BEM UI TUNJUKKAN CHAT KE POLRES, BANTAH TAK ADA PEMBERITAHUAN DEMO 12 JUNI
Athof, Ketua BEM Ul: "Bagaimana bisa mereka mengklaim bahwa aksi 12 Juni kemarin tidak ada pemberitahuan. Tidak ada surat yang dikirimkan."
"Pada faktanya, di sini saya telah memegang buktinya. BEM UI telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Wakasat Polres Jakarta Pusat terkait aksi di Bunderan HI."
"Cuma, kita juga tidak usah kaget dikarenakan Polri hanya institusi yang membela kepentingan elit."
"Polri tidak ada untuk melindungi kepentingan rakyat. Polri tugasnya hanya berbohong setiap saat."
@JSquare213708@rizaandi232@hanifproduktif oiya klo kmu bilang demo atau enggak itu gada hasilnya, jangan lupa, aku kamu dan semua org di sosmed bisa bebas berpendapat karena demo mahasiswa se indonesia di tahun 98, kalo enggak, kemungkinan kita belum bisa diskusi kaya gini di X
@JSquare213708@rizaandi232@hanifproduktif pemerintah harusnya melindungi dan mengayomi rakyatnya, tapi disaat pemerintah jahat, siapa yg bisa melindungi kita? ya kita harus action agar tersorot dan mendapat simpati/dukungan media luar
@JSquare213708@rizaandi232@hanifproduktif investor narik uangnya, tapi mreka juga gak diem, mreka protes, dan pemerintah terdesak oleh banyak pihak + pihak media luar yg bikin pemerintah bakal berpikir ulang.
@karirfess aku tim yg bersih2, kena berpikir "kasian pegawainya psti dia capek", tpi semenjak lihat nota ada tax 10% + service 10%, lalu self service dan staffnya judes, aku berpikir ulang hehe
@KapudS640 iyaa bener banget, gw bahkan dulu gapernah up jalan2 ke sosmed, atau setiap mau up harus privasi dulu bebera temen kerja/temen kantor pas magang, apalagi atasan. Karna ada aja sindiran yg terlontar pas hari kerja nanti, yg bikin gak mood kerja tpi gabisa ngelawan.
@homenumravelio@herwanto_putro@tanyakanrl dan selama kerja di pariwisata, saya gapernah keberatan dengan tamu lokal, krna bagi saya mreka masih saudara, tapi bagi mereka saya hanya sekadar pelayan :), nyatanya di lapangan yg lebih menghargai kami sebagai pelayan ya org asing. Miris mengatakannya..
@homenumravelio@herwanto_putro@tanyakanrl yupp benerr, gak semua wisatawan lokal resek, masih banyak yg baik kok. Tapi pointnya, seberapa sering kmu denger org luar bali yg bilang "Org Bali nyembah bule" dibanding orang bali yang bilang "Tamu indo resek gatau diri"?
@homenumravelio@herwanto_putro@tanyakanrl Oalahh klo begitu brrti emg sdm yg kmu temui kurang toleransi, jangan kapok, come visit Bali again, aku tunjukin suasana asli sini, disini berdampingan dengan perbedaan, bahkan ada china town/ kampung 'jawa' di setiap kota, gada motivasi kita untuk rasis kcuali dia emg sdm rendah
@homenumravelio@herwanto_putro@tanyakanrl dan sebagai pembeli, saya gapernah merendahkan waiter/pelayanan, wlopun saya belanja tidak sedikit. Pointnya saya sedikit tersinggung klo ada org luar Bali yg bilang org bali mendewakan turis, sedangkan sebagian dri mereka (wisatawan lokal) saja tidak punya attitude disini.
@homenumravelio@herwanto_putro@tanyakanrl btw, saya pernah jadi pembeli dan juga jadi penjual "sales" di berbagai daerah pariwisata bali, tpi lebih banyak pengalaman buruk jadi sales terutama saat menawarkan dagangan kita ke wisatawan lokal, ke bule lebih simpel, suka beli gasuka ya pergi, tpi gapernah mendewakan bule.
@homenumravelio@herwanto_putro@tanyakanrl Sebagai warlok , saya sangat menyayangkan sih kelakuan pedagang yg kya gtu, tpi emg pasti ada aja org resek di setiap lingkungan, saya sendiri juga pernah di beberapa daerah di bali/luar bali ketemu seperti itu, tpi itu bukan jadi tolak ukur yang mewakili image Bali.