Aku asalnya dari Riau.
Dulu di tahun 2014-2015an belum ada sama sekali les bahasa korea di Pekanbaru. Palingan bahasa Jepang, itupun belum banyak. Internet belum sebagus sekarang jadi banyak banget informasi yang gak sampai ke anak-anak di luar pulau Jawa. Mau daftar KGSP (sekarang namanya GKS) susaah karena terbatas informasinya.
Tapi aku tuh lumayan ngeyel. Pengen banget bisa bahasa Korea lancar. Tiap hari di kamar dan di kamar mandi ngomong sendiri pakai bahasa korea yang aku search lewat Opera Mini. Aku selalu berdiri di depan cermin lamaaaa sekali seakan-akan aku diundang ke sekolahku sebagai alumni yang berhasil sekolah di korea.
Gak gampang perjuangannya. Orang tua sampai jual tanah supaya aku bisa berangkat ke Korea untuk kuliah😅
Dengan bekal lancar hangeul dan beberapa ekspresi dalam bahasa Korea, aku langsung masuk ke kelas level 2.
Tapi ternyata di kelas level 2 ini orang-orangnya jagoooo banget. Sudah bisa bikin kalimat, sudah bisa minta tolong untuk matiin nyalain AC, sudah bisa ngobrol dengan seonsaengnim nya.
Lalu Ssaem nya panggil aku, “Mutia, kalau kelas ini susah, kamu mau turun saja ke level 1?”
Aku nangis, “싫어요.. 아빠 슬퍼요.. 저 열심히 할게요…” dengan bahasa Korea terbatas aku bilang “Gak mau.. nanti papa sedih.. aku akan kerja keras”
Soalnya papaku ternyata bangga sekali dan sudah pamer ke seluruh keluarga kalau anaknya langsung masuk level 2.
Siapa sangka.. beberapa tahun kemudian anaknya bisa kerja di korean company sebagai korean speaker. Tiap hari handle belasan expats korea, meeting dan nego dengan clients korea… dan sudah ngajar bahasa Korea untuk 100+ murid.
Allah tuh… baik banget. Gak pernah ninggalin. Disuruh capek-capek dulu ternyata hadiahnya memang sebagus ini. Allah is truly the best of planners 🤍
Pendaftaran Komunitas Beruang Masha Iraola telah dibuka dan akan segera diabsen. 🐻🇪🇸
Bagi yang ingin mendaftarkan komunitas daerahnya harap ke meja panitia dan reply nama atau logo komunitas kalian: 📝