Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
@msaid_didu@Yusrilihza_Mhd@JimlyAs@mohmahfudmd Sudahlah.... Team atau badan apapun yg dibentuk oleh rezim ini tidak menghasilkan rekomendasi apapun karena keputusan tertinggi ada di presiden.
Tim reformasi kepolisian tidak dianggap. Percuma!!!?
Bapak Prof @Yusrilihza_Mhd, Prof @JimlyAs, dan Prof @mohmahfudmd yth, selamat atas hasil kerja tim reformasi Polri selama hampir setahun dg laporan 3.000 halaman yg hasilkan UU Kepolisian berupa :
1) polisi bebas masuk
Institusi sipil
2) perpanjangan masa pensiun polisi
3) masa pensiun Jendral polisi bisa diperpanjang oleh Presiden.
Sekali lagi selamat ya Pak
Sesuai janji kampanye Prabowo-Gibran, tarif pajak sudah diberlakukan.
Bagi pengusaha kecil dan pengusaha baru muncul tarif ini sangat membebani.
Prabowo ga liat situasi ekonomi dan psikologi warga, main hajar aja.
Kaum 58% apa kabarnya?
Makin miskin klen!!!
Sang Hyang Seri BUMN sekarat.
Pengadaan bibit mengandalkan modal supplier, bukan produksi sendiri...
Dimasukin oleh buzzer Jokowi, makin sulit berkembang karena perusahaan hanya mikir gimana caranya menggaji buzzer Jokowi
@ARSIPAJA Respon istana cepat
Tapi halan halan ke luar negeri hasilnya minim banget. Perjanjian, perjanjian, perjanjian hanya diatas kertas dan aksinya di lapangan ga terlihat.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Sesuai janji kampanye Prabowo-Gibran, tarif pajak sudah diberlakukan.
Bagi pengusaha kecil dan pengusaha baru muncul tarif ini sangat membebani.
Prabowo ga liat situasi ekonomi dan psikologi warga, main hajar aja.
Kaum 58% apa kabarnya?
Makin miskin klen!!!