Lalu bagaimana memastikan bayi/anak tumbuh, ketika makannya sudah lahap dengan "resep" lapar dan enak? Jangan lupa: selalu pantau pertumbuhan secara objektif menggunakan grafik pertumbuhan (growth chart). Berat, tinggi badan, dan lingkar kepala. Ukur semua! Plot di grafik. Harus!
Apalagi bayi sudah berumur 9 bulan. Begitu dikasih nasi dengan tekstur seperti orangtuanya, eh makannya lahap! Bisa dong mengunyah nasi dan lauknya. Dia sudah bosan dengan bubur. Lembek! Apalagi makan bareng ayah-ibu dengan menu yang sama persis! Enak banget makannya!
Kalau bisa bicara, si bayi akan curhat: mengapa orangtuaku tidak berempati dengan diriku?
Eh, begitu makanannya dipisah penyajiannya: nasi-lauk seperti orangtuanya, langsung LAHAP makannya! Kenapa nggak dari dulu ya? Sejak 6 bulan, boleh kan karbo-lauk-sayur dipisah penyajiannya.
Bayi 9 bulan tidak mau makan. Ya jelas, makannya masih nasi tim diaduk jadi satu dengan lauknya. Ia melihat orangtuanya makan nasi goreng atau soto ayam: kok nikmat banget ya? Sedangkan diriku makan nasi tim, meskipun dengan olahan berbagai lauk bernutrisi, tapi diaduk jadi 1!
Sederhananya: buatlah anak LAPAR dan sajikan makanan yang ENAK supaya mereka mau makan.
Anak yang terlalu banyak minum susu sehingga kenyang dan tidak mau makan? Ya kurangi susunya. Pada anak > 1 tahun, yang penting makan, bukan minum susu. ASI/susu makanan utama bayi < 1 tahun.
"Keputusasaan" seperti ini akhirnya membawa ke dokter, dan membuat orangtua cari "jalan pintas": vitamin supaya anak mau makan. Padahal ketika merujuk pada berbagai penelitian berbasis-bukti (evidence based), tidak ada vitamin "appetite stimulant" dengan level of evidence sahih.
Muncullah istilah "picky eater", small eater, avoidant restrictive food intake disorder (ARFID), dst.
Pada bayi, sejak mulai MPASI saja, sudah bisa susah makan. Bingung kan? Coba bayi bisa ngomong. Tinggal tanya: kamu maunya makan apa? Ibu pusing niy kamu nggak mau masakan Ibu 😓
Sejak mulai pemberian MPASI (makanan pendamping ASI), prinsipnya: harus terpenuhi kebutuhan MAKROnutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan MIKROnutrien (vitamin, mineral). Sumber karbohidrat beragam, bukan cuma beras/nasi atau kentang. Ada ubi, singkong, oat, roti, pasta, dll.
Kalau anak susah makan nasi sebagai sumber karbohidrat, bisa dicari sumber lainnya.
Kira-kira, kenapa anak susah makan nasi? Tapi mau makan yang lain??
Yup, betul! BOSAN. Pemberian variasi sumber karbohidrat bisa jadi solusi, kan?
Nah, bagaimana kalau susah makan ini sejak bayi?
Inilah "resep @dokterapin pekan ini". Baru sehari di-posting di IG, sudah dapat 22 ribuan likes. Padahal ini hal biasa saja kan? Penegasan kembali mengingat banyaknya anak dibawa ke dokter hanya karena #selesma alias #commoncold. Padahal nggak perlu ke dokter. Obatnya? Nggak ada.
@myXLCare AM
Halo min, mau tanya, nomerku kan hangus, tp katanya masih bisa diaktifin di xl center. Untuk batas pengaktifan nya kira2 sampai kapan ya min? Melihat kondisi sprti ini takut utk keluar apalagi saya jg kondisi hamil tua gini, mohon infonya 😭
Suami ke Makassar smpe bbrp hari ke dpn, berarti saatnya hemat, ko bisa hemat, ya karna gada yg mau disuruh riwa riwi beliin makanan 😂🙈😭 kecuali kang ojol, tapi mls lah pake ojol kalo pas gada promonya 😂