⠀
https://t.co/UmeLcIEvg4⠀mereka akhirnya dapat melaksanakan piknik dengan tenang. Keduanya befoto , menyantap makanan yang Lumine buat , juga beristirahat hingga hari pun selesai. Lumine dan @T0NAKAIDA pulang dari taman bunga Runsuki dengan senang.
https://t.co/9JtEyRlkCu
⠀
⠀
https://t.co/UmeLcIEvg4⠀Ia menghampiri kotak scan yang ada di sisi pintu pagar , menunjukkan ketiga pokemon yang telah mereka tangkap , dan akhirnya pintu terbuka.
“pintunya sudah terbuka , ayo kita masuk , Chopper,” ajak Lumine dengan senyum. https://t.co/UmeLcIEvg4
⠀
⠀
https://t.co/UmeLcIEvg4⠀ujarnya sebelum mengarahkan layar pada ruang kosong di sisi kanan mereka. Walaupun aslinya hanya ada pepohonan , namun jika dilihat melalui ponsel , disana ada pokemon yang bisa di tangkap.
“ingin coba tangkap yang ini ?”
⠀⠀⠀⠀⠀› @T0NAKAIDA.
⠀
⠀
https://t.co/UmeLcIEvg4⠀masuk ke dalam bolanya.
“ah , bisa ! Ternyata kita hanya harus mengikuti timing dari garis panahnya saja. Pokemonnya memang ada yang memberontak tapi bisa ditangkap lagi. Yosh , kita pasti bisa tangkap tiga , Chopper !,” https://t.co/UmeLcIEvg4
⠀
⠀
https://t.co/UmeLcIEvg4⠀Untung di taman ini ada wifi , jadi dengan cepat sang pengembara bisa mengunduh permainan pokemon go ke dalam ponselnya.
“nah, ayo kita coba bersama , Chopper ! Sesungguhnya aku juga tidak terlalu paham cara mainnya ..”
⠀⠀⠀⠀⠀› @T0NAKAIDA.
⠀
⠀
https://t.co/UmeLcIEvg4⠀dalam kantung dimensi. Jangan tanya kenapa ia punya ponsel , ini karena paimon yang bersikukuh ingin main cooking mama jadi ia terpaksa menggunakan uang yang ia punya untuk membeli satu.
“sebentar aku akan unduh gamenya,” https://t.co/UmeLcIEvg4
⠀