️️⠀
𝕷𝖊𝖙𝖗𝖆 𝕴 : 𝑷𝒆𝒏𝒚𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑨𝒓𝒂𝒉 𝑨𝒏𝒈𝒊𝒏
Ia lenyap di antara pori-pori angin, meninggalkan bayang yang tak mau tunduk pada fajar.
Namanya terhapus dari batu, pun getar napas masih tuntun dedaunan jatuh ke arah yang sama—ke tempat sunyi berpulang.
⠀
⠀
Mengirimkan serangkai bunga empat musim kepada @langutmasa. Sedikit catatan di dalamnya, Langit terlalu buru-buru menyelesaikan jam kerjanya di toko bunga hari ini.
⠀
ᅠ
sedari tadi paling ditunggu-tunggu. Siapapun yang dekat dengan Alyssa pasti sudah tahu, kalau langkah-langkah mencampur bahan-bahan masakan adalah bagian favoritnya.
Alyssa yang masih celingukan langsung terkekeh kecil usai mendengar jawaban Laut. Rupanya, kawannya itu
ᅠ
ᅠ
Entah kenapa, Alyssa masih belum seratus persen yakin dengan kemampuan memasak pemuda itu. Padahal, kalau dipikir-pikir, nanti hasil akhirnya juga bakal ada campur tangan dia.
“Mana, mana blendernya?” Pandangannya langsung menyapu seisi dapur, sibuk mencari benda yang
ᅠ
@langutmasa ᅠ
“Iya, gue juga udah paham kalau ini bakal diblender dulu,” katanya santai.
“Soalnya gue lumayan sering lihat orang bikin ducuki… ya, walaupun yang gagal juga gak sedikit sih—” tatapan super meremehkan langsung meluncur ke arah Laut.
ᅠ
@Aenamcara ️
️️ ️️
Emang harus pelan-pelan sih kalau mau lepas, gak mungkin bisa langsung udah gitu aja. Salam kenal, ini manggil nama lo biasanya gimana?
( Bro, notif follow sama mention lo kagak masuk mentab. )
️️ ️️
ㅤ
Berganti dengan keberanian yang selama ini memang selalu jadi bagian dalam diri.
Lagi pula, jika @saujahna suah lebih dulu memulai, mengapa ia harus berpura-pura jadi pihak yang paling waras di antara mereka berdua?
Laut menggigit pelan sekaligus menghisap bibir Langit, mengecap sisa rasa manis yang masih tertinggal di sana. Jemarinya tetap tertahan pada tengkuk pemuda itu, enggan membiarkan jarak kembali tercipta secepat ini.
Segala keterkejutan yang sempat membekukannya perlahan luruh.
Kalimat itu sengaja dilontarkan untuk balas ledek. Sebab kalau ada orang yang cukup nekat melakukan hal semacam itu, Laut punya satu nama yang langsung terlintas di kepalanya. Dan orang itu sedang duduk di hadapannya sambil memegang semangkuk pistachio. @silencehours
Alisnya terangkat tipis.
“Kenapa?” tanyanya. “Ngetes gue, ya?”
Sendok kembali digunakan untuk aduk marshmallow yang mulai melunak. Setelah beberapa saat, api kompor dikecilkan.
“Tenang aja, minimal gue masih tahu kalau kunafa nggak langsung dibuang mentah-mentah ke adonan.”
@silencehours PERMINTAAN ‘tuk jadi operator blender disambut dengan tatapan datar.
Tentu saja dari sekian banyak tahapan dalam proses memasak, bagian yang paling disukai Alyssa justru benda yang berputar kencang dan berisik itu.