"Jurnal Ilmiah" ini bicara tentang kejujuran, tentang mencegah kecurangan. Tapi ia gagal jujur dan konsisten pada datanya sendiri.
Sebuah tulisan tentang integritas yg justru tidak lolos etika akademis paling sederhana.
Jika mau baca, ini sumber aslinya https://t.co/gRJypS1B4N
Dg adanya pembangunan/perluasan @mrtjakarta di depan Plaza Indonesia, terjadi penyempitan di sepanjang trotoar antara pintu A dan Bundaran HI (hanya cukup 2 orang berdiri), dan terjadi GENANGAN saat/setelah hujan, spt sekarang ini. Apa bisa dicarikan solusi? Terima kasih.
Kenapa adanya Badan Ekspor ini sangat berbahaya buat Investasi di Indonesia..
Yang rumornya akan dimulai dari industri Batu Bara dan Kelapa Sawit (CPO) -> yang bikin banyak saham saham di sektor tersebut rungkad hari ini.
(A Thread)
Guys, Singapura baru saja bikin pernyataan yang singkat tapi dampaknya besar.
Singapura menolak flat-out untuk negosiasi dengan Iran soal "safe passage" melalui Selat Hormuz.
Dan alasannya satu kalimat yang tegas:
Shipping global adalah hak fundamental bukan privilese yang harus dibeli."
Kenapa pernyataan ini penting banget?
Singapura bukan negara sembarangan dalam konteks ini.
Singapura adalah salah satu hub maritim terbesar di dunia. Port of Singapore adalah pelabuhan tersibuk kedua di dunia berdasarkan volume kargo.
Hampir semua kapal yang membawa minyak dari Timur Tengah ke Asia Timur dan Asia Tenggara melewati jalur yang berkaitan langsung dengan Selat Hormuz dan Selat Malaka.
Kalau ada negara yang punya kepentingan langsung untuk Selat Hormuz tetap terbuka itu Singapura. Dan mereka memilih untuk tidak bayar.
Ini adalah penolakan langsung terhadap sistem tol Iran.
Beberapa hari lalu kita sudah bahas: Iran sekarang memungut tol dari kapal yang mau lewat Selat Hormuz dan minta dibayar dalam yuan atau kripto. Bukan dolar.
Singapura bilang: tidak.
Bukan karena tidak mampu bayar. Singapura jelas mampu. Tapi karena membayar berarti mengakui legitimasi Iran untuk mengontrol jalur internasional. Dan itu preseden yang sangat berbahaya untuk seluruh sistem maritim global.
Prinsip hukum di baliknya:
Selat Hormuz adalah selat yang digunakan untuk navigasi internasional yang berarti dilindungi oleh UNCLOS, Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang menjamin hak transit passage bagi semua kapal dari semua negara tanpa hambatan.
Iran tidak berhak secara hukum internasional untuk memungut tol atau memblokir jalur ini.
Tapi di dunia nyata hukum internasional tidak bisa ditegakkan sendiri. Yang bisa menegakkan adalah kekuatan militer atau tekanan kolektif dari banyak negara.
Dan Singapura baru saja menjadi salah satu suara paling lantang yang bilang: kami tidak akan tunduk.
Implikasi geopolitiknya:
Ini bukan cuma sikap Singapura secara individual. Ini sinyal kepada seluruh komunitas maritim global.
Kalau Singapura yang ekonominya sangat bergantung pada perdagangan bebas menolak membayar tol Iran, maka tekanan pada negara-negara lain untuk juga menolak akan semakin besar.
Dan kalau mayoritas negara menolak Iran punya dua pilihan: buka selat tanpa dibayar, atau eskalasi konflik lebih jauh dengan menargetkan kapal yang melintas tanpa izin.
Kedua pilihan itu punya konsekuensi besar untuk Iran sendiri.
Dan ini yang relevan untuk Indonesia:
Kita sudah bahas berkali-kali stok minyak kita sekitar 20 hari. LPG kita 75% impor. Dan jalur pasokan kita sangat bergantung pada stabilitas perairan di sekitar Selat Hormuz.
Kalau Singapura menolak bayar dan Iran merespons dengan memperketat kontrol kapal-kapal yang membawa energi ke Asia Tenggara termasuk Indonesia akan makin terdampak.
Pemerintah kita belum ada pernyataan resmi soal posisi Indonesia terhadap sistem tol Iran ini.
Dan itu pertanyaan yang perlu dijawab apakah kita ikut Singapura dan menolak legitimasi tol itu? Atau kita diam dan membiarkan kapal-kapal kita bernegosiasi sendiri?
Aku udah 4 tahunan kerja sama orang luar aja masih harus ngeraba soal ini sih.
Intinya kita harus tau mana yang kita cuma perlu inform (ngasih tau) vs asking for permissions (minta izin).
Hal-hal yg termasuk hak kita sebagai manusia itu harusnya inform, contoh:
• Perlu ke toilet pas meeting
• Ga masuk kerja pas sakit
• Ambil cuti yg emang udah jadi hak kita
• Butuh waktu fokus tanpa diganggu
Ini bukan hal yg harus "boleh ga ya?"
Ini tuh lebih ke "aku ngasih tau aja ya"
Sedangkan asking for permission itu biasanya:
• Ngubah jadwal meeting yg melibatkan banyak orang
• Ngambil keputusan yg impact ke tim/project
• Request resource tambahan
• Hal-hal yg di luar scope/responsibility kita
Dulu aku juga kebiasaan "minta izin" untuk semua hal, bahkan yg sebenernya hak basic.
Lama-lama baru sadar, ini bukan soal sopan atau engga… tapi soal boundaries.
Kalau semuanya diminta izin, kita tanpa sadar ngeposisiin diri kayak ga punya kontrol atas waktu & kondisi sendiri.
Dan ini sering kejadian banget di kita yg tumbuh di environment yg serba "harus izin dulu"
.
Padahal di banyak workplace (terutama luar), mereka expect kita bisa manage diri sendiri.
Jadi ya pelan-pelan diubah. Ga semua hal harus jadi pertanyaan. Kadang cukup jadi statement aja.
chaos di kantor pos (well, ga sampe kacau tp rame bgt) krn pada mau ambil PKH..
trus driver ojol ay tadi cerita, PKH ortunya dicabut; JKN anaknya juga, ktny salah desil (kelas). nanya rt/rw juga ngga ngerti. minta disurvei ulang ga berhasil (tetep ga dpt bantuan). yaudah gituaja.
dalam kondisi ibu kota bersuhu neraka ini, seorang pemudi sok iye mau jalan kaki aja dari gym karena pelit setelah lihat harga gJek kok lebih mahal dari biasa. baru 5 menit jalan, pikiran warasnya muncul. cek competitor: gRep. eh kok murah (harga standar). pesan. terselamatkan.
lah ini dua aplikator (service provider) kalo jadi dilebur (atau dicaplok) ntar susah dong ngarep ada persaingan dengan keuntungan bagi kastamer...
on a different note, 32 feels like 36 ini beneran excessive heat. hah gimana puncak elnino nanti pas tengah tahun... 🥵🥵
dalam kondisi ibu kota bersuhu neraka ini, seorang pemudi sok iye mau jalan kaki aja dari gym karena pelit setelah lihat harga gJek kok lebih mahal dari biasa. baru 5 menit jalan, pikiran warasnya muncul. cek competitor: gRep. eh kok murah (harga standar). pesan. terselamatkan.
awal bulan puasa, dibilangnya semua kelas siang ditiadakan. geser dan dipadetin, jadi sore doang. mendadak di tengah bulan puasa (udah jalan 2 minggu) kelas h*r*c yg biasa sore digeser ke JAM 12 SIANG selama bulan puasa. macem jadi segmented banget 🤣 anak owner mah bebas... 😪
Saat ini ada 32 influencer yg sedang diselidiki.
Kemarin OJK telah melakukan Forum Konsultasi Publik atas Rancangan POJK tentang Perilaku Pihak yang Menyampaikan Informasi Sektor Jasa Keuangan.
POJK segera final.
Pelan tapi pasti. Semoga lebih baik.
Udah dibilangin, tarif 19% itu kedok aja yg krusial itu isi teks Reciprocal Trade Agreement yang gak reciprocal sama sekali. RI bener-bener dikencingin dan dibuat gak punya standing, isinya lebih banyak unilateral obligation dari RI ke US, dan beberapa clause problematik
gugel kalender ini galau. awal2 dia otomatis cantumkan ramadan mulai tgl 20. trus seiring ada aliran mulai ramadan tgl 18, di kalender keluar dua tanggal: 18 dan 20, keduanya ditulis "ramadan (tentatif)"..
"dynamic pricing" harga coret diskonan di toped tu beneran menyesatkan dan ga bisa dipercaya dah. iya berlaku tapi kalo cuman beli 1 item. begitu nambah jumlah atau nambah jenis item, diskonnya berubah alias turun. hih.
looking at you, lippomall nusantara alias plaza semanggi.. foodcourtnya punya banyak tenant (sungguh menyenangkan) tapi jam makan siang gini rame bingit udah ga dapat meja kursi. ya masih untung ada kursi penunggu yg tanpa meja yaudahlah makan kilat lhaplhep di situ aja.
food court yg (kebanyakan) cuma nerima QRIS (bilangnya debit error, pdhl kode QRIS dibuat di mesin EDC) trus tiap transaksi ada service fee 500 (ya buat cover QRIS lah, palagi?!) trus sinyal busuk. tapi bisa pake wifi mallnya. tapi akses banking app pake public wifi, heyyyyy???!!