anda punya peran anda sendiri dan saya akan memainkan peran saya sendiri , , anda punya sejarah anda sendiri , dan saya akan mengukir sejarah saya sendiri , ,
Ah habis sudah lembaran puisi di saku baju dan selipan dompetku, orang-orang sudah menganggap rima dan kata seperti kembalian, lalu mulai menjadikan kehidupan orang lain sebagai nutrisi untuk transaksi sehari-hari,
kami sempatkan sejenak menepi, meminta kepada sekitar untuk berbagi perapian, dalam gelap dan dingin, kepalan tangan perlahan kami julurkan, suara berderak dan percik kecil anak-anak api terlihat meloncat ke udara, menemani kami berbagi perapian sesaat sebelum sampai sarangan,
dominasi video pendek macam tiktok, shorts, reels dan semacamnya membuat minat dan bakat untuk menonton video panjang semakin menurun, apalagi untuk menonton film secara tuntas, payah
mungkin bagi sebagian besar anak lelaki saat itu, ketika bu guru berkata silahkan menggambar bebas, karakter goku cs adalah pelarian dari kejenuhan menggambar pemandangan gunung kembar dengan jalan raya di tengahnya,
sedang aktif mengenang kepergian sensei akira toriyama dengan megulik kembali kisah kakarot cs, banyak sudah kisah yang tertinggal, kau buat jadi satu kenangan, loh!
rentetan ringkik kuda dan geliat kilat diantara pekat, tanah bersimbah yang kau sembah dan langit hitam yang mengawalmu menuju malam, dengan lelah yang berserah dan dalam marah yang memerah, pencarian masih dilakukan,
@jogmfs tengkleng gajah, terakhir ke sana bulan juni dan terkedjoet rasanya berubah menjadi kureng sekali dengan harga yg tidak bisa dibilang murah, sangat jauh jika dibandingkan zaman kuliah dulu,
langit memerah kala orang-orang yang tak mau kalah itu merayap menuju rumah, wangi puji-pujian itu terbang tercampur bau hujan di tepi jakarta selatan, ia berpesan, jangan pernah mau kalah dengan kata lelah,
sebuah warung kopi sederhana yang seolah membawa kita kembali ke tahun 90-an saat memasukinya, warung dengan penutup kayu bertulisan angka dan dinding berwarna hijau yang lelah, bangku kayu panjang yang melengkung saat diduki, dalam remang risno memperkenalkannya, kopi cap liong,
tahun terus berlalu dan kini saya turut senang, invasi kopi naga sudah cukup berhasil dengan mendarat mulus di banyak warkop area ibukota, tak hanya warkop, pasukan starling pun mulai tertarik menjajakan barang ini, semoga kopi liong tetap menjadi senior dalam skena kopi jalanan,
itulah looking for liong, sebuah kegiatan keras kepala untuk mencari dan memilih warkop yang menyediakan kopi berlambang bulan dan naga, waktu itu cukup sulit mencari kopi liong di warkop area jakarta, harus diintip dulu deretan kopi yang disediakan, jika ada maka menepilah kita,
petang itu merubah hari-hari saya setelahnya, bagi saya dominasi raksasa kopi sachet lain sudah selesai, saya mulai picky dalam mencari warkop, beruntung di tahun itu juga saya mulai bekerja di daerah kab.bogor dan depok, di mana lokasi tersebut merupakan habitat asli sang naga,
saya mulai meminumnya, kopi lokal itu langsung merangsek masuk dan dalam sesaat menuntaskan tugasnya, veteran dari bogor itu dengan debut manisnya berhasil mengamankan posisi sebagai kopi hitam sachet terbaik bagi saya, posisioningnya tepat, pahitnya pekat namun manisnya akurat,
akhirnya datang juga, segelas kopi liong dengan kepulan asap di atasnya, juga krema yang memperkeruh suasana, saya segera mempersilahkan mereka pergi, bagi saya kopi adalah ia yang diseduh dalam panas dan diminum saat hangat, sekian menit saya relakan untuk berada di fase itu,