Anak-anak di Xuanwei, Provinsi Yunnan, China, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk pergi ke sekolah.
Sebelumnya, mereka harus menempuh jalur pegunungan terjal hingga tiga jam dari dasar Nizhu River Grand Canyon.
Kini, perjalanan itu dipangkas berkat dua lift yang dijuluki “bus sekolah langit”, yakni Lift Qingyun setinggi 268 meter dan Lift Fuyao setinggi 288 meter. Keduanya terhubung dengan sistem kereta kabel dan dapat digunakan secara gratis oleh warga maupun pelajar.
Sumber: Viory
Kreatif: Putri Aulia
Produser: Yuna Fikry
#China #Sekolah #Pendidikan
Kemaren nemu yag kurang jago, kali ini nemu yang skill nya udah pro nih haha
Gile securam dan setinggi itu gak kebalik sih.
Gw pernah undakan yang kecil aja ban belakang ngangkat udah deg degan.
Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.
Berturut-turut membaca kabar kekerasan seperti ini benar-benar membuat ngeri. Sebelumnya, pencuri ayam dihakimi massa hingga tewas. Satpam di Cirata ditenggelamkan dengan tangan terikat, pelakunya diduga para remaja. Kini muncul lagi kekerasan massa di Menteng?
Sulit menganggap semua ini sekadar peristiwa yang berdiri sendiri. Jangan-jangan ini gejala dari sesuatu yang lebih dalam, apakah kita mendekati runtuhnya kepastian hukum dan wibawa negara?
Ketika koruptor triliunan rupiah bisa tersenyum tanpa borgol dan rompi tahanan, satpam yang menegur pengemudi Alphard karena melanggar hak pejalan kaki justru dipermalukan, sementara jurnalis dan media yang mengkritik sekolah rusak malah dicap “londo ireng”, publik melihat hukum berjalan dengan standar yang berbeda.
Jika hukum kehilangan kewibawaannya, sebagian orang mulai merasa berhak menjadi hakim di jalanan. Dan itulah pertanda yang paling mengkhawatirkan.