Say whatever you want, take whichever side you choose, claim OT7 or OT6—that’s your freedom as a fan. But if you speak for BLFT and instead paint Heeseung as some unforgivable villain, then remember this: don’t cry when BLFT treats your fav badly, saying your fav was mistreated or denied fairness. And when the next comeback comes and no one steps up to carry the sales, don’t complain when your favs are faced with endless fansigns either.
As for us, we are Heeseung’s fans. Of course we stand with Heeseung. Wherever Heeseung is, that’s where we are—it’s as simple as that.
Gue juga gk peduli tulisan ini bakal nyampe ke temen si sender atau gk. Yang mau gue sampaikan untuk semua engene yang pola pikirnya sama kayak orang di screenshot itu, coba pikir lagi baik baik.
Ehp nggak pernah kekurangan apa pun karena ada Heeseung.Kalau emang ada yang kurang, yang kurang itu justru agensi yang gk ngasih artisnya ruang buat berkembang sebebas yang seharusnya. Mereka penyanyi, performer, musisi, tapi seberapa sering mereka dikasih kesempatan buat eksplor kemampuan mereka di luar aktivitas grup? Jd jangan heran kalau ada member yang ngerasa masih bisa ngelakuin lebih banyak dari yang sekarang.
Terus Coachella. Emang kalian pikir Heeseung cuma naik panggung, tampil, terus pulang? Performance sebagus itu gk muncul begitu aja. Ada latihan setiwp hari, revisi, evaluasi, tekanan mental, dan kerja keras mereka semua di balik layar. Dia juga ikut kerja buat memastikan penampilan mereka maksimal.
Katanya dia paling mencolok? Emang kenapa? Karena rambut merahnya viral? Lah….member lain juga ada yang gk pakai rambut hitam. Kenapa yang di omongin cuma Heeseung? Karena emang dia punya kemampuan, karisma, stage presence, dan aura yang bikin mata orang otomatis ngelirik dia. Itu bukan salah dia. Orang gk bisa dipaksa buat gk memperhatikan seseorang yang emang menarik perhatian.
Terus Daesang. Lucu bgt kalau ada yang bilang Heeseung cuma numpang nama.Kalian kira sebelum ehp dapet Daesang di MAMA dia cuma makan, tidur, main game? Semua member berjuang buat titik itu, termasuk Heeseung. Dia latihan, kerja, capek, ngorbanin waktu dan tenaga sama kayak yang lain. Jadi jangan pernah ngehapus kontribusinya seolah olah pencapaian grup itu cuma hasil kerja enam orang.
Yang bikin gue heran, selama ini banyak yang bilang di ehp gk ada posisi resmi selain leader. Tapi giliran ada satu member yang lebih menonjol, langsung dibilang center, centrik terus ngomel ngomel sendiri. Konsisten dong kalau emang nggak ada posisi begitu ngapain di ributin? kenapa kalian sendiri yg terus terusan nyebut itu cuma karena bias kalian kalah sinarnya?
Dan soal titel ACE, all rounder, atau center? itu bukan cuma di klaim sama fans nya dia. Banyak orang di luar fandom yang juga ngelihat kualitas Heeseung dan ngasih pengakuan itu berdasarkan apa yang mereka lihat di atas panggung. Kalian boleh gk setuju, tapi gk bisa maksa semua orang buat tutup mata atas penilaian mereka.
Terus narasi ehp juga berhak bahagia. Iya, mereka semua berhak bahagia. Emangnya dia gk berhak bahagia juga? Kalian ngomong soal tekanan mental member lain, seolah Heeseung hidup gaada beban dan tekanannya sama sekali. Padahal dia juga manusia. Dia juga bisa stres, capek, hilanh arah, dan merasa tertekan.
Yang paling bikin kesel, setiap kali Heeseung diserang habis habisan, selalu ada yang pura pura nggak lihat. Seolah olah kebencian yang dia terima itu wajar. Padahal dia juga tiap hari menghadapi ekspektasi, kritik, dan hujatan yang jahat sampe ada yg suruh dia m4t1.
Jadi tolong berhenti ngomong kalau Heeseung cuma menikmati hasil. Dia ikut bangun semua pencapaian itu dari nol. Dia ikut latihan, ikut kerja keras, ikut begadang, ikut nanggung tekanan, dan ikut bawa nama ehp sampai ada di titik sekarang.
soal debut solo? Itu juga bukan keputusan dadakan. Dia udah nyiapin karya dan musiknya dari lama bertahun tahun. Jadi kalau ternyata hasilnya bagus dan banyak orang suka, jangan marah seolah itu privillage dr agensi, NOOO itu adalah privillage dari kemampuan dan kemauan dia untuk berkembang. Itu buah dari persiapan, usaha, dan kemampuan yang udah dia asah bertahun-tahun.
Silakan kalia. punya bias masing masing. Silakan dukung favorit kalian mati matian. Tapi jangan sampai dukungan kalian jadi kebiasaan mendiskreditkan kerja keras bias orang lain cuma karena ga sesuai sama apa yang kalian mau.
gue jujur lebih appreciate cara heeseung build image dia lewat brand deals yang dia ambil. karena kalau diperhatiin dia tuh nggak yang langsung lompat ke biggest luxury brand atau project paling gede terus dijadiin patokan sukses. instead, dia jalan step by step, pelan tapi pasti dan menurut gue justru itu yang bikin perjalanan dia lebih menarik buat dilihat. banyak orang terlalu fokus sama nama brand besar sampai lupa kalau inti dari sebuah collaboration adalah gimana kedua belah pihak bisa sama-sama dapet benefit dan feel satisfied dengan hasilnya.
yang gue suka dari heeseung tuh karena selain ngebawa dirinya sendiri dia juga bawa image, value, dan trust yang udah dia bangun selama ini. makanya gue selalu punya soft spot buat artist yang mau mulai dari hal-hal kecil dan ngebiarkan hasil kerja mereka speak for themselves. not everything has to start from the biggest stage. kadang justru lebih impressive ketika seseorang bisa nunjukin konsistensi dan professionalism di setiap kesempatan yang datang, regardless of how big or small it is.
dan kalau ngomongin brand deals, satu hal yang menurut gue menarik banget adalah gimana banyak brand yang pernah kerja bareng dengan heeseung kelihatan kecintaan dan ngeappreciate him selama proses kerja samanya berlangsung. otomatis vibesnya keliatan bahwa brand deals ini bukan sekadar hubungan bisnis yang selesai pas kontrak berakhir tapi ada kesan kalau mereka beneran respect him as a person. mereka kelihatan berusaha memahami siapa dia sebenarnya, apa yang dia suka, personalitynya kayak gimana, sampai image yang dia bawa selama ini. that's why a lot of his collaborations feel more personal and authentic kayak brandnya berusaha menyesuaikan campaign mereka dengan heeseung.
dan menurut gue itu underrated banget sih kejadian begini karena good collab itu bukan cuma soal exposure atau angka, tapi soal trust dan long term impression. kalau brand sampe keliatan happy dan kasih feedback positif itu artinya ada sesuatu yang bener-bener works di sana.
karena itu, ketika ada fans yang berusaha ninggiin fave mereka dengan cara ngeremehin heeseung, gue justru lihatnya dari sudut pandang yang beda buat gue, cara kayak gitu malah nggak nunjukin superioritas sama sekali. instead lebih keliatan kalau mereka masih ngerasa perlu “narik orang lain turun” biar fave yang mereka suka kelihatan lebih tinggi padahal kalau emang yakin sama kualitas fave sendiri, harusnya nggak perlu sampai ngerendahin fave orang lain buat validasi, the fact that his name keeps getting brought into conversations says enough.
in this r u p i a h, bisa-bisanya masih nganggur. mana gak tau diri bgt lagi—top up game wae. mentang-mentang Allah bersama genz🗿
request duit yg banyak buat hype debutnya hisenk dong, semesta🤑