Pidato WOWOK hari ini dihari Koperasi: Sangat brutal untuk seorang Presiden
— ngomong bajingan, iya bajingan
— nggak mau dikritik sama sekali
— mau menang sendiri
— merasa programnya benar
— ngusir rakyatnya sendiri
— banggain kabinetnya yang gemar korupsi
Setrauma apa blio waktu kecil sampe masa tuanya begini, selama disekelilingnya ngasih tepuk tangan, nggak bakalan waras ini NPD LANSIA
Buat yang bingung kenapa banker bilang gini (sekaligus memperjelas maksud bang Eko)
Beliau bilang ‘merah terus dari awal tahun’ artinya kinerja banknya lagi jelek (bisa laba di bawah target atau bahkan rugi di beberapa segmen).
NPF/NPL itu singkatnya kredit/pembiayaan macet.
• NPL = Non Performing Loan (bank konvensional)
• NPF = Non Performing Financing (bank syariah)
Artinya persentase pinjaman yang nasabahnya sudah telat bayar >90 hari. Kalau naik tajam, artinya banyak orang/usaha yang lagi kesulitan bayar cicilan.
Kenapa naik sekarang? Karena ekonomi lagi challenging:
• Daya beli masyarakat melemah
• Banyak PHK / usaha lesu
• Inflasi (terutama pangan)
• Cicilan yang kemarin di-restrukturisasi jaman COVID sekarang mulai jatuh tempo beneran
Bedanya sama jaman COVID: dulu ada kebijakan relaksasi/restrukturisasi massal dari pemerintah, jadi bank bisa ‘tutup mata’ dulu nggak langsung catat macet. Sekarang nggak ada lagi, jadi keliatan yang beneran macet.
Secara nasional NPL masih di kisaran 2,1-2,2% (masih aman), tapi di beberapa bank/segmen tertentu (terutama consumer & multifinance) memang lagi naik signifikan. Makanya banker pada komen ‘ini udah nggak normal’ cmiiw
Kebetulan sekarang kami jadi satu industri. Aku dan Ginka.
Ku jelaskan secara awam tugas KOMISARIS di industri ini.
Garis besarnya;
Dia mengawasi direksi,
membaca risiko,
mengkritisi proyek,
menjaga governance,
dan memastikan perusahaan tidak dibajak kepentingan non-teknis.
Nah kalau orang yang dipilih berdasarkan loyalitas doang bukan kompetensi. Udah jelas arahnya. Supaya tugas diatas GA ADA YANG REM. Direksi bisa jalan tanpa koreksi tajam, proyek bisa lolos tanpa pertanyaan keras, procurement bisa minim kontrol, dan keputusan strategis bisa lebih mudah ditarik ke kepentingan politik.
Jabatan dia murni stempel doang, untuk kepentingan orang-orang di atas.
Dan orang-orangnya kayak Ginka ini menjamur di BUMN kita.
Soooo....Good luck WNI 😂😂😂
Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.