Aku pernah baca, menurut psikologi, cewek yang sering dibentak, dimaki, atau dipermaluin dari kecil bisa tumbuh dengan pola yang beda pas dewasa.
Ada yang tumbuh jadi people pleaser.
Dia belajar baca suasana, jaga omongan, hindarin konflik, dan berusaha bikin semua orang ssenang
Bukan karena dia terlalu baik, tapi karena dari kecil dia belajar bahwa kesalahan kecil bisa berakhir marah.
Akhirnya dia terbiasa mikir:
"Jangan bikin orang marah."
"Jangan merepotin."
"Lebih baik aku yang ngalah."
Malam itu listrik padam total lagi.
Bukan sekejap.
Hitam pekat hampir dua jam.
Tangga kayu di rumah yang sudah retak bertahun-tahun, tak pernah sempat kuganti.
Aku terpeleset.
Lutut kiri langsung bengkak besar, panas, nyeri sampai susah digerakkan.
Dokter bilang cedera parah plus inflamasi akut yang sudah agresif.
Aku harus minum ibuprofen untuk meredakan nyeri dan dexamethasone untuk menekan peradangan yang kalau dibiarkan akan merusak lebih dalam.
Aku minum keduanya.
Bukan karena butuh segera sembuh.
Tapi karena tubuh sudah tak sanggup menahan sendiri.
Negara ini sedang seperti lututku malam itu.
Infrastruktur dibiarkan retak bertahun-tahun.
Sistem kelistrikan yang sering blackout seakan jadi tontonan.
Rakyat yang menanggung rasa sakitnya dikasih cuma obat pereda.
Nyeri ditekan sebentar.
Bengkak dikurangi sementara.
Tapi yang membuat tangga patah dan lutut meradang diabaikan, dan fondasi yang dibiarkan lapuk masih utuh.
Masih berdiri.
Masih bekerja.
Hari ini, 17 Agustus 2026, kami segenap pengupas bawang merah dari Aceh sampai Papua mengucapkan:
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
81 tahun merdeka.
81 tahun kita masih mengupas bawang dengan tangan, air mata, dan upah yang kadang lebih tipis dari kulit bawang yang kita buang.
Kami bangga bangsa ini sudah merdeka dari penjajah.
Tapi setiap hari kami masih bertanya:
"kapan kita merdeka dari harga bawang yang naik-turun tanpa pemberitahuan,
dari biaya hidup yang terus mengupas dompet, dan dari janji-janji yang wangi di panggung tapi pedas di dapur?"
Kami tidak minta banyak.
Cukup agar kerja keras mengupas bawang tidak hanya menghasilkan air mata,
tapi juga cukup untuk makan, sekolah anak, dan sedikit tabungan membeli mobil, bus dan truk juga sepetak lahan tambang batu bara dan nikel.
Selamat ulang tahun, Indonesia.
Kami tetap setia mengupas.
Semoga suatu hari nanti, yang dikupas bukan hanya bawang,
tapi juga ketidakadilan yang sudah terlalu lama menempel di kulit negeri ini.
Asosiasi Pengupas Bawang Merah Indonesia
“Kami menangis setiap hari, tapi kami tidak pernah berhenti bekerja.”
ada band luar yang ikut ngucapin belasungkawa buat orang indonesia. pas ditanya, “belasungkawa buat yang mana?”
personel garbage: “ya atur-aturlah. kita juga bingung mau ngucapin yang mana, saking banyaknya. makanya general aja, buat semuanya juga boleh.”
INDONESIA: saking banyak musibahnya sampai ucapan belasungkawa aja bingung mau dispesifikin ke mana 🙏
dulu waktu kecil, aku selalu kebagian sayap karena aku anak pertama, adik adikku selalu kebagian paha, pernah aku makan paha dimarahi sampai nasiku ditelan kayak beling rasanya,
akhirnya pas liburan sekolah berikutnya aku gak mau di rumah, aku memilih ke kampung nenekku yang di pelosok, ayam, bebek, angsa, kambing, sama sapi lengkap di sana, aku cerita ke nenek kalau di rumah aku gak pernah makan paha ayam karena mama marah, akhirnya nenek potong ayam 2 ekor dan aku makan sepuasnya, alfatihah nenek 😭
Daripada tumpang tindih peran, mending kembalikan semua ke fungsinya masing-masing. TNI fokus latihan & pertahanan, Polri pada keamanan, dan sektor pangan dikelola warga yang butuh kerjaan. Gimana pendapat kalian?"
👨🏻🦱 : "Ngojek udah berapa lama mas?"
👳🏻♀️ : "udah 2 tahun mas saya lulus kuliah sampe sekarang ga dapet kerja"
👨🏻🦱 : Hah? kok bisa?
👳🏻♀️ : Ga ada relasi mas
👨🏻🦱 : Emang jurusan apa?
👳🏻♀️ : Teknik Perminyakan mas di ********* , angkatan saya total 65 orang yang sekarang kerja di bidang tersebut cuman 13 orang doang. Itupun karena ortunya punya relasi dan sisanya punya duit buat bayar biar keterima di Perusahaan.
👨🏻🦱 : Emang bayar berapa biar bisa kerja di PT tersebut?
👳🏻♀️ : 20 Juta mas
👨🏻🦱 : Bumi gonjang ganjing
👳🏻♀️ : Emang anjing!
Gw yang di bonceng sambil makan gorengan shock anjir denger crita masnya, dia curhat banyak soal kampusnya dan susahnya cari kerja di jurusan dia yang gabisa gw share disini.
Kurang lebih intinya seperti percakapan diatas ya guys.
Miris sih memang bahkan S1 pun sekarang kayak ga ada harga dirinya. 😑
Dulu gue tipe yang suka banget bilang “yuk ketemu” “yuk nongkrong”. Selalu yang mulai dulu, selalu yang ajak biar ada interaksi. Tapi sampe suatu saat gue tiba-tiba jadi diem. Gue gak kontak siapa-siapa sama sekali. Pas lagi diem gitu, baru gue sadar. Ternyata kalo gue gak nyapa orang dulu, orang juga gak bakalan nyapa gue.
Baru deh gue sadar kalo gue ini people pleaser. Selama ini gue selalu berusaha biar orang nyaman dan merasa dihargai, padahal gak selalu dibales. Dari situ gue memutuskan buat berhenti jadi kayak gitu. Gue mulai lebih jaga diri sendiri dan gak lagi memaksa jadi orang yang selalu ada.
tanpa pamrih atas harap sanjungan dunia, burung kecil bernyanyi merayakan napas semesta.
suaranya yang setia menyapa hari, mengingatkan kita tuk merajut syukur di dalam hati,
menjaga nyala dalam konsistensi yang sunyi,
agar setiap fajar menjelma penuh arti.
#celahawan