⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF
Terjebak di Rumah Saat Banjir, Ibu dan Anak di Sukabumi Ditemukan Meninggal Saling Berpelukan.
SUKABUMI - ��Seorang anak dan ibu yang hilang saat banjir di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kamis (6/3/2025) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Anak dan ibu tersebut ditemukan dalam kondisi berpelukan, Jumat (7/3/2025).
Korban anak bernama Nurul berumur tiga tahun, sedangkan ibunya Santi alia Zahra berumur 40 tahun.
Korban terjebak di dalam rumah kondisi banjir dan hujan besar.
Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah mengungkapkan, setelah berupaya pencairan korban dari material rumah yang roboh, kedua korban ditemukan pukul 13.30 WIB.
"Kedua korban bisa ditemukan bersama-sama, keduanya saling berpelukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujarnya, kepada awak media.
Menurut informasi dari saksi bahwa ibu dan anak ini menjadi korban banjir, keduanya tidak bisa menyelamatkan diri. Pasalnya air sudah tinggi.
"Ini pada saat airnya memang sudah tinggi dengan arus yang sangat deras itu ibu dan anak masih di dalam rumah belakang rumah pada saat airnya mulai menghantam rumah tersebut ibu dan anak ini terjatuh," jelasnya.
Saat ini tim Basarnas bersama dengan unsur petugas gabungan dan relawan masih berupaya mencari korban lainnya.
"Secara keseluruhan data yang kita punya kita masih mencari ada lima orang lagi longsor di daerah Lengkong dengan satunya di Simpenan," tutupnya. (*)
Penulis: Dian Herdiansyah
Sumbt : TRIBUN NEWS
⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF
- PENEMUAN MAYAT MENGAPUNG -
KARIMUN – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di kawasan hutan bakau perairan Pulau Mudu, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Senin (3/3/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dan saat ditemukan, kondisinya sebagian besar telah menjadi tengkorak. Selain itu, mayat laki-laki itu juga masih mengenakan pakai warepack berwarna orange.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang tengah melaut di sekitar lokasi kejadian. Setelah melihat jasad itu, nelayan tersebut segera melaporkan temuannya kepada Satpolairud Polres Karimun.
Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih menunggu hasil identifikasi dari Satreskrim Polres Karimun guna mengungkap identitas dan kemungkinan penyebab kematian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
• TELEGRAM: https://t.co/152UBAV9Dj
Estos son los que se Enfrentarán alas Fuerzas especiales de Estados Unidos 🇺🇸
Que creen paso aqui??
Falta de mantenimiento?
Cańon tapado con lodo ?
Parte del Casquillo atorado y detono la afuera del cańon .
Nous avions préconisé un encadrement strict de la collaboration entre les Wazalendo et nos FARDC. M. Tshisekedi avait préféré faire la sourde oreille. Pire encore, nos avertissements concernant la nature intrinsèque de ces combattants ont tous été ignorés, au contraire Mr. Tshisekedi est allé jusqu’à qualifier ces criminels de vaillants patriotes, alors qu’hier, ils égorgeaient, violaient et pillaient en toute impunité en RDC.
Le régime Tshisekedi s’est particulièrement distingué par son incapacité à engager stratégiquement la RDC sur les enjeux sécuritaires. Déjà en 2023, nous rapportions des faits accablants concernant les Wazalendo, qui n’hésitent pas à retourner les armes contre les FARDC pour ensuite s’accaparer de leur matériel et de leurs munitions. Cette tendance n’a guère changé aujourd’hui, en 2025.
Plus grave encore, ce sont les accords de ce partenariat très mal encadré, fondés sur la promesse d’équilibrer l’influence des Hutu et des Tutsi dans l’armée congolaise, qui, aujourd’hui, favorisent les Tutsi qui comptent plus de 90 généraux au sein de nos rangs. Les Wazalendo veulent également une ribambelle d’officiers Hutu.
Il n’y a pas de meilleure façon de compromettre notre armée qu’en procédant ainsi, ce qui reviendra à transposer le conflit rwandais (Hutu vs Tutsi) au sein de nos forces armées !
Oui, Tshisekedi n’est pas seulement incompétent, mais il est désormais un danger pour l’avenir de notre nation.
#ATENTOS. Artefacto explosivo que al parecer iba a ser utilizado contra la Fuerza Pública en el dpto del Cauca, detonó antes de ser instalado, matando a quien lo transportaba.
⚠️ FUERTES IMÁGENES 👉 https://t.co/bFqYD8ovwJ