Gua mau mulai dari sesuatu yang bukan fiksi. Bukan mitos. Lima nama ini beneran ada. Dodo. Masrukhi. Iis. Bergas. Fauzan. Mahasiswa UGM. Mapagama. Mereka naik Gunung Slamet 4 Februari 2001 lewat jalur Kaliwadas Brebes. Badai ngehantam mereka di batas vegetasi. Mereka terjebak. Logistik habis. Kompor kebawa turun sama yang berhasil lolos. Dan satu per satu dari mereka mati kedinginan di ketinggian 3000 meter lebih sementara di bawah orang-orang masih belum tau mereka ada di sana. Hanya Dewi dan Gentur yang turun hidup-hidup. Dan jenazah Masrukhi ditemukan 200 meter di atas lokasi terakhir dia ditinggalkan. Naik. Di gunung yang masih badai. Kaga ada yang bisa jelasin sampe sekarang.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #horor
Tampang Dua orang provokator menyusup dalam aksi demo mahasiswa di Bendungan Hillir (Benhil),
Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat ditangkap polisi, Jumat (12/6/2026)
Kami titip sini dulu, nanti kami kasih info selanjutnya, siapa dua pria ini...
Bangsad, main klean kayak anjing.
⚠️ Pembunuhan di Desa Dawung, Kecamatan Jenang, Sragen, Jawa Tengah ⚠️
Kejadiannya baru hari ini, Jumat, 5 Juni 2026.
Ada korban jiwa 😢 Bilqis, usianya 11 tahun. Masih kelas 5 SD. Ibunya kerja. Korban sendiri di rumah. Bilqis ditemukan dalam kondisi penuh luka sajam. Menurut berita, motor ortu korban juga hilang. Kemungkinan ini perampokan.
Ya Allah, merinding. Kenapa manusia makin kejam sih??? 😭
Info A1: Selama seminggu ini kemungkinan pemadaman bergilir bakal berlanjut (antara tiap hari atau 2 hari sekali). Pokoknya pas listrik nyala, jangan lupa charge hp, emergency lamp dll pemadaman bergilir ternyata penyebabnya karena efisiensi batubara EFEK DOLLAR NAIK.
Ada isu karena pemerintah telat bayar subsidi ke PLN 🫣
cc:thread__melwijaya
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
Tali pocong perawan itu bukan mitos murahan.
Di Tulungagung, ritual ini masih ada. Caranya: curi tali dari pocong perempuan yang belum menikah waktu dimakamkan. Tali itu disimpan, dipuja, dikasih makan darah tiap malam Jumat. Imbalannya: kekayaan. Apapun yang diminta, dikasih.
Bayarannya: tiap tahun harus setor satu nyawa. Bukan sembarang nyawa. Harus orang yang belum pernah kena kutukan sebelumnya. Orang yang “bersih.” Kita berlima baru keluar dari Ponorogo dengan Raka yang lengannya patah dan Najmi yang lehernya luka gigitan. Di Tulungagung, seorang bapak tua minta tolong di pinggir jalan. Gua harusnya nggak berhenti.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #horor
akhirnya ketemu juga
https://t.co/uEwkFdc4wt
File isi baru semua
https://t.co/6e0RsirTh4
kagura prank ojol
https://t.co/bMqIjzS9Uf
kesempatan
https://t.co/dM0gdXhTim
RUMAH ITU MASIH BERDIRI SAMPAI SEKARANG!
Di kampung gua ada rumah lumayan besar tapi selalu kosong.
Bukan karena nggak ada yang mau beli. Bukan karena nggak ada yang mau nginep.
Tapi karena semua orang yang pernah tinggal di kampung ini tau apa yang ada di dalam sana.
Dan gua salah satu yang tau. Karena gua yang ngalaminnya langsung.
@SudutTakKasat @redontsleep
@lembarkelam_ @ilustrasikelam@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #WarungHorror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
Bekasi – Tiga pelaku pencurian sepeda motor babak belur diamuk massa setelah aksinya dipergoki warga di Gang Olim Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat (22/5/2026).
Aksi pencurian tersebut terjadi saat kondisi lingkungan tengah ramai oleh para pekerja pabrik yang baru pulang kerja serta warga sekitar yang sedang berkumpul di lokasi. Salah seorang warga curiga melihat gerak-gerik para pelaku yang mencoba membawa kabur sepeda motor milik warga yang terparkir di depan kontrakan.
Warga yang mengetahui aksi tersebut langsung berteriak sehingga memancing perhatian warga lainnya. Ketiga pelaku pun gagal melarikan diri setelah dikejar dan berhasil diamankan warga di lokasi kejadian.
Kesal lantaran aksi pencurian kendaraan bermotor kerap terjadi di lingkungan tersebut, warga yang emosi kemudian meluapkan kemarahannya kepada para pelaku dengan menghajar mereka beramai-ramai.
Video: https://t.co/7XmYL9zBo9
Berita duka kembali datang dari wilayah Papua Pegunungan. Sebanyak delapan orang penambang emas dilaporkan tewas di Distrik Korowai, Kabupaten Yahukimo, setelah diduga menjadi korban pembantaian oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna, pada Kamis pagi (21/5/2026). Menurutnya, aparat TNI saat ini tengah menyiapkan proses evakuasi terhadap para korban sekaligus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan.
“Sebagai tindak lanjut, Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan pesawat helikopter untuk mempercepat proses evakuasi korban dari lokasi kejadian. Selain itu, aparat keamanan juga akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar Wirya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koops TNI Habema, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (20/5/2026). Kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka diduga menyerang para pendulang emas yang berada di wilayah Korowai.
Serangan itu disebut dilakukan bersama pasukan dari Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka. Kedua kelompok tersebut diduga menuding para penambang emas sebagai aparat keamanan yang menyamar sehingga melakukan aksi penyerangan brutal yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia.
Namun demikian, Koops TNI Habema menegaskan bahwa seluruh korban merupakan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dan tidak memiliki keterkaitan dengan aparat keamanan.
“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” tegas Wirya.
Koops TNI Habema juga mengutuk keras aksi kekerasan tersebut. TNI menyebut tindakan pembunuhan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun karena melanggar hukum serta hak asasi manusia.
Menurut Wirya, aksi tersebut menunjukkan bahwa kelompok bersenjata OPM tidak segan melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Karena itu, aparat keamanan akan terus meningkatkan operasi pengamanan di wilayah Yahukimo guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” katanya.
Saat ini proses persiapan evakuasi korban masih berlangsung dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan armada helikopter. Penggunaan helikopter dinilai penting mengingat lokasi kejadian berada di wilayah pedalaman dengan akses yang sangat terbatas.
Pasca insiden tersebut, situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dilaporkan masih rawan, namun aparat memastikan kondisi tetap terkendali. Patroli keamanan juga ditingkatkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang berada di wilayah terdampak konflik.
“Koops TNI Habema juga meningkatkan patroli keamanan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil di wilayah terdampak,” pungkas Wirya.
Berikut adalah kronologi kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang dokter kandungan di Garut yang viral di media sosial tersebut, dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/4/2025).
1. Kasus terjadi pada 2024
Peristiwa diduga terjadi pada tahun 2024 di sebuah klinik swasta di Garut, bukan di rumah sakit milik pemerintah.
Dokter yang menangani, M Syafril Firdaus, juga diketahui melakukan pemeriksaan tanpa didampingi asisten medis.
2. Dokter tawarkan program USG gratis
Dokter yang bersangkutan ternyata pernah bekerja sama dengan Pemkab Garut dan berdinas di RS Malangbong. Dokter tersebut diduga menawarkan pemeriksaan USG gratis kepada pasien melalui pesan WhatsApp.
Namun, pihak klinik menyatakan tidak pernah mengadakan program USG gratis, menandakan bahwa tawaran tersebut adalah inisiatif pribadi dokter.
3. Tindakan Tidak Wajar
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat dokter tersebut menggunakan tangan kanan untuk memegang alat USG di perut pasien, sementara tangan kirinya bergerak ke area dada pasien.
Gerakan ini dinilai tidak sesuai dengan prosedur medis standar.
4. Viral di Media Sosial
Video rekaman CCTV tersebut diunggah oleh akun Instagram @ ppdsgramm pada 15 April 2025 dan menjadi viral, memicu kemarahan publik.
5. Korban Lain Mulai Bersuara
Setelah video tersebut beredar, beberapa korban lain mulai mengungkapkan pengalaman serupa melalui media sosial, menyatakan bahwa dokter tersebut telah melakukan tindakan tidak pantas selama pemeriksaan.
6. Dinkes Garut buka suara
Dinas Kesehatan Garut menyatakan sedang menelusuri kasus ini dan akan mengambil tindakan bila terbukti ada pelanggaran. Polres Garut juga mulai melakukan penyelidikan terhadap laporan dari korban dan rekaman CCTV.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menelusuri kembali kasus ini dan berencana memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelecehan tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian telah memulai penyelidikan atas laporan yang masuk.
C4rok Berdar4h Gegerkan Sumberwringin, Warga Padati TKP
Peristiwa c4rok terjadi di pekarangan warga di wilayah Sumberwringin, Kecamatan Klakah, yang mengakibatkan orang meninggal dunia.
Informasi sementara, satu korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP), sementara satu lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit.
Tak lama setelah kejadian, warga sekitar langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi TKP yang berada di area pekarangan.
Hingga saat ini, kronologis lengkap masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.