πΈ = π¨πΏ || Jangan suka asal screenshot tweet akun ini & dipost di platform lain. Biasakan ijin duluβ|| Nggak suka akun ini? Feel free to mute or block π
Karena daritadi banyak yang bilang soal serem. Cerita soal manisnya Mohammad Ahsan dulu.
Jadi begini ceritanya,
Setelah jadi runner up Kejuaraan Dunia 2017 bersama Rian Agung, Ahsan lagi menurun.
Sudah lama tidak naik podium. Sedangkan tetangga Ahsan yang tidak lain tidak bukan adalah Tontowi Ahmad masih sering naik podium.
Dalam beberapa kali kesempatan naik podium, Tontowi mengajak sang anak, Danish.
Hal ini kemudian yang membuat Chayra, yang sepantaran dengan Danish, punya keinginan yang sama.
Keinginan itu diutarakan kepada Babah Ahsan. Lalu Ahsan yang baru saja kembali berpasangan dengan Hendra Setiawan coba mewujudkannya.
Secara realistis, situasi saat itu sudah terbilang sulit. Ahsan sudah berumur dan comeback Ahsan/Hendra tidak disertai impian yang muluk-muluk.
Di tengah situasi sulit itu, Ahsan bisa membuat keinginan Chayra terwujud. Bukan di ajang besar yang dulu biasa mereka menangkan, melainkan di ajang Malaysia International.
Meskipun bukan ajang besar, kemenangan di Malaysia International dan keberhasilan membawa Chayra minta ikut naik podium sudah berhasil dipenuhi dan diwujudkan oleh Ahsan.
Dan tak disangka dan jadi kejutan bagi banyak orang, Ahsan/Hendra ternyata mengganas setahun kemudian dan kembali ke jajaran ganda papan atas dunia.
Ketika podium super ramai di Indonesia Open 2019 itu dibicarakan banyak orang, ternyata Malaysia International 2018 yang lebih dulu jadi cikal bakalnya.
Sebenarnya, Ahsan gak langsung berubah drastis jadi kalem begitu duet dengan Hendra Setiawan.
Gaya Ahsan yang meledak-ledak masih bertahan saat ia berpasangan dengan Hendra.
Karena itu ketika Ahsan/Hendra berpasangan, sering dianggap sebagai kombinasi ganda yang saling melengkapi.
Satu yang penuh gairah, bersemangat, dan meledak-ledak.
Satu yang tenang, kalem, dan tak mudah goyah oleh tekanan lawan.
Saat ditanya Ahsan soal sikapnya yang meledak-ledak di lapangan, Ahsan berkata bahwa hal itu dilakukan karena ia tak ingin kalah dalam 'hawa pertandingan' menghadapi lawan, juga tentunya pembawaannya sebagai pemain muda yang punya hasrat besar berprestasi di level dunia.
Melawan pemain-pemain yang punya pengalaman dan prestasi lebih tinggi darinya saat itu, Ahsan merasa ia harus menunjukkan sifat tak mau kalah dan penuh semangat di lapangan.
Hal itu dinilainya jadi modal untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih senior dan punya prestasi lebih bagus saat itu.
Lalu soal perubahan menjadi lebih kalem dan tidak semeledak-ledak dahulu?
Ahsan pernah bergurau bahwa ia tidak lagi melakukan itu karena sudah terlalu capek kalo harus teriak-teriak terus sepanjang pertandingan.
π·: 2013
Ya Allah, kalo lagi ada bahan gunjingan sedahsyat ini kadang kangen banget pengen bisa ketemu langsung sama @drainoney buat berghibah dengan fokus π€£
Beginilah nasib kalo dijauhkan dengan bestie karena merantau π
Sumpah dulu pertama kali mulai ngulik Daddies & pas baca jalan perjuangannya Ahsan dulu bener-bener ngerasa "Wah, luar biasa banget sih perjuangannya sesulit itu π₯Ή"
Karakternya keras. Mungkin juga karena perjalanannya menuju pemain top dunia yang sangat berat.
- Dari kecil sudah latihan bulu tangkis
- Harus naik bus ke tempat latihan sepulang sekolah. Sering ketiduran di bus
- Umur 13 tahun sempat vakum badminton. Sudah gak ada klub
- Ternyata ada POPNAS. Ahsan bisa lolos masuk SMA Ragunan
- Merantau ke Jakarta. Uang kiriman pas-pasan. Gak punya uang berarti gak jajan
- Ada perubahan program di SMA Ragunan. Fokus ke putri
- Ahsan sempat kebingungan. Dia gak mau pulang ke Palembang dengan gagal begitu saja
- Ahsan gak mau sudah jauh-jauh merantau tapi cuma menamatkan sekolah saja
- Pindah ke Bina Bangsa. Ketemu Bona Septano
- Pindah ke PB Djarum
- Ahsan/Bona kemudian bisa ditarik ke Pelatnas
Karakternya keras. Mungkin juga karena perjalanannya menuju pemain top dunia yang sangat berat.
- Dari kecil sudah latihan bulu tangkis
- Harus naik bus ke tempat latihan sepulang sekolah. Sering ketiduran di bus
- Umur 13 tahun sempat vakum badminton. Sudah gak ada klub
- Ternyata ada POPNAS. Ahsan bisa lolos masuk SMA Ragunan
- Merantau ke Jakarta. Uang kiriman pas-pasan. Gak punya uang berarti gak jajan
- Ada perubahan program di SMA Ragunan. Fokus ke putri
- Ahsan sempat kebingungan. Dia gak mau pulang ke Palembang dengan gagal begitu saja
- Ahsan gak mau sudah jauh-jauh merantau tapi cuma menamatkan sekolah saja
- Pindah ke Bina Bangsa. Ketemu Bona Septano
- Pindah ke PB Djarum
- Ahsan/Bona kemudian bisa ditarik ke Pelatnas
@temanbona Ooh 2024 pernah kejadian juga ya, waduh πΆ Kalo yang dulu butuh waktu berapa lama sampe normal lagi?
Gedebukan banget sih ini pasti buat perbaikannya. Pada standby semaleman & di grup rame pasti per gardu induk mantau penormalan.
@temanbona Putus/kerusakan di transmisi apalagi 150 kV ke atas mah wah ribet deh.
Penormalannya bakalan butuh waktu banget pasti.
Keinget yang kejadian di pulau Jawa tahun 2019 juga soalnya. Itu masalahnya di transmisi juga kan.