Rekap foto Jet sang anak mantu, yg ketangkep di temlen:
~anak mantu posting jendela dan ekor pesawat.
~netijen ngecek, jendela yg difoto bukan pesawat biasa, tp jet pribadi.
~netijen lanjut nelusuri pemilik jet, ketemu nama satu perusahaan.
~perusahaan pemilik jet ternyata satu grup dg perusahaan sponsor salah satu klub bola.
~netijen jg menemukan pemilik jet terkait dg perusahaan marketplace yg dah buka kantor di Solo.
~netijen jg nemu, perusahaan tersebut terkait dg sebuah bank yg di akta pendirinya ada nama bapaknya presiden terpilih.
Dari foto jendela terbongkar jalinan kolusi tingkat dewa.
Netijen dahsyat.
Ngopi dan sarapan di CFD pagi tadi. Selalu seru dan menyenangkan. Di CFD, kebersamaan itu terasa, bahwa kota ini milik semua.
Termasuk juga milik 16% warga yang menyandang disabilitas. Jersey biru keren yang saya pakai ini bikinan @biruberbagi, seluruh keuntungannya disalurkan untuk membantu kaki palsu bagi anak-anak muda yg membutuhkan.
Yuk, saling berbagi di kota ini. Karena peduli, hangat, dan gesit membantu adalah karakter orang Jakarta.
Mari berdoa dulu diwaktu sore ini dengan mengaminkan D'oa Baginda Rasul Muhammad SAW:
“Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi urusan umatku kemudian dia merepotkan umatku maka susahkanlah dia.” (HR. Muslim: 1828)
Aamiin...
(Semoga diaminkan oleh lebih dari 40 orang...)
Hari ini adalah hari ulang tahun Ibu. Izinkan kami menceritakan ulang tentang kisahnya. Namanya Aliyah. Lahir 20 Maret 1940, di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Saat lulus SMP, di Kuningan belum ada SMA. Ayahnya menitipkan pada kerabatnya di Cirebon spy anak perempuan ini bisa meneruskan SMA.
Saat itu sempat jadi bahan “omongan” di kampungnya karena seorang anak perempuan “meninggalkan” rumah bukan karena menikah, tapi karena sekolah. Diantar kakak laki2nya, Ibu naik oplet ke Cirebon. Selesai SMA, ia ingin jadi guru dan diterima di jurusan Pedagogi, Unpad, yg kemudian menjadi IKIP Bandung.
Tahun 1965, Ibu, seorang anak perempuan yg dulu digunjingkan di kampung itu, menjadi anak pertama dalam sejarah keluarga besar yg pernah ikut wisuda, jadi sarjana. Sebuah lembaran baru bagi seluruh keluarga di kaki Gunung Ciremai.
Sejak itu Aliyah mengajar di IKIP Bandung hingga mutasi ke IKIP Yogyakarta karena menikah dgn Ayah, Rasyid Baswedan, seorang pria dari Yogyakarta. Mereka berdua sama-sama pengajar.
Ayah kembali ke Rahmatullah 11 tahun yang lalu. Dan hingga kini Ibu di usianya ke 84 tahun, sebagai Guru Besar Emeritus, masih terus mengajar di program pascasarjana.
Sejak pandemi, Ibu tinggal di Jakarta dan tetap beri kuliah dua kali per minggu secara online. Ibu memang sudah tidak lagi membimbing disertasi, tapi masih terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial & keagamaan.
Ibu adalah perempuan tangguh, penuh kasih sayang dan pemancar doa tanpa henti bagi anak-anak dan cucu-cucunya. Pada setiap sujudnya, dikirimkan doa untuk kami semua. Pada setiap pesan, diteguhkan pada kita semua utk selalu ingat pada Allah. Pada setiap tatap, ada cinta. Pada setiap tutur, ada sayang. Pada setiap dekap, ada kehangatan abadi. Ibu adalah sumber dan hulu kasih sayang.
Izinkan kami, anak, menantu dan cucu sore ini, dalam sebuah syukuran sederhana di rumah, mengirimkan doa untuk Ibu. Tak mungkin bisa mengimbangi semua doa dari Ibu untuk kami. Doa kita semua, semoga Ibu selalu diberikan kebahagiaan, kesehatan dan dipanjangkan umurnya. Semoga kita semua, anak, menantu & cucu, bisa menjadi pembawa bahagia, menjadi qurrata’ayun bagi Ibu. Selamat Ulang Tahun, Ibu...
#ABW
Selamat & Sukses Prodi S1 Akuntansi Universitas Terbuka Telah Meraih Akreditasi Internasional dari FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation)
Ayo kuliah di UT, terjamin kualitasnya!
-
“Semua Bisa” Kuliah Di Kampus Negeri 🎓😊
#UniversitasTerbuka
KELUARGA HISTERIS !
Beginilah kondisi Bapak Tua yang didalam Video terlihat akan mengarah ke Mesjid, Namun dihadang oleh Petugas, Beliau Pingsan dan meninggal saat kunjungan @jokowi ke Mesjid Tersebut.
Kota Rantauprapat
Kab Labuhanbatu
Prov Sumatera Utara
Manghadiri acara diskusi pasca Pemilu 2024 yang digelar oleh Koresponden Asing, Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC).
Media internasional turut memantau Pemilu di Indonesia. Mereka telah mendalami dan mendapatkan update dari beberapa sumber. Lalu kemarin mereka mengundang kami sebagai salah satu Calon Presiden peserta Pemilu dan saya bersedia hadir.
Mereka menanyakan perspektif yang kami alami selama masa kampanye, hari pencoblosan dan pasca pencoblosan.
#JakartaForeignCorrespondentsClub #JFCC #Pemilu2024 #Pilpres2024 #AniesBaswedan
Blm pernah ada paslon setangguh mrk. Utk mengalahkannya, secara kolosal musuh2nya bahkan hrs melanggar banyak UU, menjilat ludahnya sendiri, menipu nurani masing2, bahkan mengabaikan Sorganya kelak.
Sepanjang sejarah demokrasi dunia, blm pernah ada.
Secara moral mrk yg menang!