan pokok dan setiap anak yang masih sekolah berhak mendapatkan uang untuk membeli buku setiap bulan nya, jauh lebih berguna daripada mbg mbg an 🤷🏻♀️
@Pamankarta@tbhajel Tapi kan ga semua pelajar yang dapat fasilitas kip dan bantuan sosial. Kalau dari pernyataan diatas, ga cuma siswa golongan tertentu yang dapat bantuan
astaghfirullah ada yg send dm ke aku kyk gini hakim... ternyata kamu problematic ya... huft aku ga ngerti aku salah apa sm kamu tp kamu ganggu aku what did i do to you to deserve this...?
"bisa cari univ di kota yg sama jadi engga ngekos"
I know you grow up in big city,
coba ngomong gini sama orang yang tinggal di kabupaten yg dalam radius 10km rumahnya itu sawah, rumah warga, dan kios² kecil (gw)
Maka dari itu, saya sering bilang, "Hapus saja jurusan kependidikan kecuali yang berkaitan dengan manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, psikologi pendidikan, dan pendidikan vokasi".
Semua calon guru diambil dari alumni jurusan sesuai keilmuan yang akan diajar, ditambah pendidikan profesi guru minimal 2 tahun.
“Udah tinggal di banyak negara, tapi tetep paling enak di Indonesia. Laper tinggal order, urusan rumah tinggal hire orang, apa-apa gampang.”
Ya iya gampang kalau lo ada di sisi yang diuntungkan. Yang sering nggak disadari, banyak ‘kenyamanan’ itu lahir dari ketimpangan yang udah dianggap normal bertahun-tahun. Terus ketimpangan itu malah dijadiin alasan kenapa Indonesia enak ditinggalin.
Kinda wild, ngl.
✈️ Banyak yang nggak tahu kalau pasien Sakit yang harus tiduran total ternyata tetap bisa naik pesawat komersial (Kelas ekonomi)
Bukan charter pesawat, bukan juga jet pribadi.
Ada prosedur khusus yang namanya stretcher service.
Jika Ada yang menginginkan jasa tersebut boleh DM saya
A thread 🧵 👇🏿
Ngaco. Analogi "menentang LGBT = menentang jilbab" ini gak apple to apple.
Jilbab adalah kewajiban muslimah, otomatis di ruang publik muslimah wajib memakainya, itu berarti setiap wanita yang berjilbab akan terkena tindakan diskriminatif.
Sedangkan LGBT banyak yang berbaur normal seperti masyarakat pada umumnya dan tidak bisa main pukul rata dari ciri-ciri fisiknya.
Nyatanya, LGBT tidak ada kewajiban internal memakai atribut tertentu, sedangkan wanita muslimah diwajibkan memakai jilbab dan kemudian mereka didiskriminasi atas kewajiban jilbabnya, ini tidak fair.
LGBT tetap dapat beraktivitas di ruang publik seperti biasa tanpa atribut bendera pelangi dst, sedangkan wanita Islam tidak dapat beraktivitas di luar tanpa jilbabnya.
Harga buku di Jawa dan di pulau lain bisa berbeda karena penerbit, percetakan, maupun penjual buku di Indonesia sebagian besar ada di Jawa. Selalu ada ongkos kirim yang lebih besar kalau mau mengirim buku ke luar Jawa dan itu biayanya nggak ngotak, terutama ke wilayah timur Indonesia. Ongkos logistiknya beda, infrastrukturnya kurang memadai.
Harusnya bisa sama harganya kalau pemerintah mau ngasih gratis ongkos kirim untuk semua transaksi yang berkaitan dengan buku. Memang hal ini bisa saja dimanipulasi oleh orang yang mau mengirim barang lain mengatasnamakan buku. Tapi ini pasti bisalah diatasi, misalnya dengan memanfaatkan ISBN. Agak lebih rumit memang skemanya, dan kadang beberapa buku nggak ada ISBN-nya. Atau nyari cara lain gitu. Ya, masak kita lagi yang disuruh nyari solusi.
Tapi ya mana mau pemerintah melakukan ini? Emangnya selama ini pemerintah bersedia memeratakan akses bacaan? Kan sebagian besar dari kita sengaja dibiarkan kesulitan belajar agar tetap bodoh. Ya, kan? Kalau kita bodoh kan pemerintah mudah bohonginnya.
Gw lihat di komen tweet ini ada yang ngomong katanya jurus-jurus itu bukan ide Habibie, tapi paksaan IMF buat syarat cairin utang. Gw langsung cek, dan dia gak salah. Tapi dia berhenti di setengah cerita. Justru setengahnya lagi yang bikin Habibie pantas disebut berani.
Balik dulu ke 1997. Waktu rupiah mulai rontok, Indonesia datang ke IMF minta tolong. Imbalannya satu map tebal berisi berbagai syarat: Tutup bank bermasalah, kerek suku bunga, potong subsidi, buka keran reformasi keuangan. Soeharto pun teken di Januari 1998, terdokumentasi dalam foto legendaris waktu bos IMF berdiri sambil lipat tangan di atasnya.
Masalahnya, sebagian resep itu malah racun. Pas 16 bank ditutup tanpa jaminan simpanan yang jelas, orang panik, rush terjadi di mana-mana, duit ditarik besar-besaran. Suku Bunga dikerek sampai kisaran 60-70%, alih-alih bikin sehat, malah bikin pengusaha sekarat dan kredit macet berjamaah. Potong subsidi BBM Mei 1998 ikut nyulut kerusuhan yang akhirnya numbangin Orde Baru.
Jadi waktu Habibie naik Mei 1998, dia bukan mewarisi tombol ajaib. Dia mewarisi resep yang sebagiannya udah kebukti gagal dan rakyat lagi marah di jalanan. Kalau cuma soal "nurut IMF", harusnya tinggal lanjut. Tapi nurut doang gak otomatis menang, buktinya udah ada di depan mata.
Nah ini yang sering dilewatin. Yang bener-bener murni skill Habibie, dan gak ada di kontrak IMF mana pun, adalah taruhan politiknya. Dia bebasin tahanan politik, buka kebebasan pers, izinin partai-partai baru, dan janjiin pemilu beneran tahun 1999. IMF ngurus neraca bank, mereka gak pernah nyuruh seorang presiden transisi ngebongkar sistem kekuasaan yang ngangkat dia sendiri.
Dan justru di situ rupiahnya mantul. Pasar bukan kasih kepercayaan karena spreadsheet IMF rapi, tapi karena dunia mulai percaya Indonesia lagi berubah jadi negara yang beda. Krisis 98 itu pada dasarnya krisis kepercayaan, dan yang menyembuhkan kepercayaan itu keterbukaan politik, bukan angka suku bunga.
Jadi dua narasi yang lagi rame itu sama-sama meleset dikit. Yang bilang "tinggal contek Habibie" lupa harganya pahit. Yang bilang "itu kan cuma IMF" lupa bagian paling berani justru yang IMF gak pernah minta. Pertanyaannya buat sekarang, beraninya kita di mana, ngikutin checklist orang lain, atau berani naruh kuasa sendiri di atas meja?
muslim di Indonesia (dan dimana pun) selain belajar memanusiakan manusia, jg harus belajar menuhankan Tuhan. Maksudnya, sadarilah batas manusiawi diri di hadapan Tuhan sbg pencipta
jgn belagak spt Tuhan dgn mengatakan bhw laki2 bisa seenaknya mengaku sbg perempuan & sebaliknya
Kamu tahu betapa korup dan rakusnya negara ini dalam mengeruk uang rakyatnya?
- Indonesia itu satu-satunya negara yang mewajibkan registrasi ulang plat nomor kendaraan tiap 5 tahun.
- Kalau kamu memperpanjang beberapa sim sekaligus, kamu tetap harus bayar biaya test psikologi secara double. Memperpanjang 2 SIM? bayar 2x. 3 Sim? bayar 3x.
Bersyukur lah para pejabat, aparat, dan penguasa, rakyat Indonesia terlalu baik dan pemaaf....