Orang yg benar-benar punya duit biasanya memang tampil sederhana, tapi sederhana itu beda dgn ga punya manner.
Berpakaian pantas juga bentuk menghargai orang dan tempat yang kita datangi. Yang jadi masalah itu ketika dijadikan konten untuk merendah sambil flexing. Itu norak😓
They turned all the CCTV off at central Jakarta following students protest today. Please protect yourself, each other, & your personal phone as well, guys.
Guys, siapa tau ada yang ketemu Bapak ini dibeli aja guys penitinya, Bapaknya jual 2 ribu, maaf bapaknya tuna netra. Aku kemaren”ketemu di halte Rawa Buaya, nah beberapa hari ini gak liat, kurang tau bapaknya kemana 🙏🏻
Semoga gak ada yang jahatin ya Pak
Guys plis do your magic🙏🙏🙏
Kalo bukan sesama kita yang peduli
Siapa lagi guys🥲
sc:threadssantaclaudiasitepu
Yang punya rekan atau siapa tau perusahaan/kantornya atau bos nya lagi cari.
Ini dijual ya. Lokasi di Pasar minggu ex carrefour. Strategis pinggir jalan.
Cocok buat supermarket, kantor, sportclub.
Luas tanah 10.633m²
Luas bangunan 8.502m²
Lantai 2 luas lapang
Open harga di 200M
Negotiable
This chart should terrify policymakers. Indonesia’s middle class did not merely slow down. It went into reverse.
After two decades of expansion, the middle-class population peaked at 61.5 million people in 2018, representing 23% of the population. By 2026, that figure had fallen to just 46.6 million people, or 16.6%. That is not a cyclical slowdown. That is structural deterioration.
For years, policymakers celebrated GDP growth, infrastructure projects, commodity booms, and headline investment numbers. But the ultimate scorecard of an economy is whether ordinary people become wealthier over time. This chart suggests millions of Indonesians are moving in the opposite direction.
The middle class is the economic engine of every successful country. They buy homes, cars, insurance, consumer goods, education, travel, financial products, and healthcare. They generate tax revenue. They create small businesses. They drive domestic demand. When the middle class shrinks, the economy loses its most important customer.
The uncomfortable question is simple: where did the gains go? If GDP is growing, if conglomerates continue expanding, if commodity exports remain large, then why are fewer Indonesians qualifying as middle class than eight years ago?
More importantly, if you are born poor in Indonesia today, what ladder exactly are you supposed to climb?
If you are exceptionally good looking, perhaps you can monetize attention through social media. If you are academically gifted, perhaps you can break into an ultra-competitive institution like MBB, survive years of brutal expectations, and eventually use that platform to do something bigger. If you are entrepreneurial, maybe you build a business against overwhelming odds. If you are lucky, perhaps you benefit from family connections, inheritance, or access to opportunities unavailable to most people.
But an economy cannot rely on exceptionalism. A healthy economy creates millions of pathways upward, not a handful of lottery tickets.
The situation becomes even more concerning when you consider that well-paying white-collar jobs are becoming increasingly scarce. Many multinational companies that once established regional operations, technology centers, shared-service hubs, and professional offices in Indonesia have either downsized, relocated, or shifted future expansion elsewhere.
Those jobs were not valuable merely because of the salaries they paid. They were valuable because they transferred knowledge, management expertise, technical skills, global best practices, and professional networks into the local workforce. Over time, they helped develop intellectual capital that could later be recycled into entrepreneurship, leadership positions, startups, and domestic businesses.
When those opportunities disappear, the loss is not limited to employment. The country also loses a training ground for future managers, engineers, consultants, analysts, and business leaders. Human capital compounds just like financial capital. Once that pipeline weakens, rebuilding it can take years or even decades.
The bigger risk is that social mobility slows. When people stop believing hard work leads to a better life, trust in institutions weakens. Aspirations decline. Consumption slows. Talent leaves. The country’s most productive people increasingly look elsewhere for opportunity.
This is why Indonesia’s biggest economic challenge is no longer growth. It is upward mobility. A country cannot thrive without a growing middle class, a steady pipeline of high-quality jobs, and a clear path for ordinary people to join it. And right now, all three appear to be moving in the wrong direction.
Satu pohon sawit pun gak punya, tapi Singapura bisa untung 3x lipat dari sawit kita selama puluhan tahun. Lewat trik under invoicing, kita beli murah—mereka jual mahal.
Tapi sekarang skema berubah. Indonesia milih jualan sendiri, dan Singapura mulai ketar-ketir kehilangan mata pencaharian terbesarnya sebagai makelar SDA. 🇮🇩
Kebijakan pemerintah No. 24 Tahun 2026, ekspor sumber daya alam strategis seperti batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy wajib melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) adalah sebuah langkah yang sangat tepat.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara sekaligus menciptakan tata kelola perdagangan internasional yang lebih akuntabel dan berdaya saing.
TW//BLOOD
🚨KABAR TERBARU: 700 lebih paus pilot dan lumba-lumba dalam tiga perburuan terpisah di kepulauan faroe.
pembantaian terjadi sehari setelah parlemen cabut perlindungan hewan.
sumber:
https://t.co/BiWciBhP8f
https://t.co/Un9nEBTZi8
Saya barusan diceritain sama temen bule soal Silmy Karim. Saya nanya kenapa bule-bule pada mau bayar ke dia. Ternyata pas ngurus, KITASnya bisa ditahan prosesnya dengan berbagai alasan. Minta macam-macam. Terus ada aturan denda 1 juta sehari untuk overstay. Jadi bule-bule tidak punya pilihan lain selain membayar.
Jadi clear. Pejabat korup kayak Silmy Karim ini harusnya dihukum mati. Tembak di kepala kalau perlu.
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.
🇮🇩 Kami mencari anggota tim yang fasih berbahasa Indonesia dan Jepang untuk membantu kami mengembangkan aktivitas pixiv di Indonesia! 🌟
Jika Anda tertarik dengan ilustrasi, manga, atau mendukung kreator, kami harapkan lamaran Anda!
Silakan periksa detailnya dan lamar di sini 👇
https://t.co/hYhj4nNHDV
【📌Persyaratan】
• Berdomisili di Jepang
• Fasih berbahasa Indonesia dan Jepang pada tingkat bisnis
• Berpengalaman bekerja dengan perusahaan luar negeri
• Pengalaman praktis di bidang pemasaran dan promos
【📌Diutamakan】
• Pengalaman dalam pemasaran dan manajemen media sosial untuk pasar Indonesia
• Pengalaman bekerja dengan kreator dan influencer
• Pengalaman tinggal di luar negeri
• Pengetahuan dan minat terhadap ACG, budaya kreatif, dan layanan web
🇮🇩 インドネシアでのpixivの活動を一緒に盛り上げてくれる、インドネシア語と日本語ができる仲間を探しています!🌟
イラストやマンガに興味がある方や、クリエイターの活動をサポートに関心のある方、ぜひご応募ください!
こちらをご確認の上お申し込みください👇
https://t.co/6pmFUrxMMg
【📌必須条件】
•
• インドネシア語・日本語両語がビジネスレベルで堪能
• 海外法人との業務経験
• マーケティング・プロモーションの実務経験
【📌歓迎条件】
• インドネシア向けマーケ・SNS運用の経験
• クリエイターやインフルエンサーとの施策経験
• 海外生活の経験
• ACG・創作文化・Webサービスへの知識と情熱
"SIAP-SIAP BUKAN LAGI PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR"
"JADI MENYALA BERGILIR"
Hal vital kalo PLN makin sering padam,
- Baterai HP menipis
- Sinyal ikut bermasalah
- Rumah jadi gerah
- Kehabisan cash tapi ATM mati
Ini beneran mode survival activated ya?
"Membongkar Cara Kerja 'Zombie Digital' yang Lagi Rame Bajak WA Orang Indo."
Lo lagi nyantai, tiba-tiba dapet chat dari nomor temen akrab lo sendiri.
Bukan nomor asing, beneran kontak temen lo yang sering nongkrong bareng.
Dia ngirim link survei atau pemilu berkedok "Bantu vote saudara gua yuk, kurang 5 suara lagi."
Karena percaya itu temen lo, langsung lo klik tanpa mikir panjang.
Detik itu juga lo resmi masuk perangkap, akun WA lo disita, dan besoknya lo gantian ngirim link yang sama ke ratusan kontak lo secara otomatis.
guys boleh bantu rt/like untuk bantu adik ini. jualannya habis diambil sama orang 30pcs orgnya pergi gitu aja tanpa bayar dan adiknya yatim🥲
buat yang orang karawang kalau ketemu adiknya boleh dibeli ya dagangannya, harganya 5k
Pelopor ayam geprek pertama tuh BUKAN GEPREK BENSU 😭😭😭
TAPI AYAM GEPREK BU RUM. Bu Rum mulai jualan di Papringan, Jogja tahun 2003. Waktu itu namanya masih ayam ulek, ayam gejrot, ada yang nyebut ayam penyet jugaaa
Namanya berubah jadi “geprek” karena Bu Rum yang mulai pakai istilah itu biar kedengeran unik waktu pelanggannya makin banyakkkk
Geprek Bensu baru muncul tahun 2017. Jadi 14 tahun setelah Bu Rum nemuin konsepnya, Geprek Bensu baru ada…
GILAAA SIH INI‼️
jadi ada mahasiswa di US, nulis tesis 30 HALAMAN selama 6 BULAN. BENERAN ngetik sendiri. BUKAN ChatGPT. BUKAN JOKI.
history Google Docs-nya ada semua. dari draft jelek, typo, revisi, sampe final. timestamp jelas dari januari sampe juni.
pas sidang, kampus bilang:
"AI detector lu 98% NIH. LU PASTI CURANG."
dia bawa laptop. "pak/bu, INI HISTORY SAYA. bisa diliat sendiri."
jawaban pihak kampus?
"NGGAK PERLU DILIAT."
Busett dahh😭
Goodbye Indonesia - welcome to Philipina.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) tercatat telah menutup lebih dari 500 gerai sepanjang 2026 yang dilakukan secara bertahap.
Manajemen menyebut sebagian besar penutupan disebabkan berakhirnya kontrak sewa, kenaikan biaya sewa, hingga evaluasi lokasi yang dinilai kurang optimal.
Namun di tengah munculnya Kopdes Merah Putih dan perubahan peta persaingan ritel nasional, penutupan gerai tetap memunculkan kekhawatiran mengenai potensi berkurangnya lapangan pekerjaan di sektor ritel.