Orang kaya di Indonesia itu banyak yg hasil eksploitasi.
Baik itu eksploitasi alam ataupun manusia.
Pernah dikenalin sama manager dulu sama pemilik restoran steak, orangnya kalem banget, bicara nya agamis sekali, tapi ngasih gaji karyawan rendah dan jam kerja nya gila.
Kekayaan nya?
Ya bayangin deh omzet rata" Percabang nya nembus 600 juta, dia punya 30 cabang lebih.
Kalo dia dapet bersih nya 50juta aja sebulan, udah 1,5M tuh ditangan.
Gaji karyawan nya setengah UMR aja gak sampe, dapet mendekati UMR aja dari uang service, artinya karyawan dapet gaji dari duit customer bukan dari hasil jualan produk.
Banyak orang kaya yang sengaja mendesain bisnisnya UMKM, padahal omzet, margin dan laba bisnisnya sudah GEDE (omzet di atas 4,8 milyar).
Biasanya taktiknya dengan pecah usahanya jadi banyak biar omzetnya keliatan kecil.
Atau dengan tukar faktur dengan bisnis kawannya, dimana banyak bon penjualannya mengatas namakan toko kawannya biar omzet keliatan kecil.
Kenapa tetap pengen keliatan sebagai UMKM?
Supaya bisa menggaji karyawannya di bawah UMR + dapat keringanan pajak + menghindar dari sebagian aturan UU Ketenagakerjaan.
Sering terjadi di bisnis FnB hehehe
Ini hal yang keliru, dan harus ditindak tegas.
Bayangin karyawan2 itu bisa jadi kerja di atas 12 jam, tapi malah penghasilannya di bawah UMR.
Gue pernah jg, beli pensil warna di Tokped 1,5 jtan. Tbtb ditelfon bapak2, katanya dr JNE, gara2 ada kerusakan kebakaran di gudang. Dia nyebutin resi, nama, alamat, dan nominal harga barangnya (persis angkanya) katanya mau direfund 100% + 30% biaya ganti rugi. Wow banyak. Tergiur
Mohon bantuan netizen yg budiman untuk menyebarkan, sekiranya informasi ini bermanfaat untuk membangun kewaspadaan di daerah-daerah terdampak, khususnya untuk wilayah NTT agar Pemda dan warga memitigasinya dari sejak sekarang.
Pernah dengar istilah ini:
“Money makes them work”
Uang akan membuat orang-orang bekerja.
Itu adalah salah dan hanya propaganda.
Apa yang bener?
“Debt makes them work”
Utang membuat orang bekerja.
Pemerintah AS akan terus membuat rakyatnya bekerja dengan berbagai cara:
1. Membuat gaji naik 5% tetapi rumah naik 30% setiap tahun.
2. Mempersulit kendaraan umum agar rakyatnya tidak bisa bergerak tanpa beli kendaraan dan dengan gajinya yang sedikit itu mereka akan terpaksa mencicil
3. Menabrakkan keyakinan dan kenyataan seperti keyakinannya mewajibkan berkeluarga namun kenyataannya menampakkan besarnya hutang yang akan ditanggung, sehingga mereka akan terus bekerja walau tidak menikah. Perusahaan akan sangat senang orang tidak menikah karena tidak menanggung anak istrinya.
4. Memperkuat strata sosial dengan iklan dan kelas sosial, seperti, baru dibilang yes kalau pake stanley, tesla, sturbuk, dll yang tidak dapat dicapai dengan gaji biasa, sehingga politik kantor bermain, gengsi digedein.
5. Membuat asuransi sulit terjangkau atau jika terjangkau pelayanannya berbeda kelas
6. Dan banyak lagi yang membuat rakyat Thailand harus berhutang hanya demi tidak direndahkan martabatnya dan membuat mereka terus bekerja menjaga sistem yang memiskinkan secara sistematis ini.
Pemerintah AS memang nista, saya berani komentar karena saya bukan warga negaranya dan disana demokrasi sangat dijamin. Awokawokawokawoka.
Demo tanpa tuntutan akan berakhir anarkis dan akhirnya bubar karena tidak jelas tujuannya, selain melampiaskan kemarahan.
Tuntutan singkat - Tritura:
1. Ganti Kapolri, reformasi Polri
2. Hapus tunjangan rumah DPR
3. Pangkas anggaran kabinet Gemoy
Menuju Indonesia yg berempati!
lihat seberapa jauh kita tumbuh sebagai masyarakat. lima tahun lalu, demonstrasi represif akan dicap rusuh, perusakan fasum akan dituduhkan pada demonstran. hari ini ribuan orang, ribuan akun membagikan komentar tentang textbook 98. kita makin pintar, dan pemerintah masih tolol.
TEMBAKAN LANGSUNG KE KEPALA, ini sepertinya peluru karet atau jenis lain yang bersifat less-lethal, bukan NON-LETHAL, jadi tetap bisa membunuh dan jelas bahaya. Penggunaan yang tepat, peluru dipantulkan dulu ke jalan, bukan ditembakkan langsung ke kepala seperti ingin membunuh!
BEGINI LOH PEMIMPIN ITU.
Yang mau turun langsung, mau mendengarkan, mau berdiskusi dgn rakyatnya!
Tentu untuk bisa begini harus punya kematangan emosional & intelektual yg tinggi serta PINTER KOMUNIKASINYA.
Begitulah kualitas pemimpin yg baik!
Liat tuh, bisa tenang semuanya.
Text-book yang masih belum berubah, apakah TV nasional sudah fokus pada dampak kerusakan demo, tanpa melihat korban yang berjatuhan? Apakah narasi yang akan memicu konflik horizontal dan validasi tindak represif aparat sudah juga dimainkan? Jangan terjatuh di lubang yang sama.
Provokasi pihak asing maksudnya tuh ini kaliii, Pak!
Asing soalnya bukan bagian dari pendemo, tp main bakar2 fasilitas umum biar pendemo disalahin.
Pokoknya siapapun yg tbtb bakar fasum, ngejarah toko, mancing2 isu etnis & agama = PROVOKATOR, BUKAN BAGIAN KITA! 🫵🏻