@raymondchins Dengan emosi itu , terasa valid
Karena masih bingung dengan permasalahan nya apa. Pokok nya dengan marah, emosi. Oh sesuatu beneran salah
Karena orang Indonesia tidak dilatih untuk mencerna perkara
@raymondchins Intinya mah tahu diri
Curious keadaan, situasi, konteks
Melihat berbagai sisi, lapisan, mempertanyakan segala hal, nyoba nyelami. Kalau aku ada di situasi ini itu bagaimana, sambil buka empati, motivasi ku apa
Kayak bunglon, teleportasi
Dan kalau ada yang bilang aku melawan, mungkin karena mereka tak biasa melihat seseorang yang memilih diam daripada ikut meramaikan. Yang memilih mempertanyakan daripada langsung mengiyakan. Yang memilih tidak terlibat, agar bisa berpikir jernih dan merasa utuh.
Aku Tidak Ingin Melawan, Aku Hanya Tidak Ingin Terbebani
Aku tidak sedang melawan siapa pun. Aku tidak sedang ingin mengubah dunia dgn bendera tinggi atau teriakan keras. Aku hanya tidak ingin merasa resah karena harus ikut. Harus menurut. Harus jadi seperti yg mereka harapkan
Aku bukan anti arah. Aku hanya ingin arah yang aku yakini. Aku ingin tenang, bukan karena dipuji atau diikuti, tapi karena aku tahu kenapa aku memilih sesuatu. Karena aku paham maksudnya. Karena itu memang aku.
Orang yang tumbuh dalam tekanan, desakan, tuntutan untuk dipaksa mengerti dan tahu apa mau orang tua atau orang dewasa tidak benar-benar belajar. Mereka memaksakan diri untuk terlihat seperti itu. Diharuskan paham, tahu, bisa, dewasa, kuat, pintar, mandiri. Mencoba seperti itu,
kreativitas, kemampuan untuk bertanya dan berpikir sendiri. Mereka hidup dengan meniru, bukan memahami. Berpikir untuk menyenangkan, bukan karena ingin tahu
Orang-orang ini mungkin akan tumbuh, tapi tidak pernah benar-benar tumbuh. Mereka hanya berusaha menjadi seperti
Hari ini, aku belajar untuk tidak buru-buru menyesuaikan. Aku belajar untuk mengenal. Menerima kekacauan, kegamangan, dan pencarian sebagai proses manusia. Karena aku ingin menjadi baik—tapi versi aku. Bukan versi mereka.
Baik Versi Mereka
oleh [namamu jika ingin ditambahkan]
Sejak kecil, kita diajari bahwa jadi orang baik itu penting. Tapi definisi “baik” yang diajarkan sering kali sudah dikemas rapi oleh sistem: patuh, diam, tidak membantah, mengikuti aturan tanpa bertanya.
Kalau bertanya, kita dibilang tidak tahu diri.
Padahal, menjadi baik seharusnya bukan hasil dari penyesuaian. Tapi hasil dari kesadaran. Dari paham, bukan dari takut. Dari cinta, bukan dari tekanan.