Bro, ini cerita gue soal naikin semangat pas lagi down total.
Gue umur 25, karyawan swasta di Jakarta. Kerja di kantor daerah Sudirman, tiap hari naik TransJakarta atau ojek online, macet parah, deadline numpuk, bos ngejar-ngejar, gaji masuk tapi rasanya cuma buat bayar kos, makan, sama cicilan HP.
Ada hal yang memperburuk keadaan gue waktu itu,
Daripada tiap malem abis berjam-jam untuk scrolling Tiktok, mending coba deh untuk ganti pake website ini, ya ini gratis.
Hasilnya lu bisa belajar lebih banyak tapi pikiran juga lebih ringan cocok buat yang suka explore.
1. Google Arts & Culture
Bisa jalan-jalan ke ribuan museum terkenal di dunia langsung dari rumah.
2. FutureLearn
Banyak banget kursus gratis soal skill, psikologi, bisnis, sama teknologi.
3. Radio Garden
Jujur klo ini bener, sedih sih.
Banyak yg tumbang sampai ada yg MD 🥺
Agar tdk terulang kejadian seperti ini, aku pengen ngajak semuanya buat sadar kapasitas diri.
Kan punya smartwatch tuh?
Klo udh masuk zona 5 + badan mulai gk enak, jgn dipaksa lama2 di situ demi ngejar pace.
Klo sdh fatigue, kurangi pace.
Aplg klo udah kerasa dada mulai berat, pening, mual, pertimbangkan DNF.
Di luar race kan bisa latian lg buat naikin kapasitas kebugaran secara bertahap utk next race. Ga bisa instan lah.
Daripada kenapa2 sampai kehilangan nyawa gitu, sayangi diri sendiri yuk 🥺🙏🏻
Bung Hatta pernah beneran mikir keras soal Indonesia mau dibawa ke mana dan pilihannya jatuh ke FEDERASI.
Bukan karena aneh-aneh, tapi dia ngeliat fakta: Indonesia kegedean, tiap sudutnya beda, dan mustahil semua bisa kebagian adil kalau semuanya dikendaliin dari satu tempat.
Tapi ide itu langsung ditolak Soekarnosebab dianggap cuma akal-akalan Belanda, dan Hatta ya sudahlah, nggak ngotot, nggak berisik, langsung mundur dan simpan pikiran itu buat dirinya sendiri.
Sampai sekarang kita masih pusing soal hal yang sama: daerah ngerasa dilupain, pusat dianggap nggak adil.
Sepertinya Hatta udah tau ending-nya dari awal, kita aja yang telat nyadar.😅
Cc:@indepenSumatera
Dear mahasiswa baru.
Gua punya saran yang mungkin bakal mengubah hidup kalian.
Hindari jadi mahasiswa yang terlalu fokus ke akademik dan terjebak di organisasi kampus.
Kedengarannya nyesatin? Sini gua jelasin. 🧵
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Konspirasi gue nih elit global perlahan lahan sengaja buat mata uang negara negara di dunia lemah, biar terjadi krisis di dunia trus dunia ngikut penggunaan chip digital yang ditanem di tangan trus New World Order.
Kenapa kok ga ada tanda2 perbaikan sama sekali ya? Atau emg lazimnya butuh waktu berbulan2 baru keliatan?
Faktor terbesarnya apa sih? Ketidakstabilan politik di Indonesia atau apa?
Atau “piHAk aSENg” ikutan mengintervensi kah? Bener2 clueless beginian, awam banget 😭🙏🏻
@QUEERAUSAHAAN Bener bgt bg ini gua baru mutasi dari cabang yg kerjanya 12-15 jam ke HO Ancol yang kerjanya 8 jam Sabtu Minggu libur. Plus atasan di cabang tu toxic ga kyk atasan di HO.
@mendoansambelin Berarti ada yg salah dengan lingkungan kerjanya ka, atasannya yg toxic atau lingkungan nya. Kalau karyawan nya gen z jgn coba coba lingkungan kerjanya toxic deh, coba d perbaiki dulu.
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲