Sayangnya, hal buruk gak cuma datang pada orang-orang jahat.
Kesedihan, duka, dan ketidakadilan bisa datang pada siapapun, termasuk pada mereka yang berusaha hidup sebaik-baiknya.
Jadi jangan hukum diri kamu hanya karena kamu mengalami hal buruk ya.
Mahasiswa melakukan aksi demo kawal putusan MBG di depan Mahkamah Konstitusi (MK) namun tak ada pemberitaan media nasional.
Sedang tidak baik-baik saja, dukung perjuangan Mahasiswa.
ada teori gila nih soal gaji manager kopdes:
- sengaja di tanggung APBN hanya sampe 2028
- dekat dekat pemilu 2029
- kalo prabowo tidak menang di 2029
- maka mereka berhenti/ tidak di gaji
- makanya ada teori ini akan jadi boomerang bagi manager kopdes
- mau tidak mau mereka harus pilih prabowo
- bahkan gilanya ikut jadi timses buat menggaet suara
- soalnya jika prabowo kalah = nasib mereka di pecat
- ini juga berlaku buat program lainnya
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
Ga bermaksud nakut-nakutin, tapi kalian harus tau fakta-fakta berikut:
1. Gubernur BI mundur
2. Rupiah kembali tembus 18k
3. MBG dan Kopdes terus"an menggerus APBN
4. Minyak dunia menuju 120 dollar per barel
5. Arus keluar modal asing terus berlanjut
6. Pemerintah mengintervensi BI untuk cetak uang guna menutup defisit APBN
7. Ribuan P3K terancam dirumahkan
8. Pemerintah libatkan babinsa untuk kepatuhan pajak masyarakat
9. Outlook peringkat kredit Indonesia diturunkan dari stabil menjadi negatif oleh Moody's Ratings
10. Gelombang PHK masih terus terjadi
11. Mall-mall banyak yang dipagarin
Sekali lagi gue ga bermaksud nakut-nakutin kalian
Jerome Polin kembali berikan pendapat dan merasa capek tiap hari liat berita buruk, melalui akun sosmed nya ia bilang:
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?
Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?
Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?
Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?"
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
Fatimah: "Bisa mencontoh Pak Habibie"
BJ Habibie: "Orang antri, makanan susah, phk banyak, itukan lebih penting dari pesawat terbang. Saya dahulukan ini dulu jadi saya ngalah untuk menang.
Jadi yang menang siapa? Rakyat"
@dimarsasongko98@Marimar_Aauw Menjadi dokter: kompetensinya jelas, pendidikannya jelas, standarnya jelas
Menjadi anggota dewan: kompetensi gak jelas, pendidikan gak jelas, standar gak jelas, tapi digaji dan tunjangan seumur hidup pake uang rakyat
Hasan : orang terdekatnya (Dadan) presiden saja ditangkap tanpa pandang bulu.
Fatimah : keberhasilan berantas korupsi bukan penangkapan seseorang tapi dari sistem, bukti gagalnya sistem orang terdekatnya presiden saja korupsi apalagi yang jauh disana?
Fatimah sedang memasak Hasan 🔥
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah