Malem-malem di luar udaranya berangin dan sejuk, tapi anehnya rumahmu tetep panas♨️?
Mungkin 🏡 rumahmu butuh ini: "ventilasi malam" 🪟🌙
Asli simpel banget tapi herannya,
Gak semua rumah punya ginian!
Prinsipnya, ventilasi itu seperti selang air ada saluran masuk ada pula saluran keluar. Mustahil kita punya selang air yang baik kalau cuma ada satu saluran doang. Jadi di sini kita pakai prinsip Fluida di Fisika yes.
Masalah pemanasan ruang di malam hari jaman dulu gak terjadi soalnya banyak bangunan dibuat dari bahan alam yang punya rongga seperti kayu dan bambu.
Selain itu bangunan tradisional punya langit-langit dan atap yang sangat tinggi, cuma bangunan kekinian aja yang bikin tinggi plafon cuma 2,8 meter. Belum lagi bangunan terdahulu banyak yang ditinggikan dengan panggung.
Seiring waktu, bangunan dianggap modern kalau full bata plaster dan pelan-pelan melupakan Fisika Bangunan kearifan lokal berupa dinding dan lantai pasti ada celah-celah kecil yang bisa dilewati udara sejuk dari bawah.
Makanya di gambar ini saya taruh ventilasi bawah posisinya di dekat lantai, area kaki, kalau bangunan bisa ditinggikan agar jadi panggung okay, tapi kalau gak bisa ya gapapa.
Khawatir hewan masuk? Seperti celah kayu dan bambu yang kurang dari 1-3 cm, kita bisa modifikasi agar celah sesempit itu juga. Sebaiknya celah juga tersebar mengelilingi ruang dan berada di dinding eksterior di mana angin tahunan datang.
Angin tahunan yang dimaksud adalah frekuensi tertinggi datangnya angin dari data windrose kota/kabupaten setempat.
Saluran masuk atau inlet dari arah bawah harus ditemani dengan ventilasi malam yang posisinya di atas sejajar dengan plafon. Ventilasi ini juga jangan pelit ukuran, lebih baik sempit tapi lebar, mengelilingi bangunan terutama pada dinding eksterior.
Meninggikan bangunan dengan panggung atau simply atap/plafon tinggi punya keuntungan menciptakan stack effect di dalam bangunan. Udara hangat memisahkan diri dari udara dingin, hangat ke atas sementara dingin tetap di bawah.
Seiring waktu udara dingin tertransfer panas secara konveksi dari tubuh manusia, ada aktivitas memasak, dan juga lewat radiasi perangkat elektronik lainnya. Awalnya sejuk, lama-lama juga jadi hangat lalu ia meringan massa jenisnya dan mengawang ke atas plafon, begitu seterusnya.
PR kita adalah membuang udara hangat ini saat malam. Kan aneh kalau luar rumah sejuk, tapi masuk rumah malah harus nyalain AC.
Nyalain AC justru saat malam hari?? 😆
Dengan membuat outlet atau saluran buang udara di plafon ini membebaskan udara hangat yang semua terperangkap di dalam rumah. Makanya penting untuk meletakkan bukaan ini sejajar dengan plafon.
Selain itu kalau diperhatikan dengan seksama, ukuran bukaan inlet harus lebih kecil dari outlet, agar terjadi percepatan aliran udara. Jadi buatlah saluran masuk yang sempit, tapi saluran udara buang yang lebih besar.
Beberapa hari lalu saya twit tentang ventilasi alami di dinding nggak untuk semua rumah, karena ada kondisi yang tidak selalu memungkinkan. Okay, solusi lainnya adalah sediakan saluran buang menggunakan Turbine Vent di atap atau Exhaust Fan di dinding.
Jangan asal pasang, tentu harus dihitung berapa kapasitas udara buang (meter kubik perjam) yang bisa terjadi dari pemasangan alat tersebut. Selain itu perlu dipertimbangkan Turbine Ventilator tidak perlu listrik, sementara Exhaust Fan akan mengonsumsi listrik. Plus-minus ini bisa jadi pertimbangan.
Satu lagi, perhatikan juga adanya sumber panas lain di bangunan yang gak disadari yaitu tembok tebal (di sketsa thermal mass ditandai dengan garis warna merah).
Tembok eksterior yang beneran menghadap Timur atau Barat akan menahan dan menyerap panas dari pagi hingga sore seperti baterai. Saat malam baterai termal ini penuh, saatnya ia bergantian melepaskan panas ke dalam rumah kita.
Jadi, udah tahu ya kenapa rumah panas saat malam hari?
Yang terakhir adalah kondisi nyaman ternyata bisa tercapai dengan mempercepat aliran udara. Kipas adalah salah satu cara artifisial untuk menghadirkan aliran udara, tapi jadi angin semu kalau yang ditiup adalah udara hangat tadi. Tentunya harus diperbarui dengan udara sejuk agar yang ditiup betulan bisa menyamankan tubuh manusia.
Lihat grafik hubungan Air Speed dengan Operative Temperature ini. Misal temperatur ruang 27 degC itu hitungannya cukup hangat ya, agak jarang orang bisa tidur dengan temperatur sehangat itu.
TAPI, pada temperatur 27 degC kita tetap bisa merasa nyaman jika kita memilih baju setengah telanjang (ditandai dengan 0,5 clo) dan ada tiupan angin secepat 0,8 meter/detik. Oya, 1 clo itu adalah satuan cara berpakaian di Fisika, wujudnya bercelana panjang dan berkemeja lengan panjang, seperti orang kerja kantoran itu 1 clo.
Jadi, kalau kipas (Ceiling Fan) udah gak mempan saran saya yaa renovasi minor aja agar bangunan punya cara untuk membuang udara hangat. Selain itu dengan adanya inlet dan outlet, pasti di tengah-tengah ruangan akan terjadi aliran udara yang dipercepat.
Salam sejuk, nyaman, dan sehat..
Referensi:
Arens E., S. Turner, H. Zhang, and G. Paliaga. 2009. Moving air for comfort. ASHRAE Journal, May 51 (25), 8 – 18. https://t.co/Kt1BzGTAMa
Jenkins, Meg. 2024. What Is ASHRAE 55? Basics of Thermal Comfort. SimScale Blog: https://t.co/lLn5zfsAFj
Australian Government. Passive cooling. YourHome: https://t.co/NxFydZZehs
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
Sering ditanya pilih kelapa hijau atau kuning, dikiranya cuma beda warna casing doang. Padahal secara genetik dan biokimia, mereka berdua beda "kasta", Kawan
Sini-sini aku kaish funfactnyaa
Secara taksonomi pertanian, kelapa kuning di foto sebelah kiri (biasa disebut Kelapa Gading) itu masuk ras Genjah. Pohonnya cebol, genit karena super cepat berbuah (3-4 tahun sudah panen), tapi umurnya lebih pendek. Sedangkan kelapa hijau di sebelah kanan umumnya masuk ras Dalam. Pohonnya raksasa, lambat berbuah, tapi punya umur panjang bak tetua kampung yang bisa hidup sampai nyaris seabad.🤣🤣
Kalau bicara rasa...
Kelapa Hijau: Menang telak di volume air. Kadar isotoniknya (kalium, natrium, magnesium) sangat seimbang, menghasilkan rasa air yang clean, segar, dan ringan. Cocok buat rehidrasi pasca-olahraga.
Kelapa Kuning (Gading): Volume airnya lebih sedikit dan batoknya lebih kecil. TAPI, karena ruangnya sempit, konsentrasi senyawa gula alami (sukrosa, fruktosa, dan glukosa) di dalamnya menjadi jauh lebih padat. Makanya, kelapa kuning sering terasa lebih manis legit secara alami dibandingkan yang hijau.
Anakku bangun 4x semalam.
Selama 8 bulan dulu
Kita coba semuanya.
White noise machine. Rp 500 ribu.
Bedtime routine ketat. 7 malam, mandi, baca buku.
Minyak telon. Pijat bayi. Doa.
Gak ada yang works. Sampai aku cerita ke dokter anak.
Dia tanya satu pertanyaan:
"Kamar tidurnya pakai lampu apa?"
Ini resep aku untuk bikin kaldu seafood. Masa rebusnya sekitar 30-45 menit saja.
Bahan utamanya bisa tulang salmon, kepala udang, kulit kerang, dll.
Lalu ada bawang putih geprek, bombay, jahe sedikit, wortel atau bonggol jagung, udah.
Kalo Ferran Adria pake white wine.
kenapa gua itu suka dan memilih melihat banyak orderbook ketimbang multiple chart?
simple, trigger group order, market mover, itu lebih cepat dideteksi dari orderbook. even saham yang kita WL, biasanya keliatan ada orderan besar, akan keliatan "kedipan" dari orderbook.
buat yang mau coba, nih gua kasi tips cara susunnya...
Sebenernya Diary sama Journaling tuh basically sama. Cuman tujuannya yg beda :
Diary (Buku Harian) :
•Fokus kejadian/peristiwa harian
•Catatan kronologis (siapa, dmn, apa, kapan)
•Lebih ke arsip dokumentasi kehidupan dan kenangan
•Formatnya terikat tanggal & waktu
Orang indo kalo disuruh asbun jago banget njir😭😭
“sewajarnya manusia aja kak”
“make nih orang”
“sus dia bangun sus”
“aku juga terapin diet if kak, if i’m hungry i’m eating”
“dibilang juga apa nguburnya kurang dalem, keluar lagi kan jadinya”
“yaudah biarin aja selagi gak makan ternak warga”
“ke dokter sendiri aja kak aku malu nganternya”