Waalaikumussalam
Jika mahu aplikasikan khuf boleh dan tiada masalah, dengan syarat:
1- Berwuduk siap-siap dahulu sebelum pakai kasut yang tutup sampai atas buku lali.
2- Kalau masih dalam tempoh musafir, boleh guna untuk 3 hari 3 malam selagi mana tak buka kasut. Untuk yang mukim hanya 1 hari 1 malam.
3- Tak perlu buka kasut bila nak berwuduk, hanya sapu air di atas kaki.
4- Selagi tidak buka kasut sepanjang perjalanan naik dan turun gunung, selagi itu masih boleh untuk khuf. Jika sudah buka, perlu ambil wuduk seperti biasa.
Wallahua’lam
Best juga la dapat masuk final lepas 20 tahun. Rasa macam bola. Ni kang tiap tiap tahun masuk final lepas tu juara tiap tiap tahun lepas tu entah mende mende tayang kereta sports. Macam bangang
Tidak ada pekerjaan yg mudah, tapi menjadi pengangguran pun tidak enak.
Menikah itu rumit, tapi melajang pun tidak selamanya menyenangkan.
Merantau itu berat, tapi diam di rumah pun juga tidak mudah.
Belajar itu melelahkan, tapi kegagalan pun sama sekali tidak indah.
Mempertahankan hubungan itu sulit, tapi memutuskannya pun bukan berarti lega.
Bahkan proses memantaskan diri menjadi lebih baik itu jalannya terjal, namun diam stagnan di tempat pun bukan pilihan yang tepat.
Pada akhirnya, setiap jalan itu melelahkan. Namun, jiwa cerdas yang sesungguhnya adalah keberanianmu untuk memilih lelah yang memang pantas diperjuangkan.