@tekarok007 padahal mereka mahasiswa UGM top 10 ptn TERBAIK vhombbb jujur pemikiran lu kayak anak dateng sekolah trus main alias anak TK dan omongan lau tinggi banget ibarat tifosi alias meninggi BHAPPPP
@bismillahyuk_ karna yang demo mahasiswa itu yang teriak teriak Reformasi atau revolusi sebenarnya mereka belum kebagian jatah komisi dan bagian di pemerintahan kalau udah dapet mah sama aja kedepan nya wkwkw
@regar_op0sisi pantes indo selalu berkembang SDM di X begini yang katanya pinter katanya cerdas aslinya juga tidak lebih dari se ekor keledai masih saja mempermasalahkan hal hal yang tidak harus di lakukan selalu mengeluh ke pemerintah dan selalu mengeluh kapan indo maju ya SDM nya begini๐น
Pendapat Ahok soal demo mahasiswa:
- Tidak perlu takut demo hadapi langsung, tanya maunya apa
- Tuntutan mahasiswa wajar, soal penghematan
- Sarankan bubarkan BGN, ganti voucher digital
- Sindir e-KTP yang tidak dimanfaatkan untuk subsidi langsung
- Tantang pemerintah buka anggaran sampai satuan ketiga
- Sindir tuduhan under invoicing yang asal tanpa bukti jelas
- Kritik keras pengerahan pasukan cadangan hadapi demo (TNI dan komcad
- Saran terima mahasiswa dan siarkan langsung biar transparan
"Demo kok kenapa harus ditakutin
kalau berjiwa laki laki temui,hadapi dan bicarakan"
anda (presiden) laki laki atau tidak ? (tambahin admin)
Guys, Ahok pernah ngomong blak-blakan ada satu hal yang harus kalian tahu dan menurut gue paling tidak pernah disampaikan secara jujur kepada rakyat Indonesia.
Harga BBM di Indonesia seharusnya bisa jauh lebih murah dari sekarang.
Bisa dirasakan semua kalangan.
Dari tukang ojek sampai ibu rumah tangga.
Dari pedagang kaki lima sampai sopir truk.
Bukan mimpi.
Bukan utopia.
Ini seharusnya sudah terjadi dari dulu.
Tapi tidak terjadi.
Dan alasannya sangat sederhana dan sangat menyakitkan untuk diakui:
Karena terlalu banyak uang yang bisa masuk ke kantong pejabat dari sistem yang sekarang.
Ini hitungannya yang tidak pernah diajarkan di sekolah manapun:
Indonesia punya sumber daya minyak sendiri.
Punya kilang sendiri.
Seharusnya bisa produksi sendiri untuk kebutuhan dalam negeri.
Tapi kenyataannya Indonesia impor 800.000 barel minyak per hari.
Dan di setiap barel yang diimpor itu ada komisi yang beredar antara 2 sampai 4 dolar per barel yang masuk ke kantong jaringan mafia impor yang sudah puluhan tahun menguasai sistem ini.
Kalikan saja.
800.000 barel per hari.
Komisi 2 dolar per barel saja.
Hasilnya 1,6 juta dolar per hari.
Setiap hari.
Tujuh hari seminggu.
Dua belas bulan setahun.
Itu sekitar Rp9 triliun per tahun yang bocor ke jaringan yang sama yang seharusnya bisa digunakan untuk mensubsidi BBM supaya lebih murah untuk semua rakyat Indonesia.
Dan ini yang paling menyakitkan siapa yang menanggung semua itu:
Tukang ojek yang isi bensin setiap pagi untuk cari nafkah.
Ibu rumah tangga yang beli gas 3 kg untuk masak.
Petani yang bayar ongkos kirim hasil pertanian yang naik karena solar mahal.
Nelayan yang tidak bisa melaut karena BBM terlalu mahal untuk kapalnya.
Mereka semua menanggung harga BBM yang seharusnya tidak perlu semahal ini supaya jaringan di atas bisa terus makan komisi dari setiap barel yang diimpor.
Dan ini yang membuat gue paling marah:
Kalau e-katalog LKPP diterapkan untuk pengadaan BBM harga ditetapkan terbuka, siapa pun di dunia bisa tawar, yang paling murah menang tidak ada lagi celah untuk komisi tersembunyi.
Kalau kilang dalam negeri dimodernisasi dan dioptimalkan seperti yang Ahok sudah buktikan bisa dilakukan ketergantungan impor turun drastis.
Biaya produksi turun.
Harga BBM untuk rakyat bisa ikut turun.
Kalau pembuktian terbalik diberlakukan pejabat yang tidak bisa jelaskan kekayaannya dari pajak yang dibayar langsung disita tidak ada lagi yang berani terima komisi.
Tapi semua itu tidak dilakukan.
Bukan karena tidak bisa.
Bukan karena tidak tahu caranya.
Tapi karena terlalu banyak pihak yang kehilangan penghasilan kalau sistem ini dibersihkan.
Dan ini yang paling ironis dari seluruh cerita ini:
Pemerintah bangga bilang sudah kasih subsidi BBM untuk rakyat.
Angkanya ratusan triliun per tahun.
Tapi subsidi itu sebagian besar tidak pernah sampai ke rakyat yang paling membutuhkan.
Bocor di jalan.
Salah sasaran.
Dan yang paling parah harga BBM tetap mahal karena biaya impor yang menggelembung akibat komisi yang dimainkan di sepanjang rantai pengadaannya.
Artinya: negara bayar subsidi ratusan triliun.
Rakyat tetap keluhkan harga BBM mahal.
Dan di tengah itu semua jaringan mafia impor tetap makan miliaran dolar setiap tahun.
Uang rakyat untuk subsidi.
Keuntungan untuk mafia.
Beban tetap untuk rakyat.
jadi kalau harga bbm masih mahal hari ini
itu semua emang sudah di ketahui prabowo
sebab akibat nya
tinggal kita ajukan pertanyaanya sekarang
apakah prabowo ikut menikmati permainan ini
atau hanya pura pura tidak tahu?
BBM murah untuk semua rakyat Indonesia bukan mimpi yang tidak terjangkau.
Ini pilihan kebijakan.
Dan selama ini pemerintah memilih untuk tidak melakukannya.
Bukan karena tidak mampu.
Bukan karena tidak ada uangnya.
Tapi karena terlalu banyak pejabat dan jaringan di belakang mereka yang hidupnya bergantung pada sistem yang mahal dan tidak transparan ini.
Dan rakyat yang paling miskin yang pengeluaran terbesarnya untuk transportasi dan memasak terus membayar harga paling mahal dari sebuah sistem korupsi yang mereka bahkan tidak tahu keberadaannya.
Andaikan Prabowo bilang gini:
"Kami putuskan KOPDES & MBG tutup total mulai hari ini"
Beuhh, apa ga meroket IHSG ๐
Rupiah langsung menguat ke 16000