Liat orang2 konvoi bergembira, yg tua yg muda yg bocil mukanya happy semua. Dari kabupaten banjir diterjang demi meluapkan kegembiraan.
Sementara itu di twitter:
Unacceptable, SDM rendah, vandalisme, tukang bikin macet, dari rumah ke BIP 1.5 jam.
Getir banget hidup orang2 teh.
Soal vandalisme, sampah, nutup jalan arteri urg juga kontra tapi urg mah rek nanya hiji. Naha maraneh anak itb mun anu kieu gacorna edan pisan tapi isu sosial lain anu krusialna sanegara saria ngajaredog?
Cara Bandung Mewariskan Persib
Persib resmi menjuarai liga untuk ketiga kali secara beruntun sekaligus menjadi gelar liga kelima dalam sejarah Persib. Sebuah pencapaian yang membuat Bandung kembali tenggelam dalam lautan biru.
Namun video yang saya unggah ini sebenarnya bukan hanya tentang pesta juara.
Video ini adalah tangkapan kecil tentang bagaimana, dalam satu hari, kota Bandung sedang bekerja mewariskan kebesaran Persib.
Bagi banyak kota, klub sepakbola hanyalah hiburan akhir pekan. Datang ke stadion, menonton pertandingan, lalu pulang. Namun di Bandung, Persib Bandung tidak pernah sesederhana itu. Persib hidup sebagai identitas, sebagai cerita keluarga, sebagai sesuatu yang diwariskan bahkan sebelum seorang anak benar-benar memahami apa arti sepak bola.
Dan malam ini, warisan itu kembali dirayakan.
Di setiap sudut jalan, terlihat orang tua yang membawa anak-anak mereka ikut merayakan. Ada yang digendong di pundak. Ada yang berdiri diapit ayah-ibunya di atas motor dengan jersey yang agak kebesaran. Ada yang tertidur di pelukan ibunya di tengah suara klakson, flare, petasan, kembang api, dan nyanyian bobotoh yang tidak berhenti sejak sore.
Ada juga orang tua yang sejak siang sudah mengajak anaknya nobar di pinggir jalan, di warung, di layar besar kota, atau datang langsung ke stadion. Membiarkan mereka menikmati atmosfer sejak matahari masih tepat di atas kepala hingga akhirnya tenggelam bersama pesta kemenangan Persib.
Bahkan banyak orang tua yang rela berdiri atau duduk berjam-jam di pinggir jalan bersama anak-anak mereka hanya untuk menikmati suasana. Menunggu rombongan konvoi lewat. Menikmati euforia kota. Membiarkan anak mereka melihat sendiri seperti apa rasanya Bandung ketika Persib juara.
Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar tidak masuk akal. Anak kecil berada di luar rumah hingga larut malam. Jalanan penuh asap dan keramaian. Banyak risiko. Membahayakan.
Namun bagi banyak keluarga di Bandung, ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan malam itu.
Ini tentang warisan. Tentang bagaimana kecintaan terhadap Persib tidak diajarkan lewat kata-kata, melainkan lewat pengalaman. Lewat suasana. Lewat memori.
Anak usia tiga atau empat tahun mungkin belum benar-benar mengerti apa arti juara. Mereka mungkin hanya bengong melihat lautan manusia berpakaian biru. Mereka mungkin hanya melamun saat ayah-ibunya berada dalam situasi tegang menunggu hasil akhir. Bahkan mungkin mereka tidak akan mengingat detail malam ini ketika dewasa nanti.
Namun memori tidak selalu bekerja lewat logika.
Ada hal-hal yang diam-diam tinggal di dalam diri seseorang. Bau asap flare. Suara ribuan orang bernyanyi bersama. Wajah ayahnya yang begitu bahagia di malam Persib mencetak sejarah. Jalanan Bandung yang terasa hidup sampai dini hari. Dan mungkin juga momen ketika dirinya duduk kecil di pinggir jalan bersama keluarganya, menunggu konvoi lewat selama berjam-jam.
Semua itu perlahan berubah menjadi core memory.
Dan tanpa disadari, di momen-momen seperti inilah Persib diwariskan.
Bukan lewat teori. Bukan lewat paksaan. Tapi lewat rasa memiliki yang tumbuh perlahan sejak kecil.
Lalu suatu hari nanti, anak kecil yang malam ini hanya duduk diam di atas motor saat konvoi three-peat Persib, akan tumbuh dewasa. Dan mungkin, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya kelak.
Karena di Bandung, mendukung Persib bukan sekadar kebiasaan menonton sepakbola. Ia diwariskan.
Dari jalanan ke jalanan berikutnya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dan pada 23 Mei 2026, sekali lagi, Persib sedang mencetak generasi-generasi baru yang akan terus mencintainya tak lekang oleh waktu.
Lihat? Kelas menengah dijadiin tumbal buat menyalamtkan ekonomi RI 💀
Pas BI naikin suku bunga, bank-bank itu biasanya gercep naikin bunga kredit, tapi lelet banget kalau suruh naikin bunga tabungan.
Buat kalian yang KPR atau cicilan kendaraannya udah masuk masa floating, siap-siap aja tagihan bulanan tiba-tiba bengkak.
Niatnya nyelamatin mata uang negara, tapi yang jadi tameng hidupnya ya dompet kelas menengah.
PHK JALUR SUNYI?
Perusahaan yang operasionalnya ngandelin utang bank bakal kelimpungan karena beban bunga membesar.
Ujung-ujungnya bos-bos bakal milih jalur efisiensi. Mulai dari hiring freeze (stop rekrut orang baru), potong bonus, sampai yang paling horor yah layoff massal.
Jadi, demi menahan Rupiah, pertumbuhan lapangan kerja yang dikorbankan.
Seperti kata ekonom, ini bukan obat mujarab. Kalau asing trust issue sama pasar Indonesia dan tetep ogah naruh duitnya walau bunga udah tinggi, kita bakal kena combo double.
Rupiah tetep nyungsep, cicilan terlanjur mahal, dan cari kerja makin susah karena ekonomi macet. Momen ini sering disebut sebagai jebakan stagflasi BTW.
Begitu juga kalau ada yg bakar polsek dan koramil, itu pasti sekedar kenakalan remaja yg ingin menjadi individu yg unik, gak ada niat meruntuhkan negara dan kapitalisma
Ibu kota propinsi yang ruwet, transportasi umum yang super budug, trotoar tidak ramah pejalan kaki, macet dimana2 sampe ke gang2, pengolahan dan pemilahan sampah gak jalan dan jadi beban TPA, jalan barolong dan gelap. Preman dimana2. 😢😢
Untungnya, Bandung punya PERSIB.
Si eta sejak rencana jenius Gasibuna diprotes netijen langsung ngadadak lempar isu itu ieu. Kayu bakar lah, banjir lah, pemkot lah, persib lah. Tong teralihkan barudaks, fokeus!!
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas.
Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Yang dicuri 28 Miliar, ditawarin balik cuma 7 miliar.
Btw yang dicuri ini bukan uang gereja, tapi uang tabungan 1.900 umat yang backgroundnya macam2, ada yang buruh, petani, dll.
Suster Natalia cerita kalau dia sampai utang kesana sini buat nalangin umat yang butuh dana mendesak karena berobat atau sekolah anak.
Kita bantu viralin biar BNI ga ngeles mulu.
Roger Waters wrote a letter in response to Billy Corgan hosting Zionist Disturbed vocalist David Draiman on his podcast and shared it on his social media account:
“Dear Billy, how are you? It’s been too long. David Draiman... Someone forwarded me this chap’s appearance on your podcast. I’d never heard of him. Anyway, it turns out he has heard of me. It seems he has a problem with me standing up for human rights, particularly the human rights of my brothers and sisters in Gaza who are being slaughtered in a genocide by the armed forces of the Nazi racist, pariah state of Israel.
You, being the lovely fella you are, gave this little piece of shit a chance to clarify or even modify his position. He did. He is a psychotic racist Nazi pig.
I’m told, Billy, he writes messages on bombs before the IDF drops them on civilians in Gaza. Enough said.
I will continue to work with all my brothers and sisters all over the world in the movement to demand equal human rights for all human beings, irrespective of their religion or ethnicity or nationality.
If you, my friend, are wondering if I want a conversation with this obnoxious little prick, the answer is non merci Billy. Life’s too short. He can inhabit his tiny corner of hell without the benefit of my love and truth.”
🚨🇮🇩🇺🇸 EXPOSED: US seeks blanket overflight access via Indonesia. Defence Minister Sjafrie Sjamsoeddin to sign deal in Washington. No case-by-case approval. Just notification.
The empire expands. Indonesia opens its skies. The resistance watches. One deal at a time. one truth at a time. one empire exposed.
Prabowo approved. Sjafrie signs. The US gains. Indonesia loses sovereignty. The resistance asks why. One why at a time. one truth at a time. one free future at a time.
Blanket overflight. No approval needed. The US military moves freely. The resistance objects. One object at a time. one truth at a time. one justice at a time.
Classified document. Now public. The empire's plans exposed. The resistance's work continues.
Kota yang macetnya sangat parah, tidak ramah pejalan kaki karena trotoarnya gak ada yg bener, kalo bener malah dipake parkir, kemana2 susah kalo gak pake motor/mobil pribadi karena transumnya super buduk.
Weekend lalu membuktikan kesaktian kang Ajo ini. Service pun bisa ditungguin dan kita liat hp dibongkar di depan mata sendiri.
Buat yg masih ragu, kang Ajo ini uda service hp di ITC dari tahun 2008.