URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Rape culture itu dimulai dari bahasa bahasa tongkrongan kayak gini.. plis banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup chat circle lo pada.
Kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? You’re part of the problem
In Indonesia 🇲🇨, there’s an unwritten rule:
when an image appears on the back of a truck, it means real support from the people.
Now look what’s on the move.. IRAN
The truckers’ movement in Indonesia is strongly standing with Iran.
This isn’t just a picture — it’s the voice of the people.
Reporter: 'Isn't bombing civilian infrastructure a war crime?'
Trump: 'They're animals.'
So that's the legal defense? 'They're animals'? He is dehumanizing Iranians using fake propaganda to justify war crimes.
Israeli soldier throws stun grenade into a Palestinian shop. Not security. Not threat. Just entertainment.
This is daily reality under occupation-where your safety depends on a soldier's mood
Dalam film Hollywood, teroris selalu digambarkan dengan wajah timur tengah dan beragama Islam, senantiasa takbir sebelum ledakkan bom, padahal ini lah wajah teroris sebenarnya, salah satu pelaku pembunuhan 165 jiwa di SD wanita Iran 😴
🇮🇱: “We do not take organs from Israeli soldiers.”
“Then where do you take the organs from?”
🇮🇱: “We take them from Palestinians, or from migrant workers.”
VIRAL ‼️
Dewi Yulian tak henti berjuang, terus berupaya meski kerap merasa diabaikan.
Hampir satu tahun dia melakukan berbagai cara, supaya kematian adiknya Dedi Putra menemukan titik terang.
Dia bergerak dalam sunyi, bersuara meski tak didengar, berjuang dalam ketakutan besar.
Dia menentang pernyataan polisi yang menyebut bahwa adiknya tewas karena kecelakaan.
Pagi itu, Senin 19 Mei 2025 Dewi mendapat telepon bahwa Dedi Putra ditemukan kritis di atas kasur di dalam kamarnya.
Tak ada luka ataupun goresan di sekujur tubuhnya layaknya orang kecelakaan. Hanya ada di bagian matanya.
Hari itu Dewi dan keluarga masih dibalut luka mendalam, bagi mereka mengubumikan Dedi adalah hal utama dibanding menanyakan kematiannya.
Namun kemudian pihak dari Polsek Kumpe Ulu, Polda Jambi datang ke rumah duka, tak lama setelah proses pemakaman.
Polisi menyampaikan duka, sekaligus menyebut Dedi tewas karena kecelakaan, tetapi tanpa ada laporan kepolisian, tanpa ada tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan.
Dewi kemudian mendebat polisi itu, membantah Dedi tewas karena kecelakaan. Bukan tanpa dasar, sepeda motor Dedi tidak rusak, bahkan tak ada satu goresan sedikitpun, begitu juga dengan helmnya.
Israeli soldiers torture a one-year-old child in Gaza, including burning his leg with a cigarette and inserting a nail into his leg, according to a report, to pressure his father to make confessions
12 years old. Palestinian. On his way to school. Arrested instead.
This is not an isolated case.
Every year, 500–700 Palestinian children are detained and prosecuted—in military courts. Denied rights. Starved. Tortured. Sexually abused.
This is life under jewish occupation.