Seruan aksi #demo dari Aliansi Perempuan Indonesia.
Hari: Kamis, 18 Juni 2026
Tikum: Trotoar seberang lapangan skateboard dukuh atas
Pukul: 09.00 WIB
Dresscode: Daster/Baju Pink
Bantu sebarkan temen-temen! Siapa tau ada yang mau join dalam #aksi ini 🤗❤️
#IndonesiaGelap
Guys, ada yang udah tahu belum soal ini? Anggaran buat damkar kabarnya dipangkas, bahkan disebut-sebut dana operasional mereka cuma cukup sampai September 2026.
Yang bikin makin kaget, ternyata untuk beberapa aksi bantuan non-kebakaran, ada petugas yang sampai pakai uang pribadi buat nutup kebutuhan di lapangan.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
Perwakilan BEM UI menyampaikan sikap :
"Ekonomi tumbuh di atas kertas, tapi di lapangan rakyat dihantam harga beras, pajak mencekik, dan susahnya cari kerja. Sementara elite sibuk memoles citra dan bagi-bagi proyek ke kroni. Narasi kemajuan palsu ini sudah terbongkar."
"Kalian boleh saja abai dan menganggap remeh aksi hari ini. Tapi ingat, gerakan mahasiswa akan berlipat ganda dan tidak akan membiarkan kekuasaan yang abai tidur nyenyak. Ini suara dari rakyat, oleh rakyat, untuk penguasa yang bebal."
.
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren 🙌🏻😭🔥
God bless you all, siapapun yang turun ke jalan dan memperjuangkan keadilan.
Fuck you pemerintah dan aparat. May you rot in the deepest pit of hell and suffer for eternity.
"Dilarang menyampaikan pendapat di bundaran HI karena itu pusat aktivitas masyarakat" — Polisi
Dengan kata lain: kamu boleh menyampaikan pendapat, asal nggak di tempat yang bisa didengar dan dilihat orang lain.
Pajak kita dipakai buat ngegaji orang-orang tolol. 😂
Update terkini🚨⚠️⚠️⚠️⚠️
Kondisi CHAOS
Situasi Terkini di lokasi situasi memanas diduga adanya provokasi yang memakai serba hitam .
Mahasiswa sudah pulang dan tidak ada di lokasi , dan saat ini polisi masih mencari siapa pelaku Anarko provokasi tersebut.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.