Tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa perjanjian dagang Indonesia - Amerika Serikat yang baru saja ditandatangani adalah bentuk penaklukan dan penyerahan kedaulatan Republik Indonesia.
Hitung saja perbedaan kata berikut:
Indonesia shall, ada 214 kali.
United shall, hanya ada 9 kali.
#IndonesiaNOTforSell.
🇮🇷| Pemimpin Iran, Imam Khamenei:
Masalah antara AS dan Iran yang telah ada selama lebih dari 40 tahun dan menyebabkan kita menjadi musuh selama beberapa dekade—dapat diringkas dalam 2 kalimat:
Amerika ingin menelan Iran.
Tetapi bangsa Iran yang bijaksana dan Republik Islam berdiri di jalan mereka.
Ini seperti melamar putri seseorang, semuanya sudah beres kecuali satu hal. Mereka berkata, "Kami menginginkan putri Anda." Kita menjawab, "Sama sekali tidak."
Sekarang bangsa Iran telah mengatakan kepada pihak lain, "Sama sekali tidak." Itulah "kejahatan" bangsa Iran, dan itulah inti dari perselisihan ini.
Iran, negara kita, memiliki banyak daya tarik. Minyak Iran adalah daya tarik. Gas Iran adalah daya tarik. Tambang Iran yang kaya adalah daya tarik. Posisi strategis dan geografis Iran adalah daya tarik.
Ada banyak karakteristik lainnya. Iran adalah negara yang secara alami menarik perhatian kekuatan ekspansionis dan agresif. Mereka ingin mengambil alih negara seperti itu.
Sama seperti sebelumnya: Selama lebih dari 30 tahun, Amerika Serikat berada di Iran. Sumber daya berada di tangan mereka, minyak berada di tangan mereka, politik berada di tangan mereka, keamanan berada di tangan mereka, hubungan dengan dunia berada di tangan mereka—semuanya milik mereka.
Mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan. Selama 30 tahun, tetapi tangan mereka telah dipotong, dan sekarang mereka ingin kembali dan memulihkan kondisi yang sama seperti pada era Pahlavi.
Bangsa Iran telah berdiri teguh, dengan dada tegak, dan menghalangi mereka.
Itulah permusuhannya… itulah inti dari perjuangan ini.
Semua pembicaraan lain, seperti hak asasi manusia dan sejenisnya—adalah omong kosong yang mereka ucapkan.
Masalah sebenarnya adalah ini: Mereka menginginkan Iran, dan Iran berdiri teguh, dan akan terus berdiri teguh dan, jika Tuhan mengizinkan, akan menggagalkan rencana dan gangguan pihak lain.
Di video diakui: markas Mossad Israel ada di "daerah padat p'duduk sipil [di Tel-Aviv]"
Jika pake logika AS/Israel sendiri (saat mrk m'bom Gaza): Israel m'gunakan perisai manusia & semua yg ada di Tel Aviv adalah "target sah" atau "korban ga sengaja."
Saya bersyukur, selama ini pelaku pelanggar HAM berat tidak pernah terpilih menjadi presiden/wapres.
Wiranto:
2004 nyapres --kalah
2009 nyawapres --kalah juga.
Prabowo:
2009 nyawapres --kalah 2014 nyapres --kalah
2019 nyapres --kalah lagi
2024 nyapres lagi