Jauh sebelum kericuhan ini rakyat udah marah, karna MBG, masalah gas & statement bahlil waktu itu, pertamina dioplos, raja ampat. Trus dapet kabar gaji dpr 100jt, kita demo, eh malah banyak korban yg diculik, babak belur, bahkan meninggal. Trus kita marah dituduh anak abah? Tai.
gimana pada gak semangat nyerang sana sini sampai masuk kampus malem2 kalo arahannya
-ambil tindakan tegas
-polisi yang terluka dapet penghargaan dan kenaikan pangkat
ini orang role modelnya tentara idf kah :(
Gagal unjuk kekuatan di beberapa kota besar, sekarang malah nyerang kampus dengan dalih kamtibmas.
Diserang dinihari dan ambulans sulit masuk.
Memang zionis laknat!
We met @AndovidaLopez among the protesters yesterday at the front of the @DPR_RI building and he shared his views with @RT_com.
“This has been a culmination, a culmination of bad policy, near empathy, no empathy from the people who are saying, bad communication from the government, efficiency to the bottom, but the top is still going abroad, without whatever how much budget they have. This is not a specific moment. Yes, Afan Kurniawan's death, when he was rolled over by the tank, gave the light to the fire, but that light to the fire isn't something that was instantaneous. It was something that was built over time. And if you want to distill these actions, these demands, in three words: transparency, reformation, and for God's sake, some empathy.”
Padahal mau kita cuma satu, didengar. Tapi kenapa malahan ditembakin? Dipukulin? Dilindas?
Kenapa pas kampanye kemarin rela blusukan dan turun ke jalan hanya untuk mengemis suara rakyat? Giliran sudah menjabat, turun ke jalan pun rasanya berat dan tak sudi?
Lagi-lagi Presiden RI minta masyarakat untuk percaya kepada kepemimpinannya di pidato terbaru.
Bapak, trust is not something you can demand, nor somethingt to be given away. It must be built through consistency and integrity. And how can we trust you when betrayal has been your only consistency?