@falalanisrina Memang pengeluaran kecil-kecil tapi sering itu bahaya. Adikku terjerat pinjol ratusan juta gara2 sering beli barang2 kecil macam baju, sepatu, makeup, dan perintilan gak jelas yg pdhl dia udah punya banyak, doyan nongkrong jg. Gak ada beli barang besar atau mahal. Pusing banget.
@oscartotango Untuk pengajuan ini itu saran dll yg ditujukan ke bpjs sudah sering, tapi ya responnya begitu. Mudah2an dengan dikaji ulangnya program MBG, anggaran kesehatan dari APBN bisa ditingkatkan lagi dan seluruh masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan mudah dan murah
Setuju! Manfaatkan BPJS semaksimal mungkin. Doain juga semoga BPJS mau mengkaji ulang sistem kapitasi ke fktp. Karena BPJS cuma ngasih anggaran fixed ke faskes perbulannya, sebanyak apapun pasien berobat, cukup gak cukup dananya, mereka gak mau tahu
kembali morotin BPJS shay~
aku skrg batuk pilek sekecil apapun, mual seperti apapun gak mau ngeluarin uang buat beli acetylstein sendiri, promag sendiri, apa2 sendiri mentang2 ada di apotik.
aku akan membebani negara ini like i should ๐คโจ๏ธ
@oscartotango Sebagai drg di fktp aku selalu menyarankan pasien2 umum untuk pakai BPJS, karena perawatan gigi gak murah. Walopun akhir bulan selalu mumet ngatur keuangan klinik spy gak boncos. Kami nakes2 ketemu pasien yg sabar ikut aturan dan gak banyak protes aja udah bersyukur bangeeet
Jadi dalam menilai permasalahan jgn cuma hitam dan putih, lihat dan pahami dari berbagai sudut pandang. Jd org idealis saja gak cukup, tapi harus cerdas jg dalam menganalisis permasalahan.
Saya dokter gigi, selama 6 tahun hanya praktik di satu klinik. Karena jujur saya gak pinter bagi waktu, gak mau sampe telat praktik. Seringnya saya dateng duluan daripada pasien.
Tapi apakah semua dokter harus seperti saya? Tentu tidaaak. Situasinya tidak semudah itu Mas Fikri
@teukkieduckie@mikandechuu@apralzolam Klo sy jd dokter, jd profesional, datang tepat waktu. Hargai waktu pasien, aktif di idi utk dorong umr dokter tinggi. Ber organisasi. Rangkul masyarakat dan rakyat kecil utk lawan pemerintah. Berat utk satu org tp tidak klo dilakukan ribuan dokter. Jgn pasien / rakyat jd musuh.
Intinya saya respect banget sama dokter2 yg masih mau capek2 triple job di era bpjs ini yg bayarannya gak seberapa. Walopun jdnya telat2an, tp pasien tetap usaha dilayani semua sampai jam lewat poli, bahkan bisa sampai tengah malem, selama pasien masih bersedia menunggu.
@husain_fikri@bugarbarengian@Tetecowok @Shamdtwt Daritadi saya lihat2, justru kamu yg gak bisa diskusi, kamu cuma mau nyalahin dokter.
Sudah dijelaskan sistem diatas yang kacau, gimana dokter dan organisasinya berjuang sampai dibungkam, tetap ujungnya dokter yang disalahin. Ya pantes aja dokter2 disini pada muak.
@husain_fikri @Shamdtwt Gimana IDI mau leluasa bergerak?Wewenangnya aja banyak dicabut sama kemenkes. Bikin organisasi tandingan? Udah adaaa, dibackup sama pemerintah. Gak tau ya?
Coba kalo kamu memang concern sama hal ini, himpun massa bantu bersuara ke pemerintah, mampu gak?
@husain_fikri@mikandechuu@apralzolam Saran dari kamu bukan sesuatu yg baru dan spektakuler mas, sudah dipikirkan oleh semua dokter Indonesia dari jaman purba, bahkan sudah ada yg melakukan. Lalu kenapa belum bisa direalisasikan? Karena permasalahannya jauh lebih kompleks daripada yg kamu tahu
@husain_fikri@mikandechuu@apralzolam Naif sekali mas satu ini. Tidak tahu/tidak mau tahu bagaimana peliknya dunia kedokteran di Indonesia. Merasa paling paham kondisinya padahal hanya lihat di permukaan. Membandingkan dengan negara lain padahal kondisi demografinya saja sudah beda