Orang Hindu (Bali) sejak dahulu selalu menyisihkan ruang utk “merajan”, tempat sembahyang keluarga. Dijaman lahan makin sempit, biasanya dibangun di lt 2.
Sudah seharusnya umat Hindu patuh pada aturan PPKM pemerintah. Ngga usah gaya2an protes kalo merajan aja jarang dikunjungi😁
Orang yg benci dirinya sendiri biasanya terus gampang benci orang lain. Social media jadi ruang bebas buat bikin ribut & debat.
Perlu belajar mengurangi keinginan berdebat. Menghindarinya bukan karena dia benar atau pun saya benar. Tapi lebih ke karena saya pingin hidup tenang.
“Apa yg sebaiknya aku lakukan biar tak tenggelam dalam anxiety?”, seorang murid bertanya pada gurunya.
Jawabannya ringkas: “Berdamailah dengan pikiranmu.”
Kalau kita menyerah kepada pikiran, kita akan jadi budaknya. Kalau kita berusaha melawannya, kita pun akan jadi budaknya.
Mungkin salah satu ciri manusia di zaman social media: “Ikut campur di semua keributan, sampai bingung mana yg sebenarnya penting & dibutuhkan.”
Biar enggak kesasar lebih jauh, belajar sadar:
Enggak semua ajakan bertengkar, perlu diladeni. Perlu tau mana yg mesti diabaikan.
Dimulai dengan berlatih duduk diam hening, meditasi, menyadari napas. Menguatkan otot kesadaran. Tiap pikiran ngelayap, perlahan diajak kembali sadari napas.
Kalau otot kesadaran udah menguat, relasi dengan pikiran sendiri membaik. Tidak melawannya, tidak pula larut dan drama.