papaku beliin aku makeup pake uang hasil dari benerin sanyo..ini aku lebay ga sih kalo nangis🥹😭 mana ditelfon beliau bilang "maaf ya kalo harga ga mahal mahal tapi kata mbaknya itu bagus"
BMKG keluarkan peringatan gempa bumi megathrust 8,9 dalam skala Richter di Selat Sunda yang diperkirakan akan menjalar sampai Jakarta. Masyarakat diminta untuk waspada dan laksanakan langkah-langkah mitigasi.
Sumber :
https://t.co/ufOHFMB5AY
Bukti bahwa hukum Islam sangat anti sekali dengan pemerkosaan dan pedofilia
Di era Imam Nawawi, ada bajingan tengik yang memperkosa bocil perempuan berusia 4 tahun
Mana bokapnya juga bego, si bocil dinikahkan ke pemerkosa.
Langsung kena ulti
- Didenda 50 unta (sekitar 1,5 - 7,5 miliar rupiah)
- Dikenakan had zina (entah dirajam sampai mati atau dicambuk 100 kali depan umum)
-Nikahnya batal dan tidak sah
==
Jujur gue pribadi lebih pengen nilai-nilai hukum Islam ditegakkan ke pemerkosa.
Percayalah, laki-laki pemerkosa ga akan jera kalau masuk penjara.
Mereka harus kena hukuman keras, dipermalukan dan keluarganya dibuat rugi gara-gara ulah dia.
Biar laki2 yang sange bisa jaga pandangan dan jaga pikiran.
- "Indonesia was colonized longer than India and had half the literacy rate of India when it gained independence"
- Video shows Jakarta as a clean city
Despite the country's issues and disadvantages, Indonesians still did a better job somehow
Klo ada masalah dg:
- rejection
- attachment issue
- self-esteem
- self-worth
- kecemasan berlebih
- terlalu ovt sampe ganggu aktivitas sehari-hari hingga tidur, dll, PLEASE ke psikolog 🥺🙏🏻
Teman2 & keluargamu mungkin ga cukup buat bantu.
Even kamu sendiri bisa kewalahannn
Clubbing scene bukannya udah mulai memudar ya? Budaya ini kayaknya mati di Milenial say. Gen Z mah ga terlalu minat. Sekarang nyari validasinya lewat olahraga/wellness. Coffee shop dan matcha cafe jadi tempat buat socialize. Pulang ngantor nyarinya gym/yoga/pilates/lari
Memasuki hari Sabtu, tim pencari menggelar operasi pencarian yang kelima. Sebuah upaya panjang, melelahkan, dan penuh tanda tanya. Sebab, selama empat hari pencarian sebelumnya, tak satu pun jejak dari orang-orang yang hilang berhasil ditemukan.
Informasi terbaru menyebutkan, operasi pencarian ini akan diakhiri pada Minggu besok. Artinya, hanya tersisa dua hari terakhir sebelum harapan itu secara resmi ditutup, entah dengan kabar baik, atau dengan luka yang mungkin tak pernah benar-benar sembuh.
Yang membuat situasi semakin membingungkan, tim pencari sempat menemukan dua pelampung bekas. Namun, setelah diperiksa, pelampung tersebut tidak cocok dengan pelampung yang seharusnya digunakan oleh pemilik kapal. Lalu, dari mana pelampung-pelampung itu berasal? Apakah ada kapal lain yang pernah mengalami musibah di kawasan tersebut? Atau justru ada sesuatu yang belum terungkap? Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggantung.
Dalam benak saya, ada beberapa hal yang semestinya dapat menjadi titik terang. Pertama, di antara para wartawan tersebut kemungkinan ada yang menggunakan iPhone. Jika benar, perangkat tersebut semestinya memiliki nomor IMEI yang dapat digunakan sebagai salah satu data pendukung pelacakan. Setidaknya, informasi mengenai aktivitas atau koneksi terakhir perangkat mungkin bisa menjadi petunjuk berharga bagi tim pencari, tentu sejauh data tersebut tersedia dan dapat diakses secara resmi.
Kedua, setiap perahu, terlebih speed boat, umumnya memiliki perangkat navigasi atau GPS. Dari sana, seharusnya terdapat data perjalanan yang dapat membantu menunjukkan posisi terakhir kapal sebelum hilang kontak. Namun hingga kini, belum ada titik terang yang benar-benar menjawab ke mana kapal tersebut pergi. Kemudian muncul pula informasi yang belum terkonfirmasi dan semakin membuat pikiran berputar liar, konon, nomor milik kapten kapal masih berdering pada Kamis. Masih berdering. Bagi keluarga yang menunggu, satu dering saja tentu bisa terasa seperti secercah harapan. Tetapi kemudian dering itu hilang. Sunyi. Tidak ada lagi jawaban. Apa yang terjadi dalam rentang waktu tersebut? Apakah baterai ponsel habis? Apakah perangkat berpindah lokasi? Atau ada kemungkinan lain yang belum diketahui? Semua masih menjadi pertanyaan.
Lalu muncul pertanyaan paling mengganggu, mungkinkah speed boat tersebut tenggelam ke dasar laut, atau justru masih mengapung dan terombang-ambing entah ke mana? Jika tenggelam, tentu diharapkan ada serpihan, benda yang mengapung, atau jejak lain yang bisa membantu pencarian. Jika mengapung dan terbawa arus, mengapa belum ada satu pun yang melihatnya? Semakin dipikir, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Dan semakin lama, semakin sulit untuk tidak berpikir liar.
Tetapi di tengah semua tanda tanya itu, ada satu hal yang harus tetap dijaga, harapan. Mari kita doakan, semoga mereka yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Apa pun yang sebenarnya terjadi di laut sana, semoga dua hari terakhir pencarian ini membawa jawaban yang selama ini ditunggu keluarga, rekan, dan semua orang yang berharap. Aamiin.
Today in my sermon, I spoke about Michael Massaroli Jr., who made it a point to say his father’s tragedy should not be used to spread hate.
And to all the beautiful people who stood outside our mosques today in solidarity: thank you. Your presence meant more than you know.