bayangin lu punya potensi tapi energi lu udah abis buat bertahan, mental lu di hajar habis-habisan, lu udah udah gak punya ambisi, karena sejauh ini lu cuma ngabisin energi di survival mode instead of growing.
Amalkan doa ini sepanjang bulan Ramadan.
اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma Innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa, Fa'fu 'Anni
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku."
Kamu jgn takut ditinggalin siapapun, cause basically people come and go, sadar dan menerima konsep itu bakal buat kamu lebih tenang, karena dgn begitu kamu bisa ngebahagiain dirimu sendiri tanpa berharap sama org lain. Trust me, it will be the happines and peacefull feeling ever.
Ternyata skill mahal yang harus di kuasai di usia 20-30an adalah skill mengatur suasana hati dan emosi. Jangan apapun di baperin. Please don't expect too much, orang bisa berubah kapan saja. Hari ini suka, besok bisa tidak. Semua bisa hilang, semua bisa pergi kapan saja.
mari kita usahakan jangan merasa lebih baik dari siapapun. bagaimanapun posisinya, cara dia berpakaian, pekerjaannya, pendidikannya ataupun latar belakangnya. karena kita tidak pernah tau, setiap malam sedekat apa dia dengan Allah dan sebanyak apa dia meminta ampunan.
Pantes yah pahala memaafkan itu tidak terbatas. Bayangin aja kita yang ngerasain sakitnya, nangisnya, gemeternya, emosinya, sakit kepalanya, trust issuenya, tapi kita juga yang harus bisa ikhlasin itu semua, kita juga yang harus bisa memaklumi.
Sedangkan orang yang jadi masalahnya bisa dengan mudah hidup tenang & melanjutkan hidup setelahnya.
Jangan menertawakan badai orang lain
hanya karena langitmu sedang cerah.
Sebagai perempuan, aku belajar
bahwa hidup bisa berubah
secepat angin berbalik arah.
aku menjauhkan diri ketika merasa tidak diinginkan, aku tidak akan mengemis ruang dalam hidup seseorang. jika kehadiranku tidak berarti, ketidakhadiranku juga tidak. aku memilih kedamaian daripada memaksa hubungan.
I'm touched by this beautiful quote :
"Bahkan sebelum dikabulkan, kebaikan dari doa-doa telah turun sedikit demi sedikit dalam bentuk: kesehatan, bahu yang kuat, duka yang berangsur lega, juga rasa sabar untuk terus melanjutkan hidup."
Mari menormalisasikan mencintai dengan tenang, tidak sibuk mencurigai atau selalu takut ditinggalkan hingga sering overthinking yang berlebihan. Akhirnya akan berdampak mengorbankan diri sendiri, mari bertumbuh bersama tanpa menuntut berlebihan dalam hal apapun.
No disrespect to anyone, but God please don’t send me another man who doesn’t know how to communicate, take accountability, or emotionally show up. I don’t want a man who’s still battling himself, avoiding healing, depressed, or emotionally unavailable and refusing help. I don’t want a man who can’t stand firm, speak for himself, or take control of his own life. I don’t want a man who belongs to someone else, is still tied to past situations, or lacks compassion, empathy, patience, and romance. I’m not built to carry a grown man through life while neglecting myself. Dealing with someone like that will drain you mentally, emotionally, and physically. I want a partner who’s already doing the work, not one I have to break myself trying to fix. Keep that kind of man far away from me.