13. Saya merasa ada sesuatu yang janggal. Kosan ini hanya memiliki satu akses keluar dan gerbang akses keluar ini jika dibuka akn terdengar suara “beep beep beep” sebanyak 3 kali. Dengan sadar saya tidak mendengar suara tersebut, namun ibu itu sudah tidak ada di jalan keluar.
12. Setau saya memang ada petugas yang membersihkan kosan ini, mengambil laundry dan membuang sampah, tapi apa sepagi ini? Tanpa fikir panjang saya berjalan ke arah tangga yang sama dimana ibu itu menghilang karena dia sudah turun duluan. Ketika saya sampai di anak tangga pertama
15. Perjalanan saya lanjutkan ke Kota Malang, untuk bertemu "teman" kecil saya, jadi peristiwa ini cukup unik karena saya bertemu dengan teman saya ini di 2019, namun kami bertemu sebagai "orang asing" padahal kami pernah bertemu ketika kami masih kecil dan tidak saling mengenal
13. Saya bekerja seperti biasa, menghabiskan waktu satu bulan sebelum saya meninggalkan pekerjaan ini, dan saya mendapat banyak gambaran lainya melalui mimpi, yang nanti akan saya jelaskan di twitt selanjutnya, singkat cerita akhirnya saya resign dan memutuskan untuk melakukan
12. Hujan lebat dan Banjir terjadi di sebagian wilayah Indonesia, terutama di pusat Ibukota Indonesia, karena saya masih ingat bahwa air adalah untuk membersihkan yang kotor, lalu seberapa kotorkah Jakarta? Hatinya atau alamnya? Atau keduanya. Lalu saya kembali ke Bandung
5. Intinya dalam mimpi terserbut saya diharuskan untuk pulang ke rumah, sebelumnya saya bekerja di BAndung, dan saya harus pulang segera ke rumah tanpa alasan apapun, dalam mimpi saya hanya ditunjukan seikat padi dan kendi. Lalu saya terbangun dan belum mendapatkan apa artinya.
4. Setiap tahun merayakan "Seren Taun" atau upacara yang beralkulturasi dengan berbagai agama sebagai ucapan syukur terhadap hasil panen. Kakek buyut saya ini hanya dekat dengan saya karena saya adalah cicit pertama sebelum beliau meninggal, dan saya "dititipi" beberapa pesan
3. Saya didatangi oleh sosok kakek buyut saya, beliau mengenakan pakaian serba putih namun saya bisa pastikan itu adalah baju adat, kakek buyut saya (dari mama) adalah salah seorang penganut AJS ( Agama Jawa-Sunda) di di daerah kami, yang masih sangat dekat dengan alam dan