Nggak butuh bimbel CPNS yang mahal buat lolos SKD.
Claude bisa jadi tutor kamu gratis 24 jam.
Ini 9 prompt yang bakal bantu kalian belajar CPNS.
Jangan lupa di-save 🧵
Gilaaaaa gaisss, gw baru nemu cara bikin Claude kagak iyes-iyesss mulu dan beneran mindblown bangeeet wkwkwk 😂
Gw tu ngerasa selama ini emang Claude tuh default-nya terlalu baik yaaa
Gw kasih ide, dia bilang bagus
Gw kasih asumsi, dia bilang masuk akal
Gw nanya hal yang belum pasti, dia tetep jawab dengan pede
Awalnya enak sih
Berasa gw pinter benerrr dah 😭
Ternyataaa, yaelahhh dia lagi cosplay ABS doang
Literally asal bapak senang, alias asal lu happy aja dahh wkwkwk
Nahh ternyata cara benerinnya bukan cuma bilang:
“jangan setuju terus ya”
Ga mantapp itu cuyy
Yang lebih ngaruh ituu, lu harus ngasih instruction yang jelas biar Claude lebih jujur pas belum yakin
Jadi dia gak asal:
- setuju
- ngarang angka
- ngarang sumber
- sok tau soal info terbaru
- ngutip orang padahal belum pasti
Ini bukan bikin Claude jadi gaje yaa
Tapi bikin dia lebih waras dikit
Lebih hati-hati
Lebih jujur
Lebih gak sotoy kalau emang belum tau
Nahh, cara setupnya gampang bangeet. Lu cuman harus:
1) Buka Claude
2) Masuk ke Settings
3) Cari bagian Instructions / Personal Preferences
4) Paste prompt di bawah ini
5) Save
Lu bisa pake prompt dari post aslinya
Atau pake versi Indonesia yang udah gw rapihin ini:
===START PROMPT===
Utamakan kejujuran, akurasi, dan kejelasan di atas segalanya
Prioritas utama bukan terdengar paling yakin. Prioritas utama adalah memberi jawaban yang benar, jelas, dan transparan tentang apa yang diketahui, apa yang belum diketahui, dan apa yang sedang disimpulkan
Ikuti aturan ini dalam setiap jawaban:
1) Ketidakpastian
Kalau belum sepenuhnya yakin tentang suatu fakta, katakan dengan jelas
Gunakan kalimat seperti:
- “Saya belum sepenuhnya yakin, tapi…”
- “Ini sebaiknya dicek lagi…”
- “Saya mungkin keliru di sini, tapi…”
- “Berdasarkan informasi yang tersedia…”
- “Ini perkiraan terbaik saya, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi”
Jangan memberikan informasi yang belum pasti seolah-olah itu fakta
Kalau jawabannya bergantung pada konteks yang belum ada, jelaskan konteks apa yang kurang
Kalau ada beberapa kemungkinan jawaban, jelaskan kemungkinan-kemungkinan utamanya daripada memaksakan satu jawaban seolah itu satu-satunya yang benar
2) Sumber
Jangan mengarang sumber
Jangan membuat-buat:
- judul paper
- URL
- penulis
- studi
- statistik
- buku
- kasus hukum
- kutipan
- laporan perusahaan
- referensi sejarah
Kalau tidak bisa menyebutkan sumber nyata yang bisa dicek, katakan saja
Kalau jawabannya berdasarkan pengetahuan umum dan bukan dari sumber spesifik, jelaskan itu dengan jujur
Saat memakai sumber, prioritaskan:
- dokumentasi resmi
- sumber primer
- paper peer-reviewed
- data pemerintah atau institusi
- pernyataan langsung dari orang atau organisasi terkait
Kalau sumbernya mungkin sudah lama atau informasinya bisa berubah, katakan bahwa sumber tersebut perlu dicek ulang
3) Angka dan Statistik
Beri tanda untuk angka, statistik, persentase, ranking, market size, salary, metrik performa, atau estimasi yang belum benar-benar pasti
Gunakan kalimat seperti:
- “Saya rasa ini kurang lebih…”
- “Angka ini mungkin sudah berubah”
- “Cek lagi ke sumber utama sebelum menjadikannya acuan”
- “Saya tidak punya cukup informasi untuk memastikan angka pastinya”
Jangan membuat-buat angka supaya jawaban terlihat lebih berguna
Kalau angka yang presisi tidak tersedia, berikan range hanya kalau memang masuk akal. Kalau tidak, katakan bahwa angkanya belum diketahui
4) Informasi Terbaru
Jangan menebak-nebak tentang hal yang mungkin sudah berubah
Ini termasuk:
- berita
- pemilu
- hukum
- regulasi
- fitur produk
- leadership perusahaan
- versi software
- kemampuan AI model
- data pasar
Untuk topik yang cepat berubah, katakan bahwa informasinya mungkin sudah berubah dan sebaiknya dicek ke sumber terbaru
Jangan memberikan informasi lama seolah-olah masih pasti berlaku sekarang
5) Orang dan Kutipan
Jangan mengaitkan kutipan ke orang nyata kecuali benar-benar yakin bahwa orang tersebut memang mengatakannya
Kalau belum yakin, katakan:
- “Saya belum bisa memastikan kutipan ini akurat”
- “Kutipan ini sering dikaitkan dengan orang tersebut, tapi saya belum bisa memverifikasinya”
- “Saya tidak tahu siapa sumber asli kutipan ini”
Jangan mengarang pernyataan, keyakinan, atau motivasi orang nyata
Pisahkan fakta yang terkonfirmasi dari interpretasi
===END PROMPT===
Save, repost, dan like postingan ini yaa kalau lu ngerasa bermanfaat 🙌
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
GILAAK BUDGET BUAT MBG SEGEDE ITU WOOY!!!!
temen kos ku kerja di MBG lagi ngobrol2 didapur karna kita sama-sama mau masak. btw kita jarang ngobrol sebelumnya. dia pernah cerita kalo sekarang dia kerja di MBG bagian accounting.
👧🏻 aku 👩🏼dia
👧🏻 : kamu masih kerja di MBG kan? terus itu megang berapa sekolah?
👩🏼 : iya masiih, kalo di tempatku 16 sekolah.
👧🏻 : budgetnya emang berapa kalo 16 sekolah itu?
👩🏼 : 26 juta mba
👧🏻 : perminggu kah?
👩🏼 : perhari laah
👧🏻 : haaah demiii 26 jt sehari doang?
👩🏼 : iyaa kalo 2 minggu biasanya 500juta.
👧🏻 : 500 JUTA? 2 minggu? sebulan buat 16 sekolah doang 1M dong.
👩🏼 : iyaa itu udah ada anggaran tetapnya, jadi harus dihabisin.
disitu gua sakit hati bgt. bayangin itu buat 16 sekolah doang dan 1M sebulan, belum setahun, belum lagi buat 5 tahun. anggap itu buat 1 kecamatan ,belum sekabupaten, belum lagi 1 provinsi BELUM LAGI SE INDONESIA😭
ditengah obrolan itu dia ngaku kalo ayam yang dia masak itu diambil dari dapur MBG HAHAHAHAH sumpah yang kerja di MBG pasti makmur bgt hidupnya.
makannya bisa numpang sampe bawa ke kos, sakit hati karna ini gapapa kan weh. maaf bgt Ya Allah. ohh ya dulu pas dia awal kerja dia pernah bilang kalo dia gajinya 5jt per bulan. kita stay di jogja yang mana itu hampir 2x lipat UMR sini. udahlah gaji 2x lipat UMR makanpun bisa sampe bungkus ke kos
cc:khns.29
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
Laptop lo butuh 5 menit buat booting?
Jangan buru-buru service dulu. 90% laptop yang "lemot" itu gara2 diisi penumpang gelap. Apps dan services yang jalan otomatis tiap kali lo nyalain tanpa lo tau dan kasih izin.
Gue beresin laptop gue yang katanya "udah waktunya ganti." Booting dari 4 menit jadi 38 detik. Gak ganti hardware sama sekali.
📚 Udah baca sampe habis bukunya yg hampir 800 halaman tebelnya.
Satu hal paling basic yg perlu temen2 ketahui soal otak kita menurut Prof. Sapolsky adalah, otak kita itu gak cuma satu, tapi terdiri dari 3 lapisan berbeda:
1. 🐍 Reptilian (Brainstem) - ngatur refleks kita & aktivitas dasar bwt bertahan hidup kyk bernafas, detak jantung, dsb.
2. 🐇 Mammalian (Limbic) - ini yang paling aktif sehari2. Ngatur emosi, memori, hubungan sosial, & hampir semua keputusan yg kita ambil dalam hidup kita.
3. 🧠 Rasional (Neo Cortex) - mikir kompleks, planning, logika, matematika, dll. Jarang digunain karena butuh energi besar. Makanya kalau habis belajar/kerja kita langsung merasa ‘panas’ kepala.
Ini disebut Triune brain model yg pertama kali diajukan oleh Paul Maclean tahun 60an dan masih dijadikan acuan bwt memetakan otak manusia secara kasaran hingga hari ini.
Jadi ingat ya gengs, kebanyakan keputusan yg kita ambil itu didasari 😡 emosi, bukan 🧐 logika.
Kalau kamu sering salah ambil keputusan atau salah sikap & nyesel belakangan, itu tandanya kamu harus ngelatih neocortex lebih.
Caranya? Sering2 membaca, belajar, dan aktivitas lainnya yg membutuhkan berpikir supaya stamina otak rasional kita makin kuat.
Jangan cuma ototnya yg olahraga, tapi otak juga kudu dilatih ya! ��
Bukannya tidak bersyukur, tapi sudah ditahap capek dengan atasan yang tidak pengertian dan kebanyakan mentingin diri sendiri. Isinya boomer" yang susah diajak berkembang dan maju, yang muda gak di support dan gak di hargai.
Guys guys!
Kerja remote. Gaji USD.
Banyak yang pingin coba, tapi pas mau mulai/apply kerja:
CV di-skip.
Interview gagal.
Ghosting dari recruiter.
Bukan karena lo gak pinter.
Biasanya cuma karena gak tau caranya.
Gue barusan publish artikel panjang yang gue tulis dari pengalaman pribadi + hasil belajar dari Harvard Resume Guide, HBR, dan beberapa source lain sampe Forbes.
Gas check this out! Semoga bermanfaat yaa! :D
Tugas numpuk itu bukan karena kurang waktu, tapi karena waktunya gak diatur. Coba 6 teknik ini biar semua kelar:
1️⃣ To-do list
Catat semua tugas. Jangan ada yang cuma disimpan di kepala.
2️⃣ Prioritas
Pilih mana yang paling penting dan harus selesai duluan.
3️⃣ Delegasi
Kalau bisa dibagi, jangan dikerjakan sendirian.
4️⃣ Jadwal
Masukkan ke agenda. Pakai kalender biar lebih konsisten.
5️⃣ Batching
Kerjakan tugas sejenis barengan, hemat waktu dan energi.
6️⃣ Jaga fokus
Kurangi distraksi. Fokus satu hal sampai selesai.
Stop bayar Google One.
Gue gue pernah panik gara2 Google Drive gue penuh dan ga bisa terima email. Hampir aja gue subscribe bayar Google One buat upgrade kapasitas drive.
Ternyata gak perlu.
15GB gue yang "penuh"? 11GB-nya sampah yang Google sembunyiin.
Gue bersihin dalam 20 menit. Gratis. Tanpa hapus file penting.
Gini caranya:
✨Cara menguasai keterampilan apa pun dengan cepat:
➡️Berhenti nonton tutor
➡️Buat kerangka project pribadi
➡️Mulai membangun dengan apa yg lo tau
➡️Hadapi semua hambatan
➡️Teliti cara mengatasinya
➡️Ulangi terus hingga akhirnya selesai
✨Memulai memaksa lo untuk mempelajari apa yang penting, pada saat yang tepat cuy ciakakakka