@BilalFahrur ngeslice tangan aja, pelan pelan biar nikmat 10 slice/ 1 milyar yg korupsi, abis itu hasil slice dikasih ke anjing, dan tainya anjingnua kasih ke keluarga
Info dari nyokap di Medan
- Sebagian wilayah Medan masih mati lampu.
- Di rumah cuma sempat nyala sebentar sekitar jam 10 malam, lalu mati lagi dari jam 8 pagi sampai sekarang
- Sinyal hape timbul tenggelam
- Orang-orang pada pergi ke kafe, mall dan ke hotel biar ngadem.
Sangat disayangkan, salah satu pulau penghasil energi (batubara, minyak) dan bahan baku biosolar (sawit) malah kena black out.
Penyebabnya kata PLN gara2 satu ruas yang menghubungkan Muara Bungo dan Sungai Rumbai terputus...
Lu bayangin, cuman satu ruas bisa bikin satu pulau lumpuh.
Rawan banget ini pertahanan dan keamanan republik di Sumatera.
Source Gambar: Tribunnews
Info dari nyokap di Medan
- Sebagian wilayah Medan masih mati lampu.
- Di rumah cuma sempat nyala sebentar sekitar jam 10 malam, lalu mati lagi dari jam 8 pagi sampai sekarang
- Sinyal hape timbul tenggelam
- Orang-orang pada pergi ke kafe, mall dan ke hotel biar ngadem.
Sangat disayangkan, salah satu pulau penghasil energi (batubara, minyak) dan bahan baku biosolar (sawit) malah kena black out.
Penyebabnya kata PLN gara2 satu ruas yang menghubungkan Muara Bungo dan Sungai Rumbai terputus...
Lu bayangin, cuman satu ruas bisa bikin satu pulau lumpuh.
Rawan banget ini pertahanan dan keamanan republik di Sumatera.
Source Gambar: Tribunnews
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp60-65 triliun per tahun untuk mereaktivasi jaringan rel kereta api nasional.
Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, serta BUMN terkait di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/04/2026).
AHY menilai sektor perkeretaapian di Indonesia masih mengalami kekurangan investasi under investment dibandingkan sektor jalan.
Ia mencontohkan, pada 2026 alokasi anggaran untuk pembangunan & perbaikan jalan nasional mencapai sekitar Rp46 triliun, sementara untuk rel kereta api hanya sekitar Rp5 triliun.
(https://t.co/gWsbLuGUMt)
Coba kalau presidennya bukan prabowo, gaada tuh MBG, gaada tuh efisiensi anggaran, gejolak perang kaya gini sepertinya relatif aman.
Yang Milih no.2 kadang mikir ga sih? kalian ikut menghancurkan lebih cepat negara ini
@anchlobri@ghozyulhaq@BagasN7 iya pemerintah gagal membangun ekosistem lapangan kerja formal, makanya profesi ojol menjamur.
bapuk emang pemerintah ini
Ali Khamenei itu Syiah, bahkan bisa dibilang "pemimpin tertinggi Syiah", makanya bergelar Ayatollah.
Di Syiah, ulama besar yg punya otoritas luas dan boleh berijtihad itu disebutnya Ayatollah, makanya ada Ayatollah yang lain, seperti Ayatollah Ali Al-Sistani, Ayatollah Bashir al-Najafi, Ayatollah Naser Makarem Shirazi, dsb.
Memang dalam akidah Sunni yang kita anut, Syiah itu tidak benar dan melenceng (kita tidak bahas poin-poin kesalahan pemahaman Syiah di sini), tetapi statusnya jelas, masih Islam.
MUI sudah buat pernyataan resmi mengenai wafatnya Ali Khamenei dan didoakan semoga masuk surga.
Walaupun demikian, di kalangan umat Islam juga ada yang tidak menyukai Khamenei, terutama dalam keterlibatannya di perang saudara Suriah dan banyak orang Sunni dibantai, ini jadi poin titik pecah yang juga dimanfaatkan Zionis untuk memecah belah umat Islam.
Memang ada sejarah kelam dalam hubungan Sunni-Syiah, kita mengakui dan menyaksikan itu, namun jangan sampai umat Islam mau diadu domba dan dibuat berpecah belah oleh orang-orang kafir gara-gara soal ini, Syiah memang berbeda dengan kita yang Sunni, tetapi tidak boleh jadi alasan bagi kita memihak bangsa kafir (Amerika-Israel) untuk menumpas saudara kita yang Syiah.
Sejelek jeleknya Kader PDIP, mereka tidak akan mengakui israel sebagai Negara, apalagi mengamankan Israel
Ingat Gandjar yang dikritik abis abisan karena menolak kontingen israel?
ya seperti itulah PDIP
sementara si onoh yg teriak Ideologi Pancasila jualan negara ke amerika
Sebuah dokumen rahasia hadir di meja redaksi majalah terkemuka AS bernama TIME.
Isinya Jaringan Al-Qaedah dua kali menarget Presiden Megawati Soekarnoputri lewat Al-Faruq alias Mahmud bin Ahmad Assegaf.
Majalah Tempo edisi 23-29 September 2002 kemudian menerbitkan cover gambar Megawati dengan pertanyaan dua kata "Target Al-Qaidah?".
Asumsi kemudian muncul kala itu, apakah benar Mega di target Al-Qaeda atau hanya propaganda dari CIA ?
Sikap Mega atas pemberitaan itu relatif pasif. Ia nyaris tidak merespon secara berlebihan. Ia hanya memanggil lima pejabat keamanan negara termasuk Kepala BIN, AM Hendropriyono ke rumah dinasnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta.
Mega justru tidak khusus membahas soal dirinya yang ditarget tapi membahas soal informasi CIA secara keseluruhan soal ancaman Al-Qaeda di Indonesia.
Sekitar tiga minggu setelah pemberitaan Tempo ini, di tanggal 12 Oktober 2002 terjadi Peristiwa Bom Bali I yang memakan korban 202 orang jiwa dan ratusan luka-luka. Pelakunya adalah Imam Samudra, Ali Imron berserta kelompok Jemaah Islamiyah (JI).
Setelahnya Presiden AS George W Bush mengirim agen CIA menemui Mega untuk meminta agar Indonesia menyerahkan Abu Bakar Ba'asyir yang diklaim terlibat dalam Bom Bali I & Bom Istiqlal 1999.
Kepentingan dari AS, Ba'asyir & Jamaah Islamiyah (JI) dianggap sebagai bagian dari jaringan Al-Qaeda.
Mega saat itu menolak agen intelijen AS utusan Bush itu dengan mengatakan :
"Ba'asyir tidak mungkin dipenjarakan di Penjara Guantanamo di Kuba karena ia orang Indonesia maka jika Ba'asyir bersalah, ia akan dihukum memakai hukum Indonesia".
Ada pun Penjaga Guantanamo adalah pusat tahanan militer (penjara) milik AS di Kuba yang didirikan pasca peristiwa Gedung WTC 9 September 2001.
Selain itu, argumen Mega menolak agen CIA itu juga bilang kalau Ba'asyir tiba-tiba hilang atau dibawa ke Kuba maka itu akan menimbulkan kecurigaan masyarakat.
Jika kita meruntut rangkaian antara--: Laporan CIA terkait Mega yang ditarget Al-Qaeda, Peristiwa Bom Bali I & anggota CIA yang khusus menemui Mega. Kita akan menemukan benang merah yang saling berkaitan.
Sikap Mega saat itu : berani, bijaksana & menjaga kedaulatan hukum di Indonesia.
Tempo posting kabar dari Letkol Teddy, Inggris komit invest 90 trilyun.
Dan instead komen akan kabar cerah itu. Akun sosmed komen Presiden yg duduk ngga buka kancing jas.
Presiden, dari kecil sampai tua anak orang kaya. Dgn anak tunggal desainer. Dikomentari kancing jas tidak dibuka saat duduk?