Tidak perlu menanam dendam, cukup tersenyum dan biarkan karma melakukan tugasnya diam-diam. Karena yang melukai akan terluka pada waktunya.
#selfreminder๐๐
@SimpleM81378523 Mau tanya dong. Apa bener kalo leluhur misal kakek/buyut kita punya amalan ilmu itu sll harus diturunkan k keturunannya? Apa bisa keturunan yg diwarisi ilmu menolak?? Ada dampak nya gk klo ditolak / dibuang ilmu nya??
Ahh sudahlah, tak terasa kami sudah sampai di tempat tukang service hp, lisa segera membayar ongkos grab yang kami naikki. "Nih lis," aku menyodorkan 2 lembar 5 ribuan. "Apaan sih, ini aja sama aku." Lisa menolak uang yang kuberikan. "Makasih ya pak, kami pun segera turun.
Atau aku yang tidak tahu sisi baik viko, mungkin sebenarnya viko baik dan aku tidak pernah tahu itu. Atau lisa yang kuanggap sebagai perempuan baik sebenarnya tidak sebaik dugaanku. Melihat lisa yang selalu berharap bisa berjodoh dengan viko membuatku membatin seperti ini.
Apa benar perempuan yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik juga. Menurutku lisa perempuan yang baik, tapi kenapa dia memilih laki-laki seperti viko? Bagiku selain suka mempermainkan perempuan, viko juga orang yang angkuh dan sombong. Sangat bertolak belakang dengan lisa.
"Kamu juga nyebelin, bukannya support malah doain kayak gitu." "Iya deh sory, udah ah pergi yuk. Jadi ke mall juga kan?" Lisa mengangguk diiringi dengan langkah kaki kami keluar rumah. Melihat lisa, dalam hati aku selalu bertanya-tanya
Aku beranjak dari sofa dan melangkah ke arah kamar, dan tiba-tiba lisa menahan lenganku. "Dara!! Kok mau tidur lagi sih, ditungguin dari tadi juga." Ya abisnya, kamu manyun gitu, senyum dong cantik." Aku mencubit kedua pipi lisa dan menyodorkan senyum manisku kearahnya.
Setelah mengenakan pakaian aku membuka pintu kamar dan melihat lisa dengan bibir manyunnya melihat tv. "Ehhm, ngambek nih ceritanya?" Lisa memalingkan badannya. "Kayaknya gak jadi pergi deh, yang ngajakin pergi lagi ngambek, tidur lagi enak nih."
Makanya dia nembak kamu karena dia udah tau kamu gak mungkin nolak dia. Ledekku ke lisa, tanpa membiarkan lisa menjawab, aku terus mendorongnya sampai keluar pintu kamar dan segera menguncinya sebelum ia akhirnya akan masuk dan melayangkan protes atas ledekanku.
Lisa terlihat sumringah, seolah apa yang disangkakan akan benar terjadi. "Jangan menghayal terlalu tinggi lisa, lagian kalo pun si viko nembak kamu nggak ada jaminan kan dia gak nembak yang lain juga. Atau jangan-jangan viko nembak kamu karena udah berkali-kali ditolak sama yesi
"Terus, harus gitu pake baju baru?" Aku melangkahkan kaki menuju almari untuk mengambil pakaian."Iya harus dong ra, karena gue yakin malam ini akan jadi malam yang bersejarah, mungkin aja viko mau nembak gue kan?" Lisa menghampiriku, menyenderkan tubuhnya ke almari yang tertutup.
"Ra, pulang dari ngambil hp kita mampir ke mall ya, gue pengen beli baju nih." "Tumben, emangnya loe mau kemana pake nyiapin baju segala." Aku menyahuti ajakan lisa sambil menikmati dinginnya air yang mengguyur tubuhku. "nanti malam viko mau ngajak in gue nge-date.
"Itu gak penting, yang penting sekarang loe buruan siap-siap terus kita pergi ke tukang service hp. Keburu sore ra. Ayo bangun cepeett!!" Tarikan lisa memaksaku bangkit dari pulau kapuk. Kini giliran lisa yang berbaring sambil menceritakan hubungannya dengan viko.
"Dara!!! Bangun dong, katanya mau nganterin gue." Jiwa ku yang sedang melayang-layang seolah ditarik paksa ragaku yang terus diguncang-guncang lisa yang berusaha membangunkanku. "Lisa apaan sih, sejak kapan loe disini?" Aku masih berusaha menyadarkan jiwaku akan kehadiran lisa
@Ranijung3@bujangbangket@bacahorror Coba scroll aj kk udah aq tulis semua kok. Tapi sayangnya pas nulis twitter aq tiba" eror log out sendiri, jadi berantakan deh hasilnya
Sesaat sebelum mataku benar-benar terpejam, suara itu kembali terngiang, aku berusaha mengingat siapakah gerangan pemilik suara itu? Apa aku mengenalnya? Dan sebelum aku berhasil menemukan jawaban dari pertanyaaku, alam mimpi telah lebih dulu mengajakku bertamu
Tanpa bisa menangkap wajah si pemilik suara. Aku tetap melanjutkan langkah kakiku dan berharap bisa segera merebahkan tubuhku di pulau kapuk. Sesampainya dirumah, aku langsung menuju kamar tidurku dan membiarkan kenyaman pulau kapuk memanjakanku