https://t.co/l8ggnJfYM9
SANGAT senang melihat banyak aotrp berkeliaran. My most ardent greetings to all of you!
Jikalau tidak masalah dengan post-war, mari berinteraksi! π«Ά
@2DimensiMenfess https://t.co/l8ggnJfYM9
Good day, writer. If we may, we'd like to extend our interest in either Eruri or Levihan with us? π₯Ή
Feel free to reach out in case you're interested. Thank you.
β¦ perlahan melekatkannya pada pasang bibirnya yang terhias oleh luka lama.
Selepas bersih, barulah ia menemukanmu. Pasang matanya seolah melontarkan kalimat tanya tanpa suara. @Nikenroll.
Di sisi lain, Levi tak hirau atas perihal lainnya terkecuali pangan yang ada di tangannya. Meskipun makanannya belum habisβbelum juga setengah disantapβia mengantarkannya kembali kepada piring putih di hadapannya. Jemari yang kini tak sempurna meraih kain selampai, dan dengan β¦
@LightUpMyPyre Selepas mendapati tamunya beranjak masuk, ia pun terlihat menyibukkan diri. Jemarinya yang tak lagi utuh, kini melabuh air dalam cerek guna merebusnya hingga suhu didih.
Selagi menunggu, ia hendak memilih dedaunan apa yang akan dilarut. "Melati? Atau yang lain?" Melirik padamu.
β¦ jatuhnya rintik-rintik kecil hujan di bulan Juni.
"Dahulu, kita memandang bunga itu sebagai secercah harapan. Yang kulakukan untuknya adalah ituβbegitu saja."
"Aku melepaskannya," ujarnya bak telah layu, "aku selalu melepaskannya. Selalu, selalu melepaskan mereka."
@2DimensiMenfess "Aku memajang bebungaan lili calla di sampingnya." Telah dimulai olehnya, kalimat yang terucap seolah layu bersamaan dengan puspa yang ia maksud. Suatu ain telah buta; yang dimilikinya pun memudar dengan ribuan silabel dalam benaknya. Bagai kumpulan awan yang akan sirna dengan β¦