Tahun ini resolusinya agak nyambung dari resolusi sebelumnya + resolusi baru
Aku bakal nabung 10k tiap 1 akun yg ku block DI SETIAP SOSMED, dan aku bakal on twt di laptop aja
Kalo ada orang orang yang menggiring kejadian kemarin ke hal-hal mistis, langsung report aja beks.
Gak usah kasih panggung orang orang gak punya empati dan akal
Banyak pembenahan yang harus dilakukan oleh DJKA dan Kemenhub sebagai regulator dan pihak yang bertanggungjawab atas prasarana kereta api.
Taksi yang nerobos emang salah, tapi bayangkan situasinya bukan taksi nerobos melainkan rel terhalang benda-benda asing (pohon, muatan truk jatuh, dll). Selama ga ada perbaikan infrastruktur terutama pembuatan double-double-track, most likely kejadiannya dan fatalnya akan sama.
Update: 14 orang meninggal dunia 😭😭
- Korban jiwa: 14 orang (semua penumpang KRL, mayoritas dari gerbong perempuan belakang). Jenazah sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut.
- 11 belum dirilis karena masih dalam verifikasi DNA, sidik jari, dan pemberitahuan keluarga.
- Korban luka: 84 orang (dirawat di berbagai RS di Bekasi). KAI tanggung penuh biaya pengobatan & pemakaman.
Evakuasi sudah selesai total, tidak ada lagi korban terjepit. Jalur masih lumpuh, operasional kereta dipulihkan bertahap.
Innalillahi... 😭🙏🏽🤲🏽
Doa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga yang luka cepat sembuh 🙏
Link berita:
https://t.co/RWfDl2f9BB
https://t.co/LlOXGNLD6M
Sedikit saran masukan.
Ada baiknya saat ini di sekitar lokasi kejadian bisa clear area dulu deh dari masyarakat/individu yang tidak berkepentingan.
Berdasarkan beberapa video beredar yang kami lihat dan cermati, lokasi kejadian (terutama stasiun) banyak dipenuhi invididu yang memenuhi TKP. Masalahnya mereka tidak membantu dalam proses evakuasi, tetapi hanya menonton, dan mendokumentasikan (bahkan live).
Selain membuat tkp menjadi padat karena dipenuhi masyarakat, ini tentu mempersempit ruang gerak bagi tim dan mereka yang memang bekerja untuk melakukan proses pengamanan, SAR dan evakuasi
Selama masa critical time dan jendela waktu untuk menyelamatkan korban yang terjepit masih ada, maka proses evakuasi harus dilakukan secepat dan sesigap mungkin.
Tapi ini tentu akan terhambat, bilamana ruang gerak di lokasi kejadian menjadi sempit.
Cc : @KAI121@txttransportasi
Gw dulu pernah ikut forum diskusi komuterline, tentang evaluasi apa aja yg harus diperbaiki ttg krl dari masyarakat.
Point yg paling penting adalah : semua masukan kritik saran masyarakat itu diterima sama krl menyangkut apapun. Satu masalhnya adl semua itu harus ke DJKAI dulu.
Bagi yang belum tahu
Perkeretaapian Indonesia itu ada :
1. DitjenKA - Ini yang ngurusin prasarana, dari regulasi lintas dan sistem persinyalan, dan kelayakan sarana, hingga stasiun
2. KAI - ini yang kalian tau semua, mereka ini yang mengoperasikan dan yang merawat keretanya.
Dilansir dari IG stories @CommuterLine, pagi ini Lin Cikarang hanya sampai Sta. Bekasi, tidak melayani:
- Bekasi Timur
- Tambun
- Cibitung
- Metland Telaga Murni
- Cikarang
Sebagai bantuan layanan, tersedia shuttle bus @PT_Transjakarta menuju Stasiun Bekasi dari Bulak Kapal.
^v
Ga wajar menurutku. Reward dan punishment itu harus setara.
Kalo 1 menit dipotong Rp35.000, berarti kerja 8 jam/hari selama 24 hari, gajinya harusnya Rp403.200.000. Tapi apa iya gajinya segitu? wkwk
Kantor yang wajar itu motongnya proporsional. Misal gaji 8 juta, dipotong 1 menit berarti cuma Rp694. Beda jauh kan.
Dan kalau logika Rp35.000/menit itu konsisten, harusnya lembur juga dihitung sama. 1 menit overtime = nambah Rp35.000. Tapi apa iya kantor yang motong segitu mau bayar segitu juga? Ya jelas ga.
Satu hal lagi yang sering kelewat: peraturan ini "tidak tertulis." Itu bukan cuma masalah etika, tapi bermasalah secara hukum. Pemotongan gaji tanpa dasar kontrak atau kebijakan tertulis itu ga sesuai UU Ketenagakerjaan. Beda ceritanya kalau ada hitam di atas putih.
Dan berlaku ke anak magang? Itu bahkan lebih ga bisa dibenarkan. Status magang beda secara struktural, kontraknya beda, hak dan kewajibannya beda. Nyamain mereka dengan karyawan tetap dalam hal punishment itu logikanya ga nyambung.
Perspektif owner ya pasti ga mau rugi, itu wajar.
Tapi ingat, hubungan perusahaan dan karyawan itu transaksional. Ga boleh jomplang satu arah. Kalau standarnya ga ditegakkan, bukan "budaya disiplin" yang terbentuk, tapi normalisasi eksploitasi.
Bang Ryan sabar bgt jadi orang. Bayangin, tiap filmnya pasti ada ae rumor aneh di kalangan gen x/baby boomers
Jumbo: "Jangan nonton, ngajarin anak berbuat syirik"
Na Willa: "Jangan nonton, profitnya didonasikan ke isntreal"
MEREKA PADA DAPET RUMORNYA DARI MANA ASTAGA😭😭😭
Sebenernya samar2 aku inget mereka juga bilang bibir ku bisa kaya gitu krn dicium sama om2, tp aku lupa kalimat persisnya gmn. pokoknya semenjak dibilangin kaya gitu, aku jd sensi bgt kalo ada yg ngomongin bibir (skrg udh ga terlalu sih, ga separah dlu)
GA AKAN PERNAH MINGKEM SOAL INI WALAUPUN CUMA TERJADI SEKALI
Waktu SMP kurang lebih ada omongan, "bibir orng yg tebel dan ada belahan di bawah tuh tandanya udh pernah dicium" dan dilanjut bibir yg dimaksud adalah bibir ku🙃
Barusan liat threads ada kucing ga bisa pipis, ga bisa ke vet, liat youtube lalu kasih furosemide 😳😖
Saudara, furosemide itu diuretik, bikin produksi pipis banyak. Emang di kucing sehat jadi lancar banget pipisnya, tapi ketika pipis mampet, yang ada kantung kemihnya meledak😖
@runiarumndari Sialnya lagi, mau keliatan tau atau ga tau tuh hasilnya sama aja, sama2 dicemooh. Kalo tau bakal dianggep kepinteran, kalo ga tau dianggep karbit
Adek ku contohnya, di saat kakak2nya dulu (termasuk aku, maaf) ngejek krn dia cengeng, Mama justru bilang, "gapapa, namanya anak kecil emang udh sewajarnya nangis"
Hasilnya? REGULASI EMOSI DIA LEBIH BAGUS, ga gampang ngamuk kek Bapak + kakak2nya :"'
Plis buat para calon/orangtua plisss stop bilang ini ketika anak toddler laki² jatuh "ah nggak papa, anak laki harus ampuh, kuat tahan banting, nggak boleh nangis, cengeng kek cewek", efeknya apa pak bapak buibu? Ya bisa BUNUH pasangannya, bacok temennya, bakar rumah, mutilasi
Belajar isu gender tuh GAK BISA cepet/instan. For me, belajar isu gender bikin gue ngerasa ripped apart. Gue perlu duduk sama rasa gak nyaman, dibikin mempertanyakan keyakinan/pandangan yg dipegang, dan I don't know what I know anymore. It was grim.