Salah satu partisipan workshop yang kita gelar kemarin menuliskan refleksinya di kolom @koran_solopos
Sangat mengapresiasi tulisan ini. Mari kira ramaikan diskursus anak muda dan ruang publik ini.
Mari kita rebut ruang publik, termasuk ruang publik virtual!!
Thanks Ratmurti.
Workshop co-design kemarin seru!
Komunitas kreatif anak muda sepakat, pusaran utama rancangan ruang publik kreatif harus berada di tangan anak muda dan warga.
Muncul seruan di akhir workshop untuk bersama-sama merebut ruang publik kota dari kuasa modal !!
Kota adalah ruang sosial, dimana manusia hidup & berinteraksi.
Keresahan hadir saat muda tidak dilibatkan dlm mrancang ruang ekspresi mrk. Workshop ini untuk menemukan jln paling ideal keterlibatan mrk secara nyata dlm menentukan desain ruang kreatif tempat mereka berekspresi.
Kota adalah ruang sosial, dimana manusia hidup & berinteraksi.
Keresahan hadir saat muda tidak dilibatkan dlm mrancang ruang ekspresi mrk. Workshop ini untuk menemukan jln paling ideal keterlibatan mrk secara nyata dlm menentukan desain ruang kreatif tempat mereka berekspresi.
Sidang bimbingan TA. Lulus!
Dia putra Aceh, ingin narasi kekerasan di Aceh ttp terekam scr publik. Interior imersif mmpu menyampaikan representasi kekerasan yg tjd di masa lalu kpd generasi hari ini.
Teror & kekerasan hadir tdk hanya lewat gb, tp jg suara dan motion.
Selamat!
Sudah diingatkan..jangan ada intimidasi dan ancaman dari uni kepada saksi-saksi kemarin.
MK Ingatkan Kampus Tak Memberi Respon Negatif saat Dosennya Bersaksi https://t.co/V6EBMxdUsB
PROSES DESAIN
Jika anda seorang desainer, periset desain, atau mahasiswa desain pasti paham betul dg proses desain: define problems - analysing - ideation - prototyping - testing - feedback - improvement - implementation. Maka anda jg akan paham mengapa MBG menemui kegagalan.
Sdh trlalu lama pendidikan desain terjebak dalam dogma komersialisme murni.
Skil desain dan visual mahasiswa adlh modalitas politik utk memantik perubahan. Mari bongkar ruang kelas kita dr sekadar tempat simulasi industri menjadi laboratorium perubahan sosial!
To the brave people on the streets today: RESPECT! History is watching you, and you are not alone!
It is time for the people to unite! Workers, students, and every citizen, we must stand together. Stay safe, look out for each other, and keep the resistance. #HidupRakyat
Glad to have had the opportunity to share perspectives at Design in Frame with colleagues from Surakarta Design Collective. It's time for us, as designers & citizens, to take part in shaping the face of our city, towards greater autonomy & collective agency over the urban future.
Pendapat saya atas statement pemerintah seputar pendidikan tinggi menjelang Hari Buruh kemarin.
Baca selengkapnya di tautan berikut
https://t.co/qOlAgOnYi8
Membaca banyak respon negatif dr warga UGM, bangunan ini bisa menjadi contoh bagus betapa desain yg tidak berangkat dari perspektif user pasti banyak masalah.
Hari ini mestinya paradigma desain sudah bergeser dari "design for" menjadi "design with" dan nantinya "design by".
Register to attend next month's DRS Education SIG Futures of Design Education discussion! The event is free for DRS Members and non-Members. Register here: https://t.co/SikF7FEGhf
Proyek TA: Museum Pelanggaran HAM.
Selesai, sidang, lulus sangat baik. Rancangannya menghasilkan ruang yg tdk saja bercerita, tp jg mambantu kita merasakan dan merefleksi. Betapa banyak catatan kelam bangsa ini.
Yg hari hari ini sedang terancam dihapus.
Setelah Save Kendeng!, Save Kinipan!, Save Wadas!, Save Sangihe! dan masih banyak yg lain..lagi dan lagi..kita masih harus teriak Save Raja Ampat!
Pemerintah belum kapok juga. Ekonomi ekstraktif yang merusak masih saja dijalankan..
The Popular Front for the Liberation of Palestine has released a new poster for this year’s International May Day.
Translated: “Free People of the World, Unite Against Barbarism.”
Barusan gabung conversation para akademisi desain global tentang taktik menghadapi situasi autoritarian saat ini.
Seorang perempuan profesor bilang "di bawah rezim otoriter, sulit untuk menjadi akademisi sejati, maka pilihan menjadi aktivis adalah keniscayaan".
Wow..mindblowing!