GAMPAAANGG bebb! Ini hacksnya yang penting “FOKUSNYA KE APA” 😉
Present perfect (have/has + V3) itu fokus ke HASIL, waktu pastinya nggak penting.
> Contoh: “I have finished my homework”
Present perfect continuous (have/has been + V-ing) fokus ke PROSES yang masih atau baru aja berlangsung.
> Contoh: “I have been studying for 2 hours”
Future perfect (will have + V3) fokus ke sesuatu yang BAKAL KELAR duluan sebelum momen tertentu di masa depan.
> Contoh: “I will have finished by 9 PM”
Biar lebih jelas coba cek ini 👇🏻
Barangkali inilah kenyataan yang harus kita hadapi setiap hari: bahwa kita sama-sama manusia yang pertama kali hidup. Sama-sama dilahirkan tanpa petunjuk. Sama-sama mencari tahu ke mana kaki harus melangkah, dan bagaimana caranya agar kita merasa cukup untuk dicintai.
TW // suicide
hari ini timeline-ku kedatangan dua orang asing yang entah kenapa terasa familiar. titipan kecil buat yang lagi capek-capeknya: semoga malam ini hidup sempat menyelipkan satu alasan receh untuk tinggal—lagu, makanan, atau penasaran besok dunia bikin plot twist apa
Fiksi adalah fiksi, tapi ada satu unsur yang tidak bisa dihilangkan: fiksi harus believable, kecuali kalau kita menulis parodi.
Misal, kita buat fiksi dengan latar G30S, dan ceritanya adalah yang melakukan operasi penumpasan adalah marinir. Apakah itu believable? Tentu tidak, karena sudah menjadi pengetahuan umum bahwa penumpas gerakan G30S adalah RPKAD. Dengan demikian, cerita tersebut akan berkurang nilainya.
Ini bener, Manteman.
Fiksi se fiksi apapun, harus believable.
Artinya, dia tetap butuh kelogisan teks, baik segi ruang dan waktu.
Gak bisa berlindung di balik kata fiksi, lalu cerita bisa sebebas mungkin.
Hal seperti inilah yang dibedah dalam kajian telaah sastra.
Btw, kamu kuliah jurusan apa?
Kalau jurusan sastra, saya mau info saja. Anak Sastra Indonesia memang gak didesain jadi penulis, mereka didesain jadi kritikus (walau gak tahu apa bener bisa ngritik)
Coba cek, berapa banyak penulis TOP/Sastrawan Indonesia yg jurusan sastra?
I want that boring Muslim life. Isha then sleep. Fajr before the world wakes up. Qur’an in the quiet. Gym. Halal food. Dhikr walks. Sunnahs. A small circle that actually reminds you of Allah. Less posting. Less explaining. Less being available to everybody. More solitude. More prayer. More peace. And if somebody thinks your life looks boring? Fine. You’re not building your life for their entertainment. Sometimes the most beautiful thing is simply being close to Allah and hard to disturb.