Padahal dalam LHP BPK disebutkan tindakan dilakukan bersama-sama Fuad dan Hilman Latief. Antara dakwaan dan LHp sama-sama ringkih dqn dipaksakan.
Ujungnya hanya Gus Yaqut yg ditersangkakan. Pdhl diantara mereka GY lah yg paling clear terkait aliran.
Ada penikmat uang di kasus kuota haji malah cuma dijadikan saksi, yang sama sekali tidak ada aliran dan tidak terlibat kongkalikong malah dijadikan tersangka.
Apakah bisa dikatakan KPK berintegritas?
@budimandjatmiko Di tengah perubahan teknologi yang cepat, akses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensinya. #UniversitasNegeriGratis
Ternyata gak perlu dibantah oleh lawyer kan? Itulah sebabnya kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Sekarang, malah saksi-saksi KPK sendiri yg ramai2 membantah BAP mereka. Hakim Ketua pun menengarai ada indikasi intervensi penyidik halu dalam pembuatan BAP
Salah, tidak begitu faktanya. Di lap investigatif malah disebut Yaqut membantah penerimaan uang 271.500 dolar (seperti terbukti di persidangan). Yang menerima tertulis: Rizky Fisa Abadi, Abdul Muhyi, Ridwan Kurniawan, yang anehnya hanya dijadikan saksi oleh KPK, bukan tersangka 🙄
Yah, 7 bulan lalu, Tempo gagah sekali menebar narasi yg mereka dapat dari penyidik KPK soal kasus Gus Yaqut dan kuota haji. Saat itu sidang bahkan belum dimulai. Bukti kerugian negara saja baru selesai dibuat tanggal 4 Maret. Ya, DIBUAT, karena isinya persis sekali dengan narasi yg dibacakan KPK setahun sebelumnya
Semakin besar massa yang digerakkan semakin besar pula tanggung jawab penyelenggara memastikan aksi berlangsung aman tertib dan tidak merugikan masyarakat
Kalau jadi pembenci, jadilah pembenci yg terhormat!ada tukang keruk puluhan miliar dlm kasus kuota haji anda diam, sementara orang yg satu rupiahpun tidak menerima aliran dana dan hanya diterdakwakan atas kebijakan atribusi yg diberikan UU anda rendahkan.
Drama Pansus Haji kemarin ternyata punya deleted scene yang baru tayang di pengadilan‼️
Dulu seolah-olah paling garang ngebongkar kebobrokan Kemenag, eh begitu saksi dan terdakwa buka suara di persidangan, kelakuan oknum Pansus pimpinan Nusron Wahid malah kebuka semua.
Diduga sempat ada nego "tarif pengamanan" sampai US$ 1 Juta! Dan pas cuma disanggupi US$ 400 ribu, hasil rekomendasi Pansusnya langsung dibuat segitu menyudutkannya.
Yang menarik:
📌Gus Yaqut yang selama ini dijadiin sasaran tembak justru terbukti bersih dari aliran dana tersebut.
📌Pihak yang sok jadi pahlawan pembela jemaah malah diduga main dua kaki di balik layar.
Sekarang orangnya udah enak-enak duduk di kursi Menteri ATR/BPN, tapi jejak di persidangan mana bisa dihilangkan. Topeng pahlawannya melorot sendiri‼️
Di minggu ke-12 bersidang, dukungan dari para kiai makin bertambah. Mereka yg di grassroot memahami persoalan secara utuh, jadi tak terpengaruh dengan framing di media.
Yang bikin mereka heran, kenapa negara mau mengerahkan instrumennya untuk memfitnah seorang warga negara? Praktik lawfare macam ini hanya akan melahirkan distrust di masyarakat. Yang untung hanya segelintir manusia; mereka yang naik pangkat, naik jabatan sekeluarga, serta yg dapat modal utk melanggengkan kekuasaan mereka
Ternyata, menurut KPK, pengakuan "orang kepercayaan" tidak cukup menjadi bukti.
Tetapi kok pengakuan staf honorer dan eselon 4 Kemenag yang mengaku gak kenal, gak pernah bertemu, dan tidak pernah berkomunikasi langsung dengan GY, malah dijadikan dasar penahanan?
Konpers ini dilakukan tgl 26 Sept 2025. Artinya, Gus Yaqut baru dua kali dipanggil, tapi konstruksi dakwaannya sudah utuh karena Pak PLT Asep ini konpers hampir setiap hari tahun lalu.
Bandingkan dengan kasus2 lain di mana Pak Irjen Pol Asep ini selalu memakai teori bubur panas dan meminta publik menunggu proses penyidikan 🤪
Penegakan hukum apanyaaa?