@bardanslm gak dl 🙏🏻
bkn krn ak gbs cari duit cumaa menurut ak org kerja hari2 belajar decision making. dan cowo yg jd pasangan ak basic personalitynya ya hrs decisive heheh
@spicygumbear percaya ga percaya mami papiku lebi ok ak jalan sm pacar berhari2 soalnya kalo pacar ortu ak ud pasti tau dia sm klgnya tinggal dmn, habitnya gmn, kerjanya apa, background klgnya, etc. HAHAHAHAHAHH
pernah dengerin tedtalk dan baca soal ini. cantik itu sebenernya pola biologis yang dikenali manusia, meski banyak orang bilang cantik itu relatif kenyataannya most people across cultures and times bakal setuju deh kalau Snejana Onopka itu cantik wkwkw.
katanya, cantik itu kombinasi dari banyak ciri fisik yang otak manusia tangkap sebagai sinyal healthy, balanced dan genetically good.
mulai dari symmetrical face yang diasosiasiin sama healthy biological development, facial harmony yang bikin fitur wajah keliatan balance, skin quality yang sering dianggap sebagai sign of health, harmonious facial proportions, youthful features yang punya korelasi sama vitality, sampe ekspresi yang calm n warm juga berpengaruh.
otak manusia kita ya cenderung nyaman melihat sinyal-sinyal ini karena secara evolusi diasosiasikan dengan kesehatan dan survival. kayak in subconscious mind otak tuh nangkep “oh this person looks healthy, biologically fit, and likely to survive well”
jadi definisi “pretty” ini emang gak sepenuhnya random atau sesimple “semua orang cantik dengan caranya masing-masing kokk”. ada juga pola biologis yang consistently dianggap attractive dari zaman baheula nepi ka ayeuna.
tapi tetep ada pengaruh culture, life experience dan juga emotional attachment. penelitian lain juga nyebutin kl attractionnya manusia gak cuma dipengaruhi fisik, tapi ada non fisik juga. kayak dari suara, kecerdasan, humor, the way they talk, smell, kindness, sampe familiarity dan emotional connection sama seseorang.
makanya kadang ada orang yang objectively attractive tapi gak srek aja gitu sama kita, dan ada juga orang yang makin dikenal malah makin cantik di mata kita, ya gitu, ceunah beauty is partly biologically driven, partly socially constructed and heavily emotionally contextual