@hyunisisme @poemoflotus “Ahaha— woah. Tenang. Apa yang terjadi padamu? Kau yang korup kenapa aku yang disalahkan?” Tawa bengis itu berganti menjadi wajah ramah yang memuakkan.
“Heetaek-ah, kau tidak kasihan dengan karir putrimu? Lihat semua orang di sini.”
@poemoflotus
@hyunisisme @poemoflotus “Abeonim, Abeoji. Kita bicarakan dengan—“ mulutnya terkatup dengan balasan tawa dari sang ayah.
Cha Taejoo si brengsek itu menganggap tuduhan Heetaek padanya tidak akan berefek negatif.
@poemoflotus @hyunisisme Pesta itu berubah sunyi. Tidak ada orang yang mengobrol karena manik mereka terfokus pada tiga orang di tengah ruangan.
Disusul dengan Taejoo yang mengernyit dahinya karena seseorang yang dibencinya datang menghancurkan pesta.
@poemoflotus “Nikmati makan malamnya, sesaat lagi akan keluar.” Lelaki itu dengan gelas kaca di tangannya tersenyum seakan tanpa dosa apapun dan meninggalkan sepasang anak muda yang berjuang di bawah tekanan.
@hyunisisme
@poemoflotus Dalam hatinya memendam rasa kesal karena orang ini mempunyai aura tidak enak. Dia bisa tertawa saat partnernya dikenai tuduhan suap dan korupsi berat?
@poemoflotus “Jung Siyeon.” Dongshik mengulurkan tangan setelah beberapa saat mematung memandangi kecantikan sang calon tunangan yang tampak bak bidadari. Pria itu cukup paham bagaimana cara menyikapi perempuan yang ia hormati.
@poemoflotus