dari cerita para guru, program ini nambah beban karna mereka harus:
- terlibat langsung bagiin makanan
- menghitung jumlah paket
- ngumpulin ompreng
"waktu istirahat tidak ada, persiapan mengajar jadi berkurang"
gausah adu aduan pencapaian lah, dizaman sekarang lu ga living together, ga bunting duluan, ga dugem, ga nyiksa ortu buat gengsi, hidup lempeng-lempeng aja udah mantep banget
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
🚨 JUST IN: Hasil pertemuan Mahasiswa UBK & MH Thamrin dengan Wapres Gibran di Istana sore ini:
1. Tuntutan diteruskan ke Presiden,
2. Tenggat 5x24 jam untuk pemerintah (jika tidak didengar, akan ada aksi berjilid-jilid)
3. Menolak undangan makan malam
#demo#IndonesiaGelap
Hari ini rapat pembahasan anggaran Badan Gizi Nasional bersama Komisi IX DPR digelar secara tertutup.
Kalian miris gasi guys negeri ini, di luar sana lapisan masyarakat/ mahasiswa sedang demo/ berjuang stop MBG, yang di dalem lagi rapat soal anggaran MBG
Demo hari ini diseluruh Indonesia minim video, karena sinyal di area demo mati, cctv juga mati, yang ini di kota lubuklinggau tampak ricuh, TAMPAK ada gas air mata.. gaez !
🚨 JUST IN: Terpantau Mahasiswa dihadang kembali oleh aparat di Benhil!!!
Lagi-lagi, dihadang sama pulici itu.. padahal Pemprov DKI udah bilang boleh menyuarakan aspirasi di Bundaran HI 🤯🤯
#demo#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
Polda Metro Jaya hari ini, di depan kamera:
"Kami bukan musuh mahasiswa. Kami adalah partner. Kami adalah mitra."
Lalu mereka umumkan angkanya:
Untuk mengawal demo hari ini , 6.675 personel gabungan disiagakan.
Prediksi massa aksi?
Sekitar 300–500 orang di DPR/MPR.
Di Bundaran HI? 80–100 orang.
Rasionya: untuk 500 mahasiswa, negara siapkan hampir 13 aparat per orang.
Tiga belas.
Bukan untuk perang.
Bukan untuk bencana.
Untuk warga negara yang mau bicara.
Dan ini bukan pertama kali.
Jumat 12 Juni lalu ,4.151 personel untuk massa yang juga ratusan orang.
Setiap minggu angkanya naik.
Di saat yang sama, Polda mempersoalkan surat pemberitahuan , apakah mahasiswa sudah lapor sesuai UU No. 9 Tahun 1998 Pasal 10.
Tapi Kabid Humas Polda mengakui sendiri dalam konferensi pers hari ini: meski tanpa surat pemberitahuan, polisi tetap melakukan pengawalan.
Jadi surat itu wajib atau tidak?
Kalau tidak wajib , kenapa dipermasalahkan ke publik?
Kalau wajib , kenapa tetap dilayani?
6.675 aparat untuk 500 mahasiswa yang mau bicara.
Di negara mana ini disebut "pelayanan"?