berbuat baik itu aneh ya, kita yg effort, kita juga yg bahagia. jadi ceritanya aku punya murid, dia anak yg pintar, sopan sm guru, tp dia terkenal diantara teman2nya sbg anak yg sangat miskin di sekolah. bapaknya lumpuh, ibunya jualan tempe buat hidup sehari2. dia anak sulung.
adiknya masih kecil. pernah kucalonkan nama dia sbg penerima beasiswa, tp ibunya menolak karena dpt PKH di desanya. entah takut PKH nya jadi ga cair lagi, entah karena sudah merasa cukup dg bantuan itu. suatu hari, saat..
saat praktik di lab komputer yang mengharuskan anak2 lepas sepatu, ada anak yg bertanya, "sepatu siapa nih?" karena ketendang sm sepatu2 yg lain. anak yg lain menjawab, "sepatunya si A itu." "kok tau?", tanya teman yg bertanya itu lg.
"ya tau lah, orang sepatunya bolong. siapa lagi yg pake sepatu bolong kalo bukan dia." nyes, hatiku ikut teriris. yg bilang itu temen deket dia. dia bilang dengan nada ramah sebenernya, tdk bermaksud menjelekkan, tp tetep aja malu kan ya.
waktu studytour, ibunya whatsapp aku. nanya apa boleh kalo ga ikut. kubilang boleh, karena tdk wajib, buat yg mau2 aja. tp mungkin ibunya berubah pikiran, jadi beliau nanya lagi, apakah boleh jika ada keringanan, alias tidak bayar full. aku nyaranin buat langsung ketemu kepsek.
karena emg ada kuota untuk anak yg tidak mampu, nayar separuh saja. karena saat itu aku belum serdik, jd aku cuma bisa kasih uang saku ke anaknya dikit. takut gabisa jajan di tempat wisata.
kemarin, waktu pelepasan kelas 9, aku perhatiin sepatunya, bertanya2 apakah dari tahun lalu (waktu temennya ada yg komen) dia udah ganti sepatu atau belum. dan ternyata, BELUM. 🙃
sepatunya masih sama, sepatu yg rusak, sepatu yg belakangnya bolong itu. karena aku ga ngajar kelas 9, jadi aku jarang bgt liat dia. hari ini, aku chat dia, aku nanya udh beli sepatu buat nanti masuk SMK apa belum. dia jawab, belum, mungkin mepet masuk sekolah aja. masih nabung juga buat beli sepatu. 🫠
akhirnya, kuajak dia ke toko sepatu buat beli sepatu. awalnya dia nolak karena udh nabung sendiri, tp kubilang uang yg dia tabung bisa buat yg lainnya.
akhirnya dia mau. aku ke toko sepatu sama satu muridku lagi yang yatim piatu, biar ga awkward atau biar ga disangka tante2 bawa brondong, soalnya dia cowok.
kuminta dia buat milih sepatu, "gausah liat harga. pilih yg kamu suka aja." kataku. pas udah beberapa lama, dia masih milih2. kutanya, "belum nemu juga?"
"belum, miss. ini ada sih, tapi ukurannya ngepas." "loh, bagus kan, biar enak dipake kalo ngepas." kataku "engga miss. saya mau yang ukurannya lebih besar aja. biar bisa muat lama." aku mau nangis rasanya.
kuiyain aja. akhirnya setelah lama milih2, dia dapat juga yg ukurannya pas. "sekalian beli buku." kataku. dia mengiyakan, tp cuma beli yg satu pak nya itu isinya 6. terus kuambilin lagi satu. "buat adekmu. dia juga udah sekolah kan?" tanyaku.
"iya miss. udah kelas 3 SD sekarang. makasih ya miss." jawabnya. kutanya, laper ga, dia jawab engga. "udah makan tadi sama tempe sebelum ke sini, miss." beneran mau nangis tp harus kutahan. kutawarin makan bakso, mie, ayam dll dia gamau.
akhirnya kubilang, "yaudah, kalian ikutin saya." akhirnya kuajak ke tempat steak ayam. kusuruh pesen apa aja yg dipengen. eh, dia cuma pesen ayam biasa, kusuruh yg double, gamau. tp akhirnya kupesenin juga yg double. biar sekalian adeknya makan.
karena aku minta buat dibungkus aja. itu chat ibunya setelah dia pulang beli sepatu. anaknya jg sebelumnya ngechat bilang makasih dan semoga besok bisa bales kebaikanku. aku cuma bilang, "yang penting kamu selalu jadi anak yang baik.
ga neko2, fokus sama tujuan." anak yang satu lagi juga kasian bgt ceritanya. tp kepanjangan kalo diceritain semua. cuma pengen berbagi rasa bahagia aja.
cc:threadbtariranum
KEBAYANG GASIH MALEM² KETEMU NENEK² SAMA KAKEK² LG DORONG GEROBAK JUALAN MIE AYAM TERNYATA, saya Yakin kalo kalian liat lgsg pun ga akan tega ngeliat pakle nya nahan sakit dan lemes gitu 🥺 real banget ekonomi bener² memburukkah ? Ini Jam 8 malem lewat, kalo kalian tanya kenapa pakle nya senderan ? Pakle nya sakit makanya ibu nya yang buat pesenan nya tapi pakle nya masih mau nemenin ibu nya keliling 😭 katanya seharian keliling baru laku 5 mangkok, saking lagi sepi nya
Semoga Pakle byk rejeki dari netizen yang bantu larisin dagangan pakle nya, pas saya tanya kenapa ga anak nya yang cari uang ? Ibu nya jawab ; anak saya udah ga ada, ada cucu aja 1 masih sekolah smp, kalo mantu saya sudah nikah lagi jadi udah dikampung, Ya Allah kalian yang lewat daerah Dadap Kosambi ketemu pakle nya dan berniat bantu blh banget dibeli ya
Netizen please do your magic🥲🙏🙏🙏
sc:threadschelssfan
Hadirilah
AKSI BELA PALESTINA
"Hentikan Agresi & Perampasan Gaza, Selamatkan Masjidil Aqsa, Tangkap Penjahat Perang Genosida"
AHAD 14 JUNI 2026
06.00 WIB S/D SELESAI
TITIK KUMPUL
PATUNG KUDA JAKARTA PUSAT
"diawali longmarch dari patung kuda ke kedubes AS"
Seorang siswa gagal menyelesaikan kompetisi OSN karena terjadi pemadaman listrik total di menit ke32 ketika pengerjaan soal.
Pemadaman berlangsung lebih dari 4 jam & memutus seluruh jaringan internet di beberapa kecamatan, sehingga data seluler pun tidak bisa digunakan untuk mengerjakan soal.
CC: nanad.0814
KISAH PILU KAKEK LANSIA YANG TERTIDUR DALAM KEADAAN LAPAR KARENA DAGANGANNYA TIDAK ADA YANG LAKU
Di sudut depan pasar yang bising, Abah Sobandi (66 tahun) duduk menanti keajaiban.
Di usianya yang sudah senja, ia masih harus berjuang menyambung hidup dengan membuat dan menjual mainan anak tradisional.
Menggunakan tangan tuanya, ia merajut sendiri bilah-bilah bambu dan kertas warna-warni, mencoba bertahan di tengah gempuran zaman modern yang serba digital.
Setiap hari, Abah mangkal dari pagi hingga sore hari di tempat yang sama.
Namun, karena yang dijual adalah mainan tradisional, peminatnya kini sangat jarang. Hari-hari Abah lebih sering dihabiskan dalam sepi kadang dagangannya hanya laku sedikit, bahkan sering kali tidak laku sama sekali.
Saking sepinya, Abah sampai sering ketiduran di tempat ia mangkal karena kelelahan menunggu pembeli yang tak kunjung datang.
Dampak dari sepinya jualan langsung memukul lambung Abah.
Tanpa pengasilan yang pasti, urusan makan sehari-hari pun menjadi tidak menentu.
Jika ada uang ia bisa makan, namun tak jarang Abah terpaksa tidak makan sama sekali seharian karena kantongnya kosong melongpong.
Jangankan untuk mengontrak tempat tinggal, untuk tidur pun Abah kini harus menumpang di rumah orang lain.
Jauh di dalam lubuk hatinya, tersimpan kerinduan mendalam pada kampung halamannya.
Abah adalah orang asli Garut yang merantau demi mengadu nasib.
Namun, kenyataan pahit membuatnya sangat jarang bisa pulang.
Untuk sekadar mengisi perutnya sendiri saja susahnya bukan main, apalagi mengumpulkan uang untuk ongkos pulang atau mengirim nafkah ke keluarga di kampung.
Kisah Abah Sobandi adalah potret pilu perjuangan seorang lansia yang menolak mengemis di masa tuanya.
Di tengah hiruk-pikuk pasar, ia terus bertahan memeluk erat sisa-sisa harapan dari mainan tradisional buatannya, berharap esok hari akan ada secercah rezeki yang menghampiri.
guys boleh bantu rt/like untuk bantu adik ini. jualannya habis diambil sama orang 30pcs orgnya pergi gitu aja tanpa bayar dan adiknya yatim🥲
buat yang orang karawang kalau ketemu adiknya boleh dibeli ya dagangannya, harganya 5k
(help RT again) yuk bantu larisin guys dagangan bapaknyaa💙kemarin aku kesana lagi bareng temen+adikku☺️, bapaknya mangkal sekitar jam setengah 5 sore ya, kaloo mau belii (mangkalnya sering di tengkongan deket coffeshop handayani /jalanan sekitar SMP 4 Madiun)