⠀
“Terima kasih atas partisipasi kalian pada kegiatan kunjungan pada hari ini, anak-anak manis,” ucapnya.
“Walau sebentar, semoga cukup menghilangkan kepenatan selama seminggu ini, ya. Mari berjumpa lagi di semester berikutnya!” Ia melambai.
⠀
⠀
Yolanne lantas membawa mereka ke rute yang sama untuk pulang, meskipun kali ini dengan peringatan untuk menutup hidung sebelum masuk ke area toilet yang terbengkalai tadi.
Dengan bantuan Portkey, mereka pun sukses tiba di Pintu Gerbang Utama Hogwarts.
⠀
⠀
“Coba bayangkan kalau kementerian tidak ikut turun tangan. Bisa-bisa, bola-bola Quidditch yang beterbangan secara bebas di permukiman Muggle menjadi suatu hal yang lazim.” Ia menggelengkan kepalanya sebelum memekik kaget saat melihat arloji yang terlingkar pada lengan kiri.
⠀
⠀
“Sama seperti di dunia Muggle, dunia sihir juga mempunyai ‘badan’ khusus yang bertugas memastikan regulasi olahraga diterapkan secara adil, menjunjung tinggi sportivitas, dan meminimalkan berbagai risiko yang mungkin terjadi,” cuitnya panjang lebar.
⠀
⠀
“Keren! Kebetulan saya juga sudah memeriksa semuanya dan sangat terkagum dengan kreativitas kalian dalam mengolah informasi yang mungkin bisa dibilang membosankan menjadi sangat menarik!” Ia bertepuk tangan dengan penuh apresiasi. “Mohon ditunggu untuk feedback-nya, ya!”
⠀
⠀
(OOC: Apabila mengerjakan tugas pengganti pada minggu lalu, silakan alas cuitan ini dengan pengalaman pengerjaan tugas beserta tautan X berisi tugas tersebut. Cantumkan pula kode vault masing-masing.)
⠀
⠀
“Sepertinya departemen ini sedang tidak banyak agenda karena musim Quidditch masih lumayan jauh.” Ia menoleh ke sekitar area yang hanya dilewati oleh beberapa penyihir.
“Ah, ya! Bagaimana pengerjaan tugas pengganti kalian minggu lalu?” Ia menumpukan dagunya dengan santai.
⠀
⠀
Tidak hanya tumpukan perkamen yang memenuhi meja di sekitar mereka, namun terdapat pula barang-barang dan alat olahraga yang tidak selazimnya berada di atas meja kerja. Ratusan poster tim Quidditch juga tertempel secara masif.
“Duduk di mana saja boleh, kok!” Ia terkekeh.
⠀
⠀
“Yep!” Yolanne mengangguk sembari memberikan gestur lainnya, kali ini agar mereka mengikuti keluar dari lift.
“Department of Magical Games and Sports terletak di lantai 7, tepat di bawah Atrium.” Ia mengibaskan tangannya ke area gedung yang kelihatan sedikit berantakan.
⠀
⠀
“Sayangnya, saya tidak bisa membawa kalian berkeliling hari ini karena ada satu tujuan yang saya maksudkan untuk kita kunjungi di lantai 7,” katanya dengan raut misterius.
Mereka tidak begitu lama di dalam lift karena hanya perlu menuruni 1 lantai. “Departemen apa ya ini?”
⠀